Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » GASKAN: LPAI Berjanji Kawal, Namun JPU Majalengka Dianggap Acuh & Menuduh Korban Berorientasi Uang

GASKAN: LPAI Berjanji Kawal, Namun JPU Majalengka Dianggap Acuh & Menuduh Korban Berorientasi Uang

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
  • visibility 377
  • comment 6 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, (kabaristana.com) – Kasus pencabulan terhadap dua anak di bawah umur di Majalengka terus menarik perhatian publik. Gerakan Suara Keadilan Netizen (GASKAN) terus mengawal kasus itu dan mendorong aparat mempercepat proses hukum bagi korban.

Ketua Wilayah LPAI Majalengka, Aris Prayuda, akhirnya memberikan tanggapan setelah kasus tersebut ramai menjadi perbincangan masyarakat.

“Terima kasih, kami akan mengecek perkembangan kasus ini dan segera menghubungi ibu korban secara langsung. Kami juga akan menyiapkan langkah pemulihan bagi anak-anak yang mengalami dampak psikologis akibat kejadian tersebut,” kata Aris kepada GASKAN.

LPAI Siapkan Pendampingan untuk Korban

Aris memastikan LPAI Majalengka akan memantau proses hukum yang sedang berjalan. Lembaga tersebut juga akan memberikan pendampingan kepada korban dan keluarganya.

Menurut Aris, pemulihan psikologis menjadi kebutuhan utama bagi anak-anak yang mengalami kekerasan seksual. Karena itu, LPAI akan berkoordinasi dengan pihak terkait agar korban memperoleh perlindungan dan pendampingan yang memadai.

Korban Kritik Respons Jaksa

Di sisi lain, Ibu Ashima Dinillah mengaku kecewa terhadap penanganan perkara tersebut. Tim GASKAN juga telah mencoba meminta konfirmasi kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU), Ibu Citra, melalui WhatsApp.

Namun hingga media ini menerbitkan berita ini, JPU belum menjawab permintaan konfirmasi.

Ashima mengaku sempat mendatangi Kejaksaan untuk meminta penjelasan terkait perkembangan kasus. Ia berharap mendapat informasi yang jelas mengenai proses hukum yang sedang berjalan.

“Saya memberanikan diri mengecek dan mempertanyakan langsung ke Jaksa, tapi saya sangat kecewa. Beliau malah bilang, ‘Ibu orientasinya cuma uang, jadi sabar saja. Kasus anak ibu masih kami lengkapi untuk ke Pengadilan Negeri’,” ungkap Ashima.

GASKAN menilai pernyataan tersebut tidak mencerminkan pelayanan yang seharusnya diterima korban. Organisasi itu meminta aparat penegak hukum mengedepankan empati dan profesionalisme saat menangani perkara kekerasan seksual terhadap anak.

Ashima Ungkap Dugaan Tawaran Damai Rp50 Juta

Ashima juga mengungkap adanya tawaran damai dalam kasus tersebut. Menurutnya, tim hukum yang mengatasnamakan Rumah Keadilan Kang Dedi Mulyadi (KDM) menawarkan penyelesaian damai senilai Rp50 juta.

Ashima menolak tawaran tersebut. Setelah penolakan itu, pihak yang menghubunginya langsung menghentikan komunikasi dan memblokir nomor teleponnya.

Selain itu, Ashima mengaku menerima pernyataan dari pihak tersangka yang menyebut adanya dana Rp50 juta untuk dibagikan kepada penegak hukum apabila dirinya tidak menerima perdamaian.

Pernyataan tersebut memunculkan tanda tanya dan kecurigaan terkait proses penanganan perkara. Karena itu, GASKAN meminta pihak berwenang menelusuri informasi tersebut secara transparan.

Pelayanan Pemkab Majalengka Ikut Menuai Kritik

Ashima juga mengkritik pelayanan yang ia terima saat berupaya menemui Bupati Majalengka. Saat itu, ia hanya bertemu dengan seorang staf ajudan bernama Pak Eman.

Menurut Ashima, staf tersebut tidak merespons laporan yang ia sampaikan secara memadai. Ia mengaku tidak mendapatkan kesempatan untuk menjelaskan persoalan yang sedang dihadapi keluarganya secara lengkap.

“Pak Eman sama sekali tidak respons. Beliau bahkan tidak mempersilakan saya duduk dengan alasan sedang buru-buru. ‘Cepat jelaskan keperluan ibu singkat, saya ada tugas,’ katanya sambil bergegas keluar ruangan tanpa merespons kasus yang saya utarakan,” tutur Ashima.

GASKAN Kawal Kasus Hingga Tuntas

GASKAN menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Organisasi tersebut akan mendorong percepatan sidang dan memastikan korban memperoleh pendampingan psikologis.

Selain itu, GASKAN berencana mengirim surat resmi kepada Kejaksaan Negeri Majalengka dan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. Melalui surat tersebut, GASKAN meminta evaluasi terhadap dugaan sikap tidak profesional dalam penanganan perkara.

