Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis & Industri » Dua Kapal Tanker Pertamina Terkendala Melintasi Selat Hormuz, Ini Penyebabnya

Dua Kapal Tanker Pertamina Terkendala Melintasi Selat Hormuz, Ini Penyebabnya

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
  • visibility 192
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, (Kabaristana.com) || 1 April 2026 – Dua kapal tanker milik Pertamina belum berhasil melintasi Selat Hormuz. Kondisi ini memicu perhatian publik karena kapal dari negara lain, termasuk Malaysia, tetap bisa melintas tanpa tarif tambahan.

Perizinan jadi faktor utama

Otoritas maritim di kawasan Teluk menerapkan aturan ketat. Setiap kapal harus memenuhi dokumen pelayaran, asuransi, dan standar keamanan. Perbedaan kontrak pengiriman juga memengaruhi proses izin.

Petugas sering melakukan pemeriksaan tambahan pada kapal tertentu. Proses ini dapat memperlambat perjalanan, terutama jika dokumen belum sepenuhnya sinkron.

Faktor geopolitik memperketat pengawasan

Selat Hormuz berada di kawasan dengan tensi tinggi. Negara-negara di sekitar jalur ini meningkatkan pengawasan untuk menjaga keamanan.

Kapal tanker harus melewati kontrol ketat sebelum melintas. Situasi ini dapat menyebabkan antrean, terutama saat lalu lintas meningkat.

Malaysia gunakan jalur dan skema berbeda

Operator dari Malaysia cenderung memakai jalur distribusi yang lebih terintegrasi. Mereka juga menggunakan kontrak dagang yang sudah mapan.

Skema tersebut mempercepat proses administrasi. Akibatnya, kapal dapat melintas lebih lancar tanpa hambatan berarti.

Dampak terhadap pasokan energi

Keterlambatan ini berpotensi mengganggu distribusi energi. Namun, Pertamina memastikan stok nasional tetap aman.

Perusahaan mengatur pasokan melalui cadangan dan jalur alternatif. Pemerintah juga terus berkoordinasi untuk menjaga stabilitas distribusi.

Kondisi di Selat Hormuz menunjukkan kompleksitas distribusi energi global. Faktor regulasi, keamanan, dan kontrak dagang saling memengaruhi kelancaran pelayaran.

Perbedaan perlakuan antarnegara menjadi bukti bahwa sistem logistik energi tidak hanya bergantung pada kesiapan teknis, tetapi juga strategi dan kerja sama internasional.

  • Penulis: Rahman
  • Editor: Nur Wayda

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • prabowo bahas program sampah jadi energi di hambalang

    Prabowo Dorong Percepatan Sampah Jadi Energi di Kota Besar, Targetkan Solusi Lingkungan dan Listrik Nasional

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com) | Presiden Prabowo Subianto mempercepat program pengolahan sampah menjadi energi di kota besar Indonesia. Kebijakan ini bertujuan mengatasi krisis sampah sekaligus memperkuat pasokan listrik nasional. Produksi sampah di kota besar terus meningkat setiap tahun. Kondisi ini menekan kapasitas tempat pembuangan akhir dan memicu masalah lingkungan. Pemerintah kini mendorong penggunaan teknologi modern untuk mengatasi […]

  • Aktivitas tambang ilegal Pulau Wawonii mengancam lingkungan

    Tambang Ilegal Bukan Sekadar Soal Izin, tapi Soal Masa Depan Wawonii

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 429
    • 0Komentar

    JAKARTA, kabaristana.com | Tambang ilegal Pulau Wawonii kembali memicu kegelisahan publik setelah pemerintah menerbitkan izin baru di wilayah pulau kecil tersebut. Kebijakan ini melanggar semangat perlindungan pulau kecil dan mengancam ruang hidup warga. Sejak awal, polemik tambang ilegal Pulau Wawonii bukan sekadar soal administrasi, melainkan soal kepastian hukum dan keselamatan lingkungan. Pemerintah Harus Taat Hukum […]

  • lebaran beda hari di indonesia suasana salat idul fitri berjamaah

    Lebaran Tak Selalu Serentak: Dalam 25 Tahun, NU dan Muhammadiyah Beda Idulfitri 6 Kali

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 202
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026 melalui sidang isbat Kementerian Agama. Di sisi lain, Muhammadiyah lebih dulu menentukan Idulfitri pada Jumat, 20 Maret 2026 dengan metode hisab. Perbedaan ini membuat umat Islam di Indonesia kembali merayakan Lebaran di hari yang tidak sama. Warga mengikuti keputusan organisasi […]

  • Dugaan Laporan Mandek Puriala Disorot Keluarga di Konawe

    Laporan Dugaan Penganiayaan Diduga Mandek, Keluarga Korban Pertanyakan Kinerja Kapolsek Puriala

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 192
    • 0Komentar

    KONAWE, (kabaristana.com) – Keluarga korban dugaan penganiayaan di Kecamatan Puriala, Kabupaten Konawe, mempertanyakan penanganan kasus oleh Polsek Puriala. Mereka menilai polisi belum menunjukkan perkembangan yang jelas sejak menerima laporan pada April 2026. Korban bernama Sire melaporkan dugaan penganiayaan tersebut melalui Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor: STPL/02/IV/YAN.2.5/2026/SPKT-C/Sultra/Res Knw/Sek Puriala. Peristiwa itu terjadi pada 4 April […]

  • aktivitas seni budaya bantu perlambat penuaan biologis

    Terlibat Aktivitas Seni dan Budaya Disebut Bisa Perlambat Penuaan Biologis

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Kegiatan seni dan budaya dapat membantu memperlambat penuaan biologis. Temuan ini muncul dalam penelitian terbaru di jurnal Innovation in Aging. Selain itu, laporan Health pada Jumat (15/5) menyebut aktivitas seperti membaca, mendengarkan musik, melukis, menari, hingga mengunjungi museum memberi dampak positif bagi kesehatan tubuh dan otak. Peneliti dari University College London, Feifei […]

  • pariwisata berkelanjutan lokal di desa wisata Indonesia

    Komisi VII DPR RI Dorong Pelibatan Warga Lokal untuk Pariwisata Berkelanjutan

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia menegaskan pentingnya pelibatan warga lokal dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan. Menurut dia, masyarakat harus ikut terlibat agar sektor wisata mampu menjaga keseimbangan ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan. Chusnunia menyampaikan pernyataan itu di Jakarta, Minggu. Ia mengatakan konsep sustainable tourism tidak hanya mengejar jumlah wisatawan. Konsep tersebut […]

expand_less