Ruang Tumbuh Dan Kiprah Mahasiswa Sulawesi Tenggara di Ibu Kota
- account_circle Rahman
- calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
- visibility 349
- comment 0 komentar
- print Cetak

ketgam : foto bersama di kegiatan mubes pemuda 21 Sultra-jakarta, sabtu (27/12/2025)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, (kabaristana.com) – Jakarta dikenal sebagai pusat pendidikan yang menarik mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. Banyak mahasiswa asal Sulawesi Tenggara (Sultra) juga memilih menetap di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur. (10/01/2026).
Rawamangun menjadi tempat berkumpul mahasiswa Sulawesi Tenggara dari 17 kabupaten dan kota. Mereka membangun komunitas untuk saling mendukung selama menempuh pendidikan di Jakarta.
Komunitas ini mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kapasitas diri. Selain itu, mereka aktif dalam kegiatan akademik, sosial, dan kebudayaan.
Ketua Umum Pemuda 21, Muhammad Julfan Saputra, mengatakan Rawamangun memiliki posisi penting bagi mahasiswa Sultra di Jakarta. Kawasan ini dekat dengan beberapa kampus dan pusat aktivitas mahasiswa.
Menurutnya, mahasiswa Sultra tidak hanya fokus pada perkuliahan. Mereka juga rutin menggelar diskusi intelektual dan kegiatan organisasi.
“Di Rawamangun, kami menjalani perkuliahan sekaligus menghidupkan diskusi ilmiah. Kami juga mengadakan kegiatan organisasi dan agenda kebudayaan yang mempererat solidaritas,” ujarnya.
Mahasiswa Sulawesi Tenggara di Rawamangun juga menginisiasi banyak kegiatan positif. Mereka mengadakan diskusi ilmiah, kajian isu daerah, dan pembahasan isu nasional.
Selain itu, mereka juga menggelar kegiatan sosial untuk membantu masyarakat sekitar. Aktivitas tersebut menunjukkan kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan sosial.
Wakil Ketua Umum Pemuda 21, Alfan Koriama, menegaskan bahwa Rawamangun juga menjadi ruang pelestarian budaya Sulawesi Tenggara.
Mahasiswa sering mengadakan kegiatan seni dan budaya daerah. Mereka juga memperingati hari-hari penting Sulawesi Tenggara.
Kegiatan tersebut menjaga ikatan emosional dengan daerah asal. Selain itu, mahasiswa juga memperkenalkan budaya Sulawesi Tenggara kepada masyarakat Jakarta.
Kehadiran mahasiswa Sulawesi Tenggara di Rawamangun mencerminkan semangat perantauan yang produktif. Mereka belajar, berorganisasi, dan berkontribusi kepada masyarakat.
Bagi mahasiswa Sultra, Rawamangun bukan sekadar tempat tinggal. Kawasan ini menjadi ruang belajar, diskusi, dan pengabdian.
Melalui berbagai aktivitas tersebut, mahasiswa mempersiapkan diri menjadi intelektual muda dan pemimpin masa depan. Mereka juga membangun jaringan untuk kemajuan daerah.
Rawamangun pun terus menjadi saksi perjalanan mahasiswa Sulawesi Tenggara dalam menuntut ilmu di Jakarta.
- Penulis: Rahman
- Editor: Rahman
- Sumber: https://kabaristana.com



Saat ini belum ada komentar