Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » Bea Cukai dan Polri gagalkan ekspor 3,4 ton merkuri ilegal

Bea Cukai dan Polri gagalkan ekspor 3,4 ton merkuri ilegal

  • account_circle Rahman
  • calendar_month 44 menit yang lalu
  • visibility 10
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, (kabaristana.com) — Bea Cukai bersama Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menggagalkan ekspor ilegal 3,4 ton merkuri cair senilai sekitar Rp17,5 miliar yang akan dikirim ke Burkina Faso, Afrika. Tim gabungan menemukan muatan berbahaya tersebut di dalam kontainer bermuatan keramik di Terminal Petikemas Surabaya.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Timur I, Rusman Hadi, mengatakan pengungkapan itu membuktikan komitmen Bea Cukai dan Polri dalam memberantas penyelundupan komoditas strategis. Menurutnya, aparat tidak hanya melindungi penerimaan negara, tetapi juga menjaga masyarakat dan lingkungan dari dampak berbahaya merkuri.

Analisis Intelijen Bongkar Modus Penyelundupan

Sebelumnya, tim intelijen Bea Cukai Jawa Timur I, Bea Cukai Tanjung Perak, dan Polri menganalisis dokumen ekspor serta memetakan risiko terhadap satu kontainer berukuran 20 feet. Setelah itu, petugas memutuskan memeriksa kontainer tersebut secara menyeluruh.

Dokumen ekspor mencantumkan muatan berupa 900 karton keramik dengan tujuan Burkina Faso. Namun, petugas hanya menemukan 826 karton saat pemeriksaan berlangsung. Karena menemukan kejanggalan, tim melanjutkan pemeriksaan hingga ke bagian sela-sela palet.

Selanjutnya, petugas menemukan 251 botol plastik dan 71 jeriken berisi cairan berwarna perak. Pelaku menyembunyikan seluruh wadah tersebut di sela palet keramik. Selain itu, pelaku membungkus wadah menggunakan aluminium foil agar mesin pemindai sulit mendeteksinya.

Laboratorium Pastikan Cairan Berisi Merkuri

Kemudian, petugas membawa sampel cairan ke Laboratorium Bea Cukai Surabaya. Hasil pengujian memastikan seluruh cairan tersebut merupakan merkuri.

Setelah itu, tim menghitung seluruh barang bukti. Total berat merkuri mencapai 3.428 kilogram atau sekitar 3,4 ton. Sementara itu, nilai ekonominya diperkirakan mencapai Rp17,5 miliar.

Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Perak, Agus Cahyono, menjelaskan pelaku menggunakan keramik sebagai kamuflase untuk mengelabui petugas. Dengan cara itu, pelaku berharap barang berbahaya tersebut dapat lolos dari pemeriksaan.

Selain itu, dokumen ekspor menunjukkan tujuan pengiriman berada di Burkina Faso. Negara tersebut menjadi salah satu penghasil emas di Afrika. Karena itu, aparat menduga pelaku akan memanfaatkan merkuri untuk mendukung aktivitas pertambangan emas.

Penyidikan Terus Dikembangkan

Merkuri termasuk logam berat yang berbahaya. Zat tersebut dapat mencemari lingkungan dan mengancam kesehatan manusia apabila penggunaannya tidak terkendali.

Oleh sebab itu, pemerintah mengatur peredaran merkuri melalui Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006. Selain itu, pemerintah juga menerapkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2017 tentang Pengesahan Minamata Convention on Mercury.

Hingga kini, Bea Cukai dan Polri terus mengembangkan penyidikan untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat. Dengan demikian, aparat berharap dapat membongkar jaringan penyelundupan merkuri sekaligus mencegah pengiriman komoditas berbahaya ke luar negeri.

