Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » News » Desak Perlindungan Pulau Wawonii, HIPMA Konkep-Jakarta dan GMH Sultra-Jakarta Sampaikan Pernyataan Sikap di ESDM RI dan Kemendagri RI

Desak Perlindungan Pulau Wawonii, HIPMA Konkep-Jakarta dan GMH Sultra-Jakarta Sampaikan Pernyataan Sikap di ESDM RI dan Kemendagri RI

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
  • visibility 172
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, Kabaristana.com – Himpunan Mahasiswa Konawe Kepulauan (HIPMA Konkep-Jakarta) bersama Gerakan Mahasiswa Hukum Sulawesi Tenggara (GMH Sultra-Jakarta) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI serta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI. Massa aksi menyampaikan aspirasi terkait dugaan persoalan administrasi dan perizinan aktivitas pertambangan PT Adnan Jaya Sekawan (AJS) di Pulau Wawonii, Kabupaten Konawe Kepulauan.

HIPMA Konkep Soroti Dugaan Perizinan Pertambangan

Jenderal Lapangan, Abdi Aditya, menegaskan bahwa setiap kegiatan pertambangan harus mematuhi mekanisme, prosedur, dan ketentuan hukum yang berlaku. Menurutnya, pemerintah harus segera mengevaluasi setiap dugaan ketidaksesuaian dalam proses penerbitan izin maupun pelaksanaan kegiatan pertambangan.

Selain itu, Abdi mengingatkan pentingnya perlindungan Pulau Wawonii sebagai pulau kecil. Ia meminta pemerintah mengutamakan kelestarian lingkungan, kepentingan masyarakat, dan pembangunan yang berkelanjutan dalam setiap kebijakan pertambangan.

“Pulau kecil harus dijaga keberlanjutannya. Setiap aktivitas pertambangan wajib tunduk pada hukum, mengedepankan transparansi, serta memperhatikan kelestarian lingkungan dan kepentingan masyarakat,” tegas Abdi.

Massa Minta Evaluasi WIUP PT Adnan Jaya Sekawan

Abdi menjelaskan bahwa wilayah izin usaha PT Adnan Jaya Sekawan mencakup 10 desa di Kecamatan Wawonii Selatan. Akibatnya, sebagian masyarakat mengkhawatirkan dampak terhadap lingkungan, ruang hidup, dan kepastian hukum atas aktivitas pertambangan di wilayah tersebut.

Lebih lanjut, Abdi menilai pemerintah perlu mengevaluasi penerbitan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP). Ia mengacu pada Pasal 35 Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil sebagaimana telah diubah melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014.

Menurutnya, ketentuan tersebut mengatur pembatasan kegiatan penambangan di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Oleh karena itu, pemerintah harus memastikan seluruh proses perizinan sesuai dengan peraturan perundang-undangan serta tidak menimbulkan kerusakan lingkungan maupun kerugian bagi masyarakat.

Abdi juga menegaskan bahwa Pulau Wawonii merupakan pulau kecil yang harus memperoleh perlindungan. Karena itu, HIPMA Konkep dan GMH Sultra meminta Kementerian ESDM RI mengevaluasi seluruh proses administrasi dan perizinan PT Adnan Jaya Sekawan.

Kemendagri Diminta Perkuat Pengawasan

Sementara itu, Jenderal Lapangan II, Jabal Nur, menyoroti peran Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dan Pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan dalam proses administrasi yang berkaitan dengan PT Adnan Jaya Sekawan.

Menurut Jabal, pemerintah harus segera mengevaluasi setiap dugaan persetujuan administrasi yang tidak sesuai dengan ketentuan hukum. Di samping itu, ia meminta Kementerian Dalam Negeri RI memperkuat pengawasan terhadap proses administrasi pemerintahan daerah.

Ia menegaskan bahwa setiap pejabat daerah wajib mempertanggungjawabkan setiap keputusan administrasi sesuai asas pemerintahan yang baik. Dengan demikian, pemerintah dapat memberikan kepastian hukum kepada masyarakat.

Massa Sampaikan Sejumlah Tuntutan

Dalam aksi tersebut, massa aksi menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah. Mereka meminta Kementerian ESDM RI mengevaluasi proses perizinan dan menolak WIUP PT Adnan Jaya Sekawan apabila terbukti tidak sesuai dengan ketentuan hukum.

Selain itu, massa juga meminta pemerintah meninjau kembali setiap persetujuan administrasi apabila aparat menemukan dugaan pelanggaran prosedur. Mereka juga mendorong pemerintah memperkuat perlindungan Pulau Wawonii sebagai pulau kecil sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Selanjutnya, massa menjalankan aksi secara damai. Mereka menyampaikan orasi dan menyerahkan pernyataan sikap kepada perwakilan Kementerian ESDM RI serta Kementerian Dalam Negeri RI.

Mahasiswa Tegaskan Komitmen Mengawal Aspirasi

Jabal Nur menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk komitmen mahasiswa asal Konawe Kepulauan dalam mengawal kepentingan masyarakat.

“Kami berharap pemerintah pusat segera memberikan jawaban yang jelas dan mengambil langkah konkret atas tuntutan yang kami sampaikan. Selama belum ada kepastian dan tindak lanjut yang nyata, kami akan terus mengawal persoalan ini melalui jalur konstitusional sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat Konawe Kepulauan,” ujar Jabal.

