Krisis Energi Global, Prabowo Dorong Percepatan Energi Alternatif di Indonesia
- account_circle Rahman
- calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
- visibility 151
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BOGOR, (Kabaristana.com) || Krisis energi global mendorong Presiden Prabowo Subianto mempercepat pengembangan energi alternatif guna memperkuat ketahanan energi nasional. Ia menyampaikan arahan tersebut dalam rapat terbatas sektor energi di Hambalang, Bogor, Rabu (25/3/2026).
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa pemerintah kini fokus mengoptimalkan seluruh potensi energi dalam negeri. Pemerintah mengembangkan bioetanol dari tebu dan singkong, meningkatkan produksi biodiesel berbasis CPO, serta mempercepat pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT).
Krisis energi global membuat harga energi di banyak negara berfluktuasi tajam. Pemerintah Indonesia merespons kondisi tersebut dengan memperkuat kemandirian energi. Pemerintah ingin mengurangi ketergantungan pada impor sekaligus menjaga stabilitas pasokan energi domestik.
Bahlil menegaskan bahwa pemerintah terus mendorong investasi di sektor energi hijau. Pemerintah membuka peluang pengembangan tenaga surya, angin, panas bumi, dan bioenergi. Langkah ini tidak hanya menjaga ketahanan energi, tetapi juga mendukung target penurunan emisi karbon.
Selain itu, Bahlil melaporkan perkembangan harga batu bara dan nikel kepada Presiden. Pemerintah belum mengubah kebijakan produksi kedua komoditas tersebut. Pemerintah memilih menjaga keseimbangan pasar sambil mencermati dinamika global.
Jika harga tetap stabil, pemerintah akan mempertimbangkan relaksasi produksi secara terbatas. Pemerintah tetap menjaga keseimbangan supply dan demand agar harga tidak terganggu. Kebijakan ini akan berjalan secara hati-hati dan terukur.
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, pemerintah juga mendorong kolaborasi antara BUMN, swasta, dan investor global. Pemerintah ingin mempercepat hilirisasi energi sekaligus menciptakan nilai tambah di dalam negeri.
Langkah ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya merespons krisis energi global, tetapi juga membangun fondasi kuat menuju swasembada energi. Dengan strategi tersebut, Indonesia berpotensi menjadi salah satu pemain penting dalam transisi energi dunia.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: https://www.esdm.go.id



Saat ini belum ada komentar