Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Kisah Nabi Nuh: Mengapa Hewan Diselamatkan dan Manusia Ditinggalkan

Kisah Nabi Nuh: Mengapa Hewan Diselamatkan dan Manusia Ditinggalkan

  • account_circle Porondosi
  • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
  • visibility 1.893
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, kabaristana.com – Kisah Nabi Nuh sering dipahami sebagai cerita tentang bahtera dan banjir besar. Padahal, kisah ini menyimpan pelajaran moral yang jauh lebih dalam. Dari sini muncul satu pertanyaan penting: mengapa Nabi Nuh menyelamatkan hewan, sementara banyak manusia justru ditinggalkan?

Selama ratusan tahun, Nabi Nuh berdakwah dengan kesabaran luar biasa. Dengan keteguhan hati, ia mengajak kaumnya kembali ke jalan kebenaran. Ia juga menasihati mereka agar meninggalkan kesombongan dan menghentikan kezaliman. Namun, kaumnya menolak seruan tersebut. Bahkan, mereka mengejek Nabi Nuh dan menganggapnya gila. Penolakan itu terus berlangsung meski peringatan datang berulang kali. (07/02/2026).

Ketika wahyu turun, Allah memerintahkan Nabi Nuh membangun bahtera. Perintah itu terdengar jelas dan tegas. Dalam wahyu tersebut, Nabi Nuh diminta menyelamatkan orang-orang beriman serta sepasang dari setiap jenis hewan. Perintah ini tidak menunjukkan bahwa hewan lebih mulia dari manusia. Sebaliknya, pesan ini menegaskan bahwa nilai kemanusiaan lahir dari iman dan ketaatan.

Hewan hidup sesuai fitrahnya. Mereka tidak merusak bumi karena keserakahan. Tanpa kesadaran moral, mereka juga tidak menolak kebenaran demi kesombongan. Berbeda dengan itu, manusia sering memilih jalan sebaliknya. Padahal, Allah telah memberi manusia akal dan hati untuk membedakan yang benar dan yang salah.

Keputusan Nabi Nuh menyelamatkan hewan mengandung makna simbolik yang kuat. Dalam kondisi manusia kehilangan nurani, Allah menjaga keberlangsungan kehidupan melalui makhluk yang hidup selaras dengan alam. Karena itu, hewan menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan bumi setelah banjir besar menghapus kezaliman.

Kisah ini tidak membandingkan manusia dengan hewan. Sebagai gantinya, kisah ini menegur manusia secara moral. Iman, kerendahan hati, dan tanggung jawab memiliki nilai yang jauh lebih tinggi daripada kekuasaan dan jumlah pengikut. Setiap manusia memiliki pilihan. Dari pilihan itulah, Allah menentukan akibatnya.

Hingga hari ini, kisah Nabi Nuh tetap relevan. Melalui kisah ini, manusia diingatkan bahwa ketika kebenaran diabaikan dan kesombongan dipelihara, kehancuran akan datang sebagai akibat yang pasti.

  • Penulis: Porondosi
  • Editor: Endhy

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • tutupan hutan Kalimantan Timur

    Kalimantan Timur Pertahankan Tutupan Hutan 62 Persen di Tengah Tekanan Industri

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 359
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berhasil mempertahankan tutupan hutan hujan tropis sebesar 62 persen dari total wilayah daratan. Capaian ini tetap terjaga meski aktivitas industri ekstraktif terus berkembang. Kepala Bidang Perencanaan dan Pemanfaatan Hutan Dinas Kehutanan Kalimantan Timur, Susilo Pranoto, menyebut luas wilayah Kaltim mencapai sekitar 12,69 juta hektare. Sebagian besar wilayah tersebut […]

  • Penetapan Tersangka Ketua Kadin Sultra Dipersoalkan, Jarnas Soroti Dugaan Ketimpangan dan Prosedur Janggal

    Penetapan Tersangka Ketua Kadin Sultra Dipersoalkan, Jarnas Soroti Dugaan Ketimpangan dan Prosedur Janggal

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 337
    • 0Komentar

    Penetapan tersangka terhadap Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara, Anton Timbang (AT), memicu sorotan publik. Jaringan Nasional Mahasiswa Merdeka (Jarnas MM) menilai aparat penegak hukum belum menerapkan prinsip keadilan secara merata dan masih menyisakan sejumlah kejanggalan prosedur. Jarnas Pertanyakan Konsistensi Penegakan Hukum Eksekutif Jarnas, Arin Fahrul Sanjaya, menilai aparat tidak konsisten dalam menangani […]

  • Penguatan dolar tekan permintaan kredit mobil baru menurut Adira Finance di Jakarta.

    Penguatan Dolar Tekan Permintaan Kredit Mobil Baru, Adira Finance Waspadai Perlambatan Pasar

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com) – Penguatan dolar tekan permintaan kredit mobil baru di tengah perlambatan pasar otomotif nasional. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) menilai kenaikan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) menaikkan biaya komponen kendaraan sehingga minat masyarakat terhadap kredit mobil baru ikut menurun. Regional Branch Manager New Car 1 Jabo Adira Finance, Sigit […]

  • pungli ptsl sumedang

    Mahasiswa Aksi di KPK Soroti Dugaan Pungli Program PTSL di BPN Sumedang

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 304
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | 6 Maret 2026 Sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta. Mereka menyoroti dugaan praktik pungutan liar dalam pengurusan sertifikat tanah di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sumedang. Mahasiswa menilai dugaan pungutan tersebut terjadi dalam pelaksanaan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Program ini merupakan kebijakan […]

  • Prabowo Puji Siswa Asing di Banjarbaru

    Prabowo Puji Siswa Asing di Banjarbaru

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 375
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Presiden Prabowo subianto puji siswa-siswi berbahasa asing ketika melakukan kunjungan kerja ke Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi kepada pelajar yang mampu berbicara bahasa Inggris dan bahasa asing lain dengan lancar. (13/01/2026). Dalam agenda tersebut, Presiden meninjau fasilitas sekolah. Selain itu, ia berdialog langsung dengan siswa di ruang kelas. Melalui interaksi […]

  • Capres kader parpol dalam sistem demokrasi Indonesia

    Demokrat Sebut Wajar Usulan Capres Harus Kader Parpol, KPK Dorong Aturan Lebih Ketat

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Lutfia Sahirah Rahmadani
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Jakarta, kabaristana.com — Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Dede Yusuf, menilai usulan agar calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) berasal dari kader partai politik sebagai hal yang wajar dalam sistem demokrasi Indonesia. Dede menegaskan bahwa partai politik berperan sebagai peserta utama dalam pemilu. Karena itu, partai memiliki kewenangan untuk mengusulkan pasangan calon presiden […]

expand_less