JAKARTA, (Kabaristana.com) || Amerika Serikat kembali mencatat sejarah dalam eksplorasi antariksa. NASA meluncurkan misi berawak Artemis II dari Kennedy Space Center pada Rabu (1/4) waktu setempat.
Roket Space Launch System (SLS) membawa wahana Orion serta empat astronaut dalam misi berdurasi sekitar 10 hari. Peluncuran berlangsung pukul 18.35 waktu setempat atau Kamis pagi WIB.
Empat Astronaut Jalani Misi Lintas Bulan
Empat astronaut memimpin misi ini, yaitu Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen.
Mereka menjalani penerbangan lintas Bulan pertama dalam lebih dari 50 tahun. Misi ini tidak mencakup pendaratan, tetapi fokus pada pengujian sistem dan perjalanan mengelilingi Bulan.
Perjalanan Menuju Orbit dan Bulan
Tim peluncuran sempat menghentikan hitung mundur di T-10 menit, lalu melanjutkannya hingga roket berhasil lepas landas.
Sekitar delapan menit setelah peluncuran, roket menyelesaikan fase propulsi utama dan memisahkan tahap inti dengan sukses. Selanjutnya, Orion membuka panel surya dan mulai menghasilkan energi untuk seluruh sistem.
Tim di darat bersama kru segera mengaktifkan mode operasi penerbangan dan memeriksa sistem utama untuk memastikan kondisi tetap optimal.
Eksplorasi dan Penelitian di Sekitar Bulan
Orion bergerak menuju orbit elips Bumi sebelum melanjutkan perjalanan ke orbit yang lebih tinggi. Setelah itu, wahana melanjutkan misi secara mandiri menuju lintasan Bulan.
Dalam fase lintas Bulan, para astronaut akan mengamati dan memotret permukaan Bulan, termasuk sisi jauh yang jarang terlihat manusia. Mereka juga menjalankan penelitian terkait kesehatan manusia di luar angkasa.
Langkah Awal Menuju Misi Mars
Setelah menyelesaikan misi, Orion akan kembali ke Bumi dan mendarat di Samudra Pasifik.
NASA menargetkan misi ini sebagai uji coba penting untuk sistem pendukung kehidupan dan teknologi penerbangan berawak jarak jauh. Melalui Artemis II, NASA ingin membuka jalan bagi kehadiran manusia di Bulan secara berkelanjutan serta misi lanjutan ke Mars.
Saat ini belum ada komentar