Terakhir, Jabal menegaskan bahwa perjuangan mereka bukan untuk kepentingan kelompok tertentu. Sebaliknya, mereka ingin menjaga kelestarian Pulau Wawonii, melindungi hak-hak masyarakat, serta memastikan setiap aktivitas pertambangan berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dengan demikian, mereka berharap pemerintah pusat segera memberikan kepastian hukum dan menjadikan aspirasi masyarakat Konawe Kepulauan sebagai perhatian serius.

Catatan Redaksi: Berita ini memuat pernyataan dan tuntutan dari peserta aksi. Dugaan yang disampaikan merupakan pandangan pihak pengunjuk rasa dan belum merupakan putusan hukum yang berkekuatan tetap. Kabaristana.com membuka ruang hak jawab bagi PT Adnan Jaya Sekawan, Kementerian ESDM RI, Kementerian Dalam Negeri RI, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, maupun Pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan untuk memberikan tanggapan.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ilustrasi gencatan senjata Israel Lebanon selama 10 hari dengan peran PBB

    RI Harapkan Gencatan Senjata Israel–Lebanon Berujung Perdamaian Permanen

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 263
    • 1Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com) — Pemerintah Indonesia menyambut gencatan senjata antara Israel dan Lebanon. Indonesia berharap kesepakatan ini mengarah pada perdamaian permanen. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Vahd Nabyl A. Mulachela, menyatakan bahwa Indonesia terus memantau proses perundingan. Ia menekankan pentingnya hasil nyata dari dialog tersebut. Indonesia mendesak semua pihak segera mengambil langkah konkret. Tujuannya […]

  • Diskon tiket kereta ekonomi dimanfaatkan penumpang saat menaiki kereta api di Stasiun Yogyakarta selama periode libur sekolah.

    Diskon Tiket Kereta Ekonomi 30 Persen, KAI Daop 6 Yogyakarta Sambut Libur Sekolah

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com)– PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 6 Yogyakarta menghadirkan diskon tiket sebesar 30 persen untuk kereta api kelas ekonomi komersial selama libur sekolah. Program ini mendukung kebijakan pemerintah melalui Kementerian Perhubungan untuk meningkatkan mobilitas masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengatakan masyarakat dapat […]

  • gubernur papua mathius d fakhiri umumkan keringanan pajak papua 2026

    Kado Lebaran dari Gubernur Papua: Diskon Pajak Kendaraan hingga 30 Persen Berlaku Tiga Bulan

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 412
    • 0Komentar

    Keringanan pajak Papua 2026 hadir sebagai solusi bagi masyarakat menjelang Lebaran. Program ini membantu warga sekaligus mendorong kepatuhan dalam membayar pajak kendaraan bermotor. Jayapura, (Kabaristana.com) | Pemerintah Provinsi Papua meluncurkan program keringanan pajak Papua 2026 untuk menyambut Lebaran 1447 Hijriah. Melalui kebijakan ini, pemerintah mendorong masyarakat agar segera melunasi kewajiban pajak. Gubernur Papua, Mathius D […]

  • Mata Air Surga Dimatikan? Warga Desak Keterbukaan AMDAL, Ramni Riyadi: “Jika Ada Keterlibatan, Kami Tempuh Jalur Hukum”

    Mata Air Surga Dimatikan? Warga Desak Keterbukaan AMDAL, Ramni Riyadi: “Jika Ada Keterlibatan, Kami Tempuh Jalur Hukum”

    • calendar_month Rabu, 28 Okt 2026
    • account_circle Redaksi 1
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Barito Selatan, (KABARISTANA.COM) — Persoalan lingkungan dan keberlangsungan sumber air bersih kembali menjadi sorotan masyarakat di Dusun Muara Mulungai, Desa Bintang Ara, Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah. Warga mengeluhkan kondisi Sungai Arang dan Sungai Dewi yang menurut keterangan masyarakat mengalami perubahan kondisi dan diduga berkaitan dengan aktivitas usaha di sekitar wilayah […]

  • Barcelona vs Newcastle 7-2 Raphinha merayakan gol di Camp Nou Liga Champions

    Barcelona Menggila! Hajar Newcastle 7-2, Tiket Perempat Final di Tangan

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 237
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Barcelona memastikan tiket perempat final Liga Champions setelah menghancurkan Newcastle United dengan skor 7-2 pada leg kedua babak 16 besar di Camp Nou, Rabu waktu setempat. Hasil ini membuat Blaugrana unggul agregat 8-3. Barcelona langsung menekan sejak menit awal. Raphinha membuka keunggulan pada menit ke-6 setelah menerima umpan matang dari Fermin Lopez. […]

  • Bandung Zoo saat proses transisi pengelolaan di Kota Bandung

    Kemenhut Tegaskan Pemkot Bandung Tanggung Kebutuhan Satwa Bandung Zoo Selama Masa Transisi

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 183
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) – Kementerian Kehutanan meminta Pemerintah Kota Bandung memenuhi kebutuhan dasar satwa di Bandung Zoo selama masa transisi pengelolaan. Langkah itu dilakukan untuk menjaga kondisi satwa tetap aman dan terawat. Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan, Satyawan Pudiyatmoko, mengatakan kebutuhan dasar satwa mencakup pakan, obat-obatan, vitamin, dan kebutuhan teknis […]

expand_less