Kerja Sama RI–China di Papua Diperkuat untuk Pertanian dan Pendidikan
- account_circle Retanto
- calendar_month 18 jam yang lalu
- visibility 79
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto : Ilustrasi kerja sama RI China Papua yang menampilkan kolaborasi di bidang pendidikan vokasi dan riset pertanian guna mendorong ketahanan pangan serta pengentasan kemiskinan di Papua
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, (kabaristana.com) — Kerja sama RI China Papua terus diperkuat pemerintah melalui kolaborasi di sektor pertanian dan pendidikan vokasi guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Kementerian Transmigrasi mendorong pembangunan sekolah menengah kejuruan (SMK) di Merauke, Papua Selatan. Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan pemerintah merancang pendidikan vokasi berbasis kebutuhan industri agar lulusan siap kerja dan mampu bersaing di pasar tenaga kerja.
Baca juga: Program swasembada pangan nasional di era Prabowo Subianto
Selain pendidikan, pemerintah bersama mitra dari China mengembangkan pusat riset pertanian. Program kerja sama RI China Papua ini fokus pada pengembangan varietas padi unggul dengan target produktivitas mencapai 6 hingga 8 ton per hektare. Tim peneliti menguji ketahanan benih terhadap perubahan iklim serta menyesuaikannya dengan kondisi lahan Papua.
Baca juga: Strategi penguatan ketahanan pangan nasional
Pemerintah menilai sektor pertanian dan pendidikan memiliki peran penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi Papua. Kedua sektor tersebut membuka peluang kerja baru, meningkatkan keterampilan tenaga kerja, serta menarik investasi ke daerah.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar menyampaikan pemerintah berhasil menurunkan angka kemiskinan ekstrem secara signifikan. Persentase kemiskinan ekstrem turun dari 1,26 persen pada Maret 2024 menjadi 0,78 persen pada September 2025.
Pemerintah juga mencatat jumlah penduduk miskin ekstrem turun dari 3,56 juta jiwa menjadi 2,2 juta jiwa. Data tersebut menunjukkan peningkatan taraf hidup masyarakat melalui berbagai program terpadu yang pemerintah jalankan bersama pemerintah daerah.
Baca juga: Upaya pemerintah dalam pengentasan kemiskinan ekstrem
Untuk memperkuat capaian tersebut, pemerintah menjalankan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 yang mendorong sinergi lintas kementerian dan pemerintah daerah. Kebijakan ini mempercepat pelaksanaan program pengentasan kemiskinan berbasis sektor produktif.
Ke depan, kerja sama RI China Papua diharapkan mampu menjadi model pembangunan terpadu. Kolaborasi ini mendorong peningkatan produktivitas pertanian, memperluas kesempatan kerja, serta memperkuat ekonomi masyarakat Papua secara inklusif dan berkelanjutan.
- Penulis: Retanto
- Editor: Wilda

Saat ini belum ada komentar