Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » International » Veto Membayangi: Rusia, China, dan Prancis Ganjal Resolusi DK PBB soal Selat Hormuz

Veto Membayangi: Rusia, China, dan Prancis Ganjal Resolusi DK PBB soal Selat Hormuz

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
  • visibility 159
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, (Kabaristana.com) || Upaya Dewan Keamanan PBB untuk membuka Selat Hormuz kini menghadapi hambatan serius. Namun, Rusia, China, dan Prancis menolak klausul penggunaan kekuatan militer dalam draf resolusi.

Menurut The New York Times, sumber diplomatik menjelaskan isi draf tersebut. Draf itu memberi kewenangan kepada negara anggota untuk menjamin kebebasan pelayaran. Dengan demikian, negara anggota dapat mengambil langkah tegas saat jalur terganggu.

Meski begitu, ketiga negara menilai opsi militer berisiko memperluas konflik di Timur Tengah.

Usulan Bahrain dan Dinamika Negosiasi

Bahrain mengajukan resolusi ini dan mendapat dukungan dari negara-negara Teluk. Sejak awal, para diplomat terus menyempurnakan isi draf. Mereka sudah merevisi dokumen tersebut hingga empat kali.

Selain itu, para pihak juga menggelar negosiasi tertutup selama beberapa pekan. Akan tetapi, perbedaan sikap tetap tajam.

Pemungutan suara akan berlangsung Jumat. Sementara itu, para diplomat masih menghitung dukungan. Hingga kini, hasil akhir masih belum jelas.

Konflik Picu Gangguan Hormuz

Ketegangan kawasan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel menyerang sejumlah target di Iran pada akhir Februari. Serangan itu menghantam beberapa lokasi penting, termasuk Teheran.

Kemudian, Iran membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS. Akibatnya, situasi kawasan semakin memanas.

Gangguan langsung terjadi di Selat Hormuz. Jalur energi global itu kini tidak sepenuhnya aman. Oleh karena itu, distribusi minyak dan gas ikut terganggu.

Dampak Global dan Ketidakpastian

Gangguan di Hormuz menekan pasokan energi dunia. Alhasil, harga minyak dan gas melonjak di pasar internasional.

Di sisi lain, perbedaan tajam di DK PBB menghambat langkah bersama. Jika kondisi ini berlanjut, stabilitas jalur energi global akan tetap terancam.

  • Penulis: Rahman
  • Editor: Nur Endana

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Operasi Militer Israel di Lebanon menimbulkan kepulan asap besar di wilayah Yahmar al-Shakif, Lebanon selatan.

    Prancis Soroti Operasi Militer Israel di Lebanon, Desak PBB Gelar Pertemuan Darurat

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com)– Prancis menyatakan kekhawatiran atas operasi militer Israel di Lebanon yang terus berkembang. Pemerintah Prancis bahkan meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menggelar pertemuan darurat untuk membahas situasi tersebut. Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot menilai operasi militer Israel berpotensi memperburuk kondisi keamanan di kawasan Timur Tengah. Ia menegaskan bahwa langkah militer yang berkepanjangan […]

  • Korupsi PT AKT dalam kasus ekspor batu bara ilegal yang diusut Kejagung

    Kejagung Tetapkan MJE Tersangka Baru dalam Kasus Korupsi PT AKT

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Kejaksaan Agung menetapkan MJE sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan tambang batu bara PT AKT (Asmin Koalindo Tuhup) di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah. Kasus tersebut berlangsung pada periode 2016 hingga 2025. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, mengatakan MJE merupakan pemilik PT CBU (Cordelia Bara Utama). Tim […]

  • pemerasan sertifikat K3 di Kementerian Ketenagakerjaan dan KPK

    KPK Periksa Sekjen Kemenaker Terkait Dugaan Pemerasan Sertifikat K3

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 149
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) Kasus pemerasan sertifikat K3 kembali menjadi perhatian publik. Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Cris Kuntadi sebagai saksi untuk mendalami dugaan praktik pemerasan dalam layanan sertifikasi keselamatan kerja. Komisi Pemberantasan Korupsi (Komisi Pemberantasan Korupsi) memeriksa Cris Kuntadi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyatakan pemeriksaan […]

  • perkembangan Islam China Dinasti Ming di masjid kuno China

    Fenomena Warga China Masuk Islam pada Era Dinasti Ming, Ini Faktor yang Mendorongnya

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 180
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Sejarah mencatat Islam pernah berkembang cukup pesat di China. Perkembangan itu terjadi pada masa pemerintahan Zhu Yuanzhang, pendiri Dinasti Ming yang berkuasa pada 1368–1398. Pada masa tersebut, Islam tidak hanya bertahan sebagai agama minoritas. Ajaran ini mulai dikenal luas dan menarik perhatian sebagian masyarakat setempat. Penelitian berjudul Islam in Imperial China (2019) […]

  • Aksi penolakan tambang Pulau Wawonii oleh Gerakan Mahasiswa Hukum Sultra-Jakarta di Jakarta

    Gerakan Mahasiswa Hukum Sultra-Jakarta Desak Pemerintah Hentikan Tambang di Pulau Wawonii

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Gerakan Mahasiswa Hukum Sultra-Jakarta kembali menyuarakan penolakan terhadap aktivitas pertambangan di Pulau Wawonii, Kabupaten Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara. Ketua Gerakan Mahasiswa Hukum Sultra-Jakarta, Abdi Aditya, meminta pemerintah pusat segera mengambil langkah konkret untuk melindungi lingkungan dan masyarakat Pulau Wawonii. Abdi Aditya menilai aktivitas pertambangan di Pulau Wawonii memicu keresahan masyarakat. Ia juga […]

  • dukungan parlemen Greenland terhadap rencana kantor NATO di Greenland

    Parlemen Greenland Sambut Wacana Pembukaan Kantor NATO di Wilayah Arktik

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 285
    • 0Komentar

    Jakarta, Kabaristana.com | Parlemen Greenland menyatakan dukungan terhadap wacana pembukaan kantor NATO di Greenland. Wakil Ketua Parlemen Greenland, Bentiaraq Ottosen, menilai rencana tersebut relevan dengan meningkatnya kepentingan keamanan dan geopolitik di kawasan Arktik yang terus berkembang. Ottosen menjelaskan bahwa Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen, telah menyampaikan penilaian NATO mengenai perlunya kehadiran kantor perwakilan di Greenland. […]

expand_less