Sementara itu, Bea Cukai menegaskan akan terus memperkuat pengawasan berbasis intelijen dan mempererat koordinasi dengan Polri serta instansi terkait. Melalui langkah tersebut, aparat berharap dapat menekan praktik penyelundupan yang berpotensi merugikan negara, merusak lingkungan, dan mengancam keselamatan masyarakat.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dugaan Kasus Kekerasan Seksual Mencuat, Yayasan IAI Rawa Aopa Terancam Sanksi Administratif hingga Pencabutan Izin

    Dugaan Kasus Kekerasan Seksual Mencuat, Yayasan IAI Rawa Aopa Terancam Sanksi Administratif hingga Pencabutan Izin

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 155
    • 0Komentar

    KONSEL, (Kabaristana.com) || Dugaan kekerasan seksual di Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa kini menyeret tanggung jawab lembaga. Kasus ini tidak hanya menyasar individu, tetapi juga membuka potensi sanksi bagi yayasan sebagai pengelola. Korban hingga kini belum mendapat pendampingan hukum dan pemulihan psikologis yang layak. Kondisi ini menunjukkan lemahnya perlindungan dari pihak kampus. Korban Belum […]

  • asesor cdp muda bnsp dalam uji kompetensi nasional

    Asesor Muda Nur Wayda: Masa Depan Sistem Sertifikasi Kompetensi

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 415
    • 0Komentar

    JAKARTA, kabaristana.com — Regenerasi asesor dalam sistem sertifikasi kompetensi nasional kembali mengemuka setelah Nur Wayda, asesor Chef de Partie (CDP) muda, lolos seleksi Ujian Sertifikasi Kompetensi yang digelar Badan Nasional Sertifikasi Profesi. Peristiwa ini mencerminkan perubahan arah tata kelola penjaminan mutu sumber daya manusia Indonesia. Selama ini, sebagian sektor profesional masih mengaitkan otoritas dengan usia […]

  • Ilustrasi Mohammad Reza Aref dengan latar Selat Hormuz Iran dan kapal tanker minyak

    Iran Tegaskan Pertahanan Selat Hormuz, Kompensasi Jadi Syarat Utama

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 206
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || Isu Selat Hormuz Iran kembali menjadi perhatian global setelah pemerintah Iran menegaskan sikap tegasnya. Negara tersebut menyatakan akan tetap mempertahankan kendali atas jalur strategis itu sekaligus menuntut kompensasi. Pernyataan ini muncul setelah perundingan dengan Amerika Serikat belum menghasilkan kesepakatan. Iran Tegaskan Sikap di Selat Hormuz Iran Wakil Presiden Iran Mohammad Reza Aref […]

  • Aparat Iran Tembaki Demonstran, Saksi Mata Ungkap Aksi Brutal

    Aparat Iran Tembaki Demonstran, Saksi Mata Ungkap Aksi Brutal

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Porondosi
    • visibility 309
    • 1Komentar

    Jakarta, kabaristana.com – Aparat Iran tembaki demonstran dalam gelombang unjuk rasa yang terus meluas di berbagai wilayah negara tersebut. Seorang saksi mata mengungkap pasukan keamanan menggunakan peluru tajam untuk membubarkan massa, sebagaimana ia sampaikan kepada BBC, (13/1/2026). Di tengah pembatasan arus informasi yang ketat akibat gelombang demonstrasi, saksi mata tersebut memberikan gambaran langsung tentang situasi […]

  • konflik Gaza selatan di Khan Younis menewaskan warga Palestina

    Konflik Gaza Selatan Tewaskan Lima Warga Palestina di Khan Younis

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Serangan pemboman di wilayah Mawasi, Khan Younis, Gaza selatan menewaskan lima warga Palestina. Keluarga bersama warga setempat membawa jenazah para korban ke Nasser Medical Complex sebelum memakamkannya. Unggahan yang beredar memperlihatkan suasana duka di area rumah sakit saat keluarga mengantar para korban ke peristirahatan terakhir. Tangis keluarga dan kerabat pecah selama prosesi […]

  • Validasi Data MBG oleh BGN bersama sekolah dan pemerintah daerah untuk memastikan penerima manfaat tepat sasaran.

    BGN libatkan sekolah hingga pemda perkuat validasi data penerima MBG

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Badan Gizi Nasional (BGN) memperkuat validasi data penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini bertujuan memastikan seluruh kelompok sasaran menerima manfaat secara tepat dan merata. Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, menegaskan bahwa akurasi data menjadi prioritas utama. BGN tidak hanya menggabungkan data dari berbagai instansi, tetapi juga melakukan pengecekan langsung di […]

expand_less