Dalam kondisi ekonomi yang masih menekan pasar tenaga kerja, pemerintah mengandalkan MBG untuk menggerakkan sektor riil. Program ini memicu aktivitas ekonomi di sektor pertanian, peternakan, dan distribusi pangan lokal.
Presiden Paparkan Data Penyerapan Tenaga Kerja
Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan klaim tersebut dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026). Prabowo menilai penyerapan tenaga kerja akan meningkat seiring bertambahnya dapur MBG di berbagai daerah.
Prabowo menjelaskan bahwa setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bekerja sama dengan lima hingga sepuluh pemasok bahan pangan. Para pemasok kemudian merekrut petani, peternak, pengolah, dan pekerja distribusi di tingkat lokal.
Rantai Pasok Bangun Ekonomi Harian
Menurut Prabowo, rantai pasok MBG membangun aktivitas ekonomi yang berjalan setiap hari. Dapur MBG menciptakan permintaan rutin terhadap bahan pangan lokal. Pola ini mendorong perputaran ekonomi dari dapur hingga sektor hulu.
“Jika dihitung sampai ke tingkat petani dan peternak, jumlah pekerja mencapai sekitar 1,5 juta orang per hari,” ujar Prabowo. Selain itu, pemerintah mengarahkan dapur MBG membeli bahan pangan dari wilayah sekitar agar distribusi berjalan lebih singkat dan efisien.
Pengamat Tekankan Transparansi
Namun, sejumlah pengamat kebijakan publik menyoroti klaim penyerapan tenaga kerja tersebut. Mereka mendesak pemerintah membuka data secara rinci dan terukur.
Pengamat meminta pemerintah menjelaskan jenis pekerjaan, status kerja, serta keberlanjutan pendapatan pekerja. Mereka juga menilai pengawasan ketat perlu berjalan agar manfaat ekonomi benar-benar mengalir ke petani, peternak, dan pelaku usaha kecil.
Puluhan Juta Penerima Manfaat
Selain dampak ketenagakerjaan, pemerintah mencatat MBG melayani sekitar 60,2 juta penerima manfaat. Program ini mencakup anak-anak, ibu hamil, dan lanjut usia. Presiden menyebut jumlah tersebut setara dengan populasi satu negara berukuran menengah jika dihitung sebagai penerima harian.
Ke depan, keberhasilan MBG bergantung pada konsistensi anggaran, akurasi data penerima, dan evaluasi terbuka. Karena itu, pemerintah berjanji terus mengevaluasi pelaksanaan program agar masyarakat merasakan manfaatnya secara nyata.


Saat ini belum ada komentar