Prabowo Dorong Oxford Cambridge Buka Kampus di Indonesia
- account_circle Porondosi
- calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
- visibility 233
- comment 0 komentar
- print Cetak

Prabowo subianto ingin dorong Kampus Oxford dan Cambridge buka kampus di Indonesia
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, kabaristana.com-Prabowo dorong Oxford Cambridge buka kampus di Indonesia sebagai strategi mempercepat peningkatan kualitas pendidikan tinggi nasional. Melalui kebijakan ini, pemerintah menargetkan peningkatan daya saing sumber daya manusia serta penguatan riset di dalam negeri. (20/01/2026).
Prabowo Subianto menilai kehadiran kampus kelas dunia akan membawa dampak langsung bagi mutu pendidikan nasional. Karena itu, Prabowo dorong Oxford Cambridge buka kampus di Indonesia agar mahasiswa memperoleh akses pendidikan global tanpa harus ke luar negeri.
Selain itu, kebijakan ini membuka ruang transfer ilmu pengetahuan. Dengan demikian, kolaborasi akademik dan inovasi dapat berkembang lebih cepat.
Prabowo menegaskan bahwa dorongan membuka kampus Oxford dan Cambridge di Indonesia bertujuan meningkatkan kualitas SDM. Oleh sebab itu, pemerintah ingin memperkuat ekosistem pendidikan tinggi nasional.
Pada saat yang sama, mahasiswa dapat menghemat biaya pendidikan. Akibatnya, akses pendidikan bermutu menjadi lebih merata.
Untuk itu, Prabowo mendorong model kampus cabang berbasis kemitraan. Artinya, universitas asing harus bekerja sama dengan perguruan tinggi dalam negeri.
Tidak hanya pengajaran, kerja sama juga mencakup riset bersama dan pertukaran dosen. Bahkan, kurikulum dapat disesuaikan dengan kebutuhan nasional.
Sementara itu, pemerintah menyiapkan regulasi pendukung. Misalnya, kemudahan perizinan dan kepastian hukum.
Di samping itu, pemerintah membuka peluang insentif investasi. Tujuannya menarik universitas kelas dunia berinvestasi di sektor pendidikan.
Namun demikian, pengamat mengingatkan tantangan implementasi. Meski begitu, banyak negara Asia telah membuktikan keberhasilan model serupa.
Oleh karena itu, pemerintah harus menjaga mutu dan keterjangkauan biaya. Pada akhirnya, kebijakan ini tetap harus melindungi kampus nasional.
- Penulis: Porondosi
- Editor: Brian putra

Saat ini belum ada komentar