Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Sekolah Rajin Meluluskan, Tapi Tak Mengajarkan Berpikir

Sekolah Rajin Meluluskan, Tapi Tak Mengajarkan Berpikir

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
  • visibility 581
  • comment 3 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sekolah Rajin Meluluskan, Tapi Tak Mengajarkan Berpikir, Artinya:

sekolah menekankan kelulusan dan kepatuhan, sementara kemampuan berpikir kritis dan mandiri kurang dibangun.

Jakarta, kabaristana.com | Pendidikan kritis di sekolah Indonesia belum menjadi fondasi utama pembelajaran, karena sistem pendidikan masih lebih menekankan kelulusan dan kepatuhan dibandingkan kemampuan berpikir mandiri dan reflektif.

Ruang Kelas yang Menuntut Kepatuhan

Di ruang kelas, guru masih banyak menekankan hafalan, ketaatan aturan, dan target nilai. Murid belajar mengikuti instruksi, bukan menguji gagasan. Ketika siswa mengajukan pertanyaan kritis atau menyampaikan pendapat berbeda, lingkungan belajar sering meresponsnya sebagai gangguan. Pola ini membentuk kebiasaan patuh, bukan keberanian berpikir.

Kebijakan Berubah, Praktik Tetap Sama

Pemerintah berulang kali mengganti kurikulum dengan janji memperkuat kreativitas dan nalar kritis. Kementerian Pendidikan mendorong pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Namun, di tingkat sekolah, praktik belajar masih berorientasi pada nilai, peringkat, dan kelulusan. Sekolah menjalankan kebijakan secara administratif tanpa mengubah budaya belajar secara substantif.

Tekanan Sosial Membatasi Pilihan Anak

Selain sekolah, keluarga dan masyarakat ikut memperkuat budaya kepatuhan. Banyak orang tua mengarahkan anak memilih jurusan yang dianggap aman dan cepat menghasilkan pekerjaan. Mereka mengutamakan stabilitas jangka pendek, bukan pengembangan potensi dan minat anak. Akibatnya, banyak pelajar belajar menyesuaikan diri, bukan mengenali dan mengembangkan kemampuan berpikirnya.

Dampak bagi Masyarakat dan Demokrasi

Pendidikan yang mengabaikan daya kritis berisiko melahirkan generasi pasif. Warga yang terbiasa patuh akan sulit mempertanyakan ketidakadilan dan kebijakan publik yang bermasalah. Dalam jangka panjang, kondisi ini melemahkan kualitas demokrasi dan partisipasi masyarakat, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Pendidikan Seharusnya Membebaskan

Pendidikan idealnya membangun keberanian berpikir, bukan rasa takut salah. Sekolah perlu menciptakan ruang aman bagi perbedaan pendapat dan proses menalar. Dunia yang terus berubah membutuhkan individu yang mampu berpikir reflektif dan bertanggung jawab atas pilihannya, bukan sekadar lulusan yang menunggu arahan.

Persoalan pendidikan tidak berhenti pada angka kelulusan atau pergantian kurikulum. Tantangan utamanya terletak pada keberanian mengubah orientasi belajar. Selama sekolah hanya rajin meluluskan tanpa mengajarkan cara berpikir, pendidikan akan sulit menjalankan perannya sebagai fondasi kesadaran dan kemajuan masyarakat.

Komentar (3)

  • Ann

    Pendidikan seharusnya menjadi ruang pembebasan nalar, bukan sekadar pabrik kepatuhan. Ketika sekolah lebih sibuk mengejar angka kelulusan daripada membangun daya kritis, kita sedang menyiapkan generasi yang pandai mengikuti perintah tetapi gagap membaca realitas. Perubahan kurikulum tidak akan berarti apa-apa tanpa keberanian mengubah budaya belajar di ruang kelas dan di rumah. Jika pendidikan gagal melatih keberanian berpikir, maka demokrasi hanya akan diisi oleh warga yang diam dan menerima.

    Balas6 Februari 2026 2:37 pm
  • Jejeng

    Persoalan pendidikan kita bukan semata soal kurikulum, melainkan soal orientasi. Selama sekolah masih memaknai keberhasilan sebagai kepatuhan dan nilai tinggi, ruang bagi berpikir kritis akan selalu sempit. Pendidikan seharusnya membantu anak memahami dirinya dan realitas sosialnya, bukan hanya menyesuaikan diri dengan sistem yang ada.

    Salin ini baru komentar

    Balas6 Februari 2026 12:27 pm
  • RedaksiRedaksi

    Pendidikan seharusnya menjadi ruang pembebasan nalar, bukan sekadar pabrik kepatuhan. Ketika sekolah lebih sibuk mengejar angka kelulusan daripada membangun daya kritis, kita sedang menyiapkan generasi yang pandai mengikuti perintah tetapi gagap membaca realitas.

