JAKARTA, (Kabaristana.com) | Presiden Prabowo Subianto mengungkap alasan Indonesia mendapat tawaran bergabung dalam Board of Peace (BoP), inisiatif perdamaian yang digagas Donald Trump. Menurutnya, Indonesia melihat peluang nyata untuk membantu rakyat Palestina, sehingga keputusan tersebut tidak didasarkan pada kepentingan politik semata.
Indonesia Cari Cara Hentikan Konflik
Awalnya, konflik memuncak setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 dan respons militer Israel. Akibatnya, situasi kemanusiaan memburuk dan mendorong Indonesia untuk mencari solusi nyata.
Selanjutnya, pemerintah Indonesia mengirim bantuan kemanusiaan, seperti pesawat Hercules dan kapal rumah sakit. Selain itu, Indonesia juga memperkuat diplomasi dengan berbagai negara, khususnya negara Muslim, guna menekan eskalasi konflik.
Kemudian, dalam Sidang Umum PBB September 2025, Prabowo menegaskan dukungan Indonesia terhadap solusi dua negara. Dengan demikian, Indonesia konsisten mendorong penyelesaian damai antara Palestina dan Israel.
Tak lama kemudian, Trump mengundang sejumlah negara Muslim untuk membahas rencana perdamaian. Dalam pertemuan tersebut, para pihak mendiskusikan proposal “21 point plan” yang membuka peluang pembentukan negara Palestina.
Peran Negara Muslim dan AS
Di sisi lain, Emir Qatar menyampaikan dukungan terhadap rencana tersebut. Namun demikian, ia menegaskan bahwa keberhasilan implementasi sangat bergantung pada sikap Israel.
Menanggapi hal itu, Trump menyatakan kesiapannya untuk meyakinkan Perdana Menteri Israel. Seiring waktu, upaya diplomasi mulai menunjukkan hasil, di mana bantuan kemanusiaan meningkat dan ribuan truk masuk ke Gaza setiap pekan.
Sementara itu, Prabowo menegaskan Indonesia menetapkan syarat utama sebelum bergabung. Artinya, Indonesia hanya akan berpartisipasi jika mendapat mandat resmi dari PBB.
Lebih lanjut, Indonesia menolak keterlibatan dalam operasi militer terhadap Hamas. Sebaliknya, pemerintah memilih fokus melindungi warga sipil dari berbagai ancaman.
Indonesia Tunda Keterlibatan
Meski demikian, Indonesia belum bergabung secara aktif dalam Board of Peace. Hal ini karena situasi di lapangan belum sepenuhnya stabil.
Oleh karena itu, pemerintah memutuskan menunda keterlibatan hingga kondisi lebih kondusif dan mendukung upaya perdamaian.
Pada akhirnya, Prabowo menegaskan Indonesia tetap berkomitmen mendukung Palestina. Baik melalui bantuan kemanusiaan maupun jalur diplomasi, Indonesia terus berupaya mendorong terciptanya perdamaian yang berkelanjutan.
Saat ini belum ada komentar