“Kami akan mengawal kasus ini sampai korban benar-benar mendapat keadilan dan tersangka YRN menerima hukuman yang setimpal. Jangan menambah trauma korban dengan sikap yang menyakitkan. Jangan biarkan rakyat kecil merasa keadilan sulit dijangkau,” tegas Sekjen GASKAN, Andi Muhammad Rifaldy.

Publik Menuntut Keadilan bagi Korban

Masyarakat luas kini menaruh perhatian pada kasus pencabulan anak di Majalengka. Publik menuntut aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan lembaga perlindungan anak segera mengambil langkah nyata.

Masyarakat juga berharap korban memperoleh perlindungan, pendampingan, dan keadilan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Sementara itu, berbagai pihak terus menunggu perkembangan proses hukum terhadap tersangka YRN.

Komentar (6)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • pencarian nelayan hilang Makassar oleh Tim SAR gabungan

    Pencarian Nelayan Hilang Makassar Diperluas hingga 12 Mil Laut

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 315
    • 0Komentar

    Makassar, kabaristana.com  | Pencarian nelayan hilang Makassar memasuki hari ketiga dengan perluasan area penyisiran hingga 12 nautical mile dari titik awal kejadian. Tim SAR gabungan menyisir Perairan New Port, kawasan Pelindo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar, Andi Sultan, menyatakan tim memperluas sektor pencarian untuk […]

  • Polisi melakukan olah TKP kasus pria tewas tertabrak KRL di jalur rel Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

    Pria Tewas Tertabrak KRL di Lenteng Agung

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 210
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com)— Seorang pria tewas tertabrak KRL di kawasan Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa pagi. Hingga kini, polisi masih menyelidiki identitas korban dan penyebab pasti kejadian tersebut. Peristiwa itu terjadi di jalur rel KM 24/300 Jalur Hilir relasi Bogor–Kota. Masinis kereta melaporkan kejadian tersebut sekitar pukul 05.40 WIB melalui announcer Stasiun Lenteng Agung. Kapolsek […]

  • Dorong Inovasi dan Akademik Unggul, PB Al Washliyah Paparkan Arah Strategis RKU Universitas Al Washliyah Medan

    Dorong Inovasi dan Akademik Unggul, PB Al Washliyah Paparkan Arah Strategis RKU Universitas Al Washliyah Medan

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Medan, (KABARISTANA.COM) — Universitas Al Washliyah (UNIVA) Medan resmi menggelar Rapat Kerja Universitas (RKU) Tahun 2026 di Pancur Gading Hotel & Resort pada 23–24 September 2026. Rapat kerja tahunan ini mengusung tema “Penguatan Tata Kelola Akademik dan Inovasi Berbasis Nilai-Nilai Ke-Al Washliyah-an Menuju World Class University”. ​Kegiatan strategis tersebut dibuka langsung oleh Rektor UNIVA Medan, […]

  • Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara saat melepas peserta program Kementrans kirim peserta ke China di Jakarta.

    Kementrans Kirim Peserta ke China untuk Pelajari Pengentasan Kemiskinan

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 212
    • 0Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com)— Kementrans kirim peserta ke China sebagai bagian dari program pengembangan kawasan transmigrasi dan pengentasan kemiskinan di Indonesia. Sebanyak 36 peserta mengikuti pelatihan khusus tentang pembangunan pedesaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan pemerintah memilih China karena negara tersebut berhasil menekan angka kemiskinan dalam beberapa dekade terakhir. Menurut Iftitah, […]

  • DPRD Ternate Sebut Rekaman Basi, FORMAPAS MALUT: Yang Dipersoalka Komitmen Efisiensi dan Prioritas Kepentingan

    DPRD Ternate Sebut Rekaman Basi, FORMAPAS MALUT: Yang Dipersoalka Komitmen Efisiensi dan Prioritas Kepentingan

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Ternate, (KABARISTANA.COM) — Ketua Umum Pengurus Pusat Forum Mahasiswa Pascasarjana Maluku Utara (PP FORMAPAS MALUT), Riswan Sanun, merespons pernyataan anggota DPRD Kota Ternate dari Fraksi NasDem, Nurlela Syarif, yang menyebut rekaman percakapan mengenai usulan kenaikan tunjangan, peningkatan kapasitas perjalanan dinas (perjadin), dan pokok-pokok pikiran (pokir). sebagai persoalan tahun 2025 “sudah basi” dan tidak istimewa. Riswan […]

  • Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Pertanyakan Proses Fit and Proper Test Kapolri yang Berlangsung Singkat

    Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Pertanyakan Proses Fit and Proper Test Kapolri yang Berlangsung Singkat

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Jakarta, (KABARISTANA.COM) — Koalisi Aksi Mahasiswa, Pemuda, dan Rakyat Indonesia menggelar dialog publik sekaligus konferensi pers bertajuk “Fit and Proper Test Kapolri Secepat Kilat: Untuk Rakyat atau untuk Penguasa?” di Condet Park, Jakarta Timur, Kamis (15/10/2026). Kegiatan tersebut digagas oleh sejumlah organisasi yang tergabung dalam koalisi, yakni Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Hukum (AMPPUH), Gerakan […]

expand_less