    Perubahan kurikulum tidak akan berarti apa-apa tanpa keberanian mengubah budaya belajar di ruang kelas dan di rumah..

    Jika pendidikan gagal melatih keberanian berpikir, maka demokrasi hanya akan diisi oleh warga yang diam dan menerima.

    Balas6 Februari 2026 12:15 pm

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bea Cukai Kendari didesak mengevaluasi pengawasan atas maraknya peredaran rokok ilegal di Sulawesi Tenggara.

    GMH Sultra-Jakarta Desak Copot Kepala Bea Cukai Kendari, Soroti Maraknya Rokok dan Alkohol Ilegal

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Gerakan Mahasiswa Hukum (GMH) Sulawesi Tenggara-Jakarta mengkritik kinerja Kantor Bea dan Cukai Kendari karena belum maksimal mengawasi peredaran rokok ilegal dan minuman beralkohol ilegal di Sulawesi Tenggara. Ketua GMH Sultra-Jakarta, Abdi Aditya, mengatakan peredaran barang kena cukai ilegal yang terjadi secara terbuka bukan persoalan biasa. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan lemahnya pengawasan di […]

  • Pengolahan Sampah Banyumas Jadi Sorotan, Prabowo Tinjau Inovasi Limbah Bernilai Ekonomi

    Pengolahan Sampah Banyumas Jadi Sorotan, Prabowo Tinjau Inovasi Limbah Bernilai Ekonomi

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 236
    • 3Komentar

    Jakarta (kabaristana.com)Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung pengolahan sampah Banyumas di Jawa Tengah, Selasa. Fasilitas ini mengolah limbah menjadi genteng, paving block, dan bahan bakar alternatif yang bernilai ekonomi. Inovasi Produk Daur Ulang Setibanya di lokasi, Presiden langsung melihat hasil olahan sampah plastik. Petugas menunjukkan genteng dan paving block yang kini dipakai di fasilitas umum. Selanjutnya, […]

  • Kapolri Listyo Sigit Prabowo berbicara di podium saat panen jagung 2026 di Tuban, Jawa Timur, dihadiri petani dan pejabat, menekankan dukungan KUR untuk petani.

    Kapolri Dorong KUR untuk Petani dalam Panen Jagung 2026 Tingkatkan Produksi Nasional

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com)– Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menekankan pentingnya dukungan pembiayaan dan sarana pertanian bagi petani dalam rangka panen jagung 2026. Oleh karena itu, ia langsung menyampaikan aspirasi tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto saat panen raya jagung serentak di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Tujuannya adalah memperluas lahan, meningkatkan kapasitas produksi, dan mendukung […]

  • Mahasiswa Sulawesi Tenggara Rawamangun Aktif Berkegiatan

    Ruang Tumbuh Dan Kiprah Mahasiswa Sulawesi Tenggara di Ibu Kota

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 508
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) – Jakarta dikenal sebagai pusat pendidikan yang menarik mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. Banyak mahasiswa asal Sulawesi Tenggara (Sultra) juga memilih menetap di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur. (10/01/2026). Rawamangun menjadi tempat berkumpul mahasiswa Sulawesi Tenggara dari 17 kabupaten dan kota. Mereka membangun komunitas untuk saling mendukung selama menempuh pendidikan di Jakarta. Komunitas […]

  • Kapolres Sumenep Anang Hardiyanto jelaskan temuan kokain Giligenting

    Temuan Kokain Giligenting 27,83 Kg Diusut, Polisi Telusuri Jalur Laut

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 265
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Polisi mengusut temuan kokain Giligenting seberat 27,83 kilogram di Pantai Pasir Putih Kahuripan, Kecamatan Giligenting, Sumenep. Petugas langsung bergerak untuk memburu pelaku dan menelusuri jalur distribusi. Kapolres Sumenep, Anang Hardiyanto, memimpin penyelidikan. Ia menegaskan timnya fokus mengungkap asal barang. Polisi juga menelusuri jaringan yang terlibat. Petugas Satuan Reserse Narkoba mengamankan seluruh barang […]

  • Mahasiswa Institut STIAMI berfoto di depan Istana Kepresidenan Jakarta dalam program “Istana untuk Anak Sekolah” untuk memperkenalkan proses pemerintahan dan nilai Pancasila.

    Kemensetneg Terima Kunjungan Mahasiswa Institut STIAMI dalam Program “Istana untuk Anak Sekolah”

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 400
    • 1Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com) kamis 23 April 2026  Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) menyambut 100 mahasiswa dari Institut STIAMI (Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Mandala Indonesia) pada Kamis, 23 April 2026. Presiden Prabowo Subianto menginisiasi program ini untuk memberikan pengalaman langsung kepada generasi muda tentang proses pemerintahan dan memperkenalkan nilai-nilai Pancasila. Program ini juga bertujuan memperkuat kesadaran kebangsaan di […]

expand_less