JAKARTA, (Kabaristana.com) || Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempertegas langkah pemberantasan premanisme setelah insiden yang menimpa sopir bajaj di Tanah Abang. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan aparat tidak memberi toleransi terhadap praktik pemalakan.
Pramono menyampaikan pernyataan tersebut saat berada di Bambu Apus, Minggu. Ia langsung memerintahkan Satpol PP dan dinas terkait untuk menindak pelaku secara tegas.
Ia mengaku telah menonton video yang beredar dan segera mengambil langkah cepat. Ia meminta jajaran terkait turun langsung ke lapangan dan menyelesaikan persoalan tersebut tanpa kompromi.
Kasus ini mencuat setelah sebuah video memperlihatkan seorang sopir bajaj menghadapi dugaan pemalakan di kawasan Tanah Abang. Selain itu, seorang pedagang bakso di Kebon Sirih juga mengalami kejadian serupa. Pelaku meminta uang iuran sebesar Rp100 ribu. Ketika pedagang menolak, pelaku merusak mangkok dagangannya.
Pramono menegaskan bahwa keamanan kota tidak hanya bergantung pada aparat. Ia mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan setiap tindakan yang meresahkan agar aparat bisa segera menindaklanjuti.
Di sisi lain, Polda Metro Jaya menegaskan komitmennya dalam memberantas premanisme. Kepolisian menyatakan siap menindak pelaku pemalakan, khususnya yang menyasar pedagang kecil.
Pemprov DKI Jakarta juga meningkatkan pengawasan di titik rawan dan mempercepat