Prancis Ukir Sejarah, Tembus Final Piala Thomas 2026 di Horsens
- account_circle Rahman
- calendar_month 23 jam yang lalu
- visibility 58
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Ilustrasi menggambarkan revolusi bulu tangkis Prancis dengan semangat baru, ditandai performa dominan dan keberhasilan menembus final Piala Thomas 2026.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Horsens, (kabaristana.com) – Tim bulu tangkis putra Prancis mencetak sejarah setelah menembus final Piala Thomas 2026. Mereka mengalahkan India dengan skor 3-0 pada semifinal dan memastikan langkah ke partai puncak.
Christo Popov membuka kemenangan Prancis dengan menaklukkan Ayush Shetty dua gim langsung. Alex Lanier kemudian memperlebar keunggulan setelah mengatasi perlawanan Kidambi Srikanth dalam duel ketat. Toma Junior Popov menutup kemenangan timnya dengan mengalahkan HS Prannoy pada partai ketiga.
Prancis menunjukkan kekuatan utama di sektor tunggal. Tiga pemain mereka tampil konsisten dan mengendalikan jalannya pertandingan sejak awal. Tim ini tidak bergantung pada satu pemain, tetapi mengandalkan kerja kolektif yang solid.
Performa tersebut mencerminkan proses panjang yang mereka jalani. Dalam beberapa edisi sebelumnya, Prancis belum mampu bersaing di level tertinggi. Mereka hanya mencapai perempat final dan sempat tersingkir di fase grup pada edisi berikutnya.
Pada 2024, Federasi Bulu Tangkis Prancis menarik tim dari Piala Thomas dan Uber untuk memprioritaskan persiapan Olimpiade Paris. Langkah itu memberi waktu pemulihan dan ruang evaluasi bagi para pemain.
Dua tahun kemudian, Prancis kembali dengan komposisi yang lebih matang. Para pemain muda berkembang pesat dan mampu menjaga konsistensi permainan sepanjang turnamen.
Keberhasilan ini sekaligus memutus dominasi negara-negara tradisional seperti Indonesia, China, Denmark, Jepang, dan Korea Selatan yang selama ini mendominasi fase akhir.
Dengan performa stabil dan kedalaman skuad yang merata, Prancis kini tampil sebagai kandidat kuat juara di Piala Thomas 2026.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda

Saat ini belum ada komentar