Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Kisah Nabi Nuh: Mengapa Hewan Diselamatkan dan Manusia Ditinggalkan

Kisah Nabi Nuh: Mengapa Hewan Diselamatkan dan Manusia Ditinggalkan

  • account_circle Porondosi
  • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
  • visibility 2.065
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, kabaristana.com – Kisah Nabi Nuh sering dipahami sebagai cerita tentang bahtera dan banjir besar. Padahal, kisah ini menyimpan pelajaran moral yang jauh lebih dalam. Dari sini muncul satu pertanyaan penting: mengapa Nabi Nuh menyelamatkan hewan, sementara banyak manusia justru ditinggalkan?

Selama ratusan tahun, Nabi Nuh berdakwah dengan kesabaran luar biasa. Dengan keteguhan hati, ia mengajak kaumnya kembali ke jalan kebenaran. Ia juga menasihati mereka agar meninggalkan kesombongan dan menghentikan kezaliman. Namun, kaumnya menolak seruan tersebut. Bahkan, mereka mengejek Nabi Nuh dan menganggapnya gila. Penolakan itu terus berlangsung meski peringatan datang berulang kali. (07/02/2026).

Ketika wahyu turun, Allah memerintahkan Nabi Nuh membangun bahtera. Perintah itu terdengar jelas dan tegas. Dalam wahyu tersebut, Nabi Nuh diminta menyelamatkan orang-orang beriman serta sepasang dari setiap jenis hewan. Perintah ini tidak menunjukkan bahwa hewan lebih mulia dari manusia. Sebaliknya, pesan ini menegaskan bahwa nilai kemanusiaan lahir dari iman dan ketaatan.

Hewan hidup sesuai fitrahnya. Mereka tidak merusak bumi karena keserakahan. Tanpa kesadaran moral, mereka juga tidak menolak kebenaran demi kesombongan. Berbeda dengan itu, manusia sering memilih jalan sebaliknya. Padahal, Allah telah memberi manusia akal dan hati untuk membedakan yang benar dan yang salah.

Keputusan Nabi Nuh menyelamatkan hewan mengandung makna simbolik yang kuat. Dalam kondisi manusia kehilangan nurani, Allah menjaga keberlangsungan kehidupan melalui makhluk yang hidup selaras dengan alam. Karena itu, hewan menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan bumi setelah banjir besar menghapus kezaliman.

Kisah ini tidak membandingkan manusia dengan hewan. Sebagai gantinya, kisah ini menegur manusia secara moral. Iman, kerendahan hati, dan tanggung jawab memiliki nilai yang jauh lebih tinggi daripada kekuasaan dan jumlah pengikut. Setiap manusia memiliki pilihan. Dari pilihan itulah, Allah menentukan akibatnya.

Hingga hari ini, kisah Nabi Nuh tetap relevan. Melalui kisah ini, manusia diingatkan bahwa ketika kebenaran diabaikan dan kesombongan dipelihara, kehancuran akan datang sebagai akibat yang pasti.

  • Penulis: Porondosi
  • Editor: Endhy

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kabid Humas Polda Metro Jaya Budi Hermanto menjelaskan kasus eksploitasi anak Jakpus kepada wartawan.

    Polisi Bongkar Kasus Eksploitasi Anak di Jakpus, Tiga Tersangka Terjerat TPPO

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 242
    • 3Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com) — Polisi mengungkap kasus eksploitasi anak Jakpus dan menetapkan tiga tersangka dalam dugaan TPPO serta perampasan kemerdekaan di Bendungan Hilir, Tanah Abang. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyatakan tim penyidik mengumpulkan bukti secara intensif. Setelah itu, polisi menetapkan AV, T (alias U), dan WA (alias Y) sebagai tersangka. Kronologi […]

  • konflik Gaza selatan di Khan Younis menewaskan warga Palestina

    Konflik Gaza Selatan Tewaskan Lima Warga Palestina di Khan Younis

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 240
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Serangan pemboman di wilayah Mawasi, Khan Younis, Gaza selatan menewaskan lima warga Palestina. Keluarga bersama warga setempat membawa jenazah para korban ke Nasser Medical Complex sebelum memakamkannya. Unggahan yang beredar memperlihatkan suasana duka di area rumah sakit saat keluarga mengantar para korban ke peristirahatan terakhir. Tangis keluarga dan kerabat pecah selama prosesi […]

  • dugaan kekerasan daycare Yogya ilustrasi anak di tempat penitipan

    Dugaan Kekerasan di Daycare Yogya Diselidiki, Menteri HAM Turunkan Tim

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 250
    • 1Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) – Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, segera mengerahkan tim untuk menyelidiki dugaan pelanggaran di daycare di Yogyakarta. Ia mengambil langkah cepat setelah menerima laporan kekerasan dan diskriminasi terhadap anak. Tim Kementerian HAM langsung mendatangi lokasi pada hari yang sama. Mereka melakukan pengecekan awal dan kini menunggu laporan lengkap dari kantor wilayah sebagai […]

  • Tambang Pulau Wawonii yang ditolak mahasiswa karena mengancam lingkungan pulau kecil

    Mahasiswa Wawonii Desak Pemeriksaan Bupati Konawe Kepulauan Terkait Izin Tambang

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 1.000
    • 0Komentar

    Jakarta, kabaristana.com | Senin, 2 Februari 2026 Tambang Pulau Wawonii kembali menjadi perhatian publik. Forum Mahasiswa Wawonii Menggugat menyatakan sikap kritis terhadap kebijakan Pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan yang diduga mengeluarkan rekomendasi izin usaha pertambangan di Pulau Wawonii. Forum menilai kebijakan tersebut tidak sejalan dengan putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia yang melarang aktivitas pertambangan di wilayah […]

  • Kerusakan lingkungan Torobulu akibat aktivitas PT WIN menjadi sorotan FAMHI yang mendesak pemerintah segera bertindak.

    FAMHI Mendesak Presiden RI Turun Tangan Atas Kerusakan Lingkungan di Torobulu Akibat Aktivitas PT. WIN

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com) – Forum Advokasi Mahasiswa Hukum Indonesia mendesak Presiden Prabowo Subianto segera mengambil langkah tegas terkait dugaan kerusakan lingkungan di kawasan Torobulu akibat aktivitas PT Wijaya Inti Nusantara. FAMHI menyampaikan desakan itu setelah keresahan masyarakat terus meningkat. Warga menilai aktivitas perusahaan memicu kerusakan lingkungan di sekitar pemukiman. Masyarakat juga mengeluhkan debu yang mencemari lingkungan. […]

  • ta’awu Tolaki senjata tradisional Sulawesi Tenggara

    Sejarah Ta’awu: Simbol Tradisi, Kekuasaan, dan Identitas Masyarakat Tolaki

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 366
    • 3Komentar

    (Kabaristana.com) – Ta’awu menjadi salah satu warisan budaya masyarakat Tolaki yang sarat makna historis dan simbolik. Istilah ini berasal dari dua kata dalam bahasa Tolaki, yaitu ta’ yang berarti “bertahan” dan wu yang berarti “rambut”. Makna tersebut mencerminkan ketahanan dan keberanian dalam tradisi masyarakat pada masa lampau. Praktik Tradisional Ta’awu Masyarakat Tolaki menjalankan praktik ta’awu […]

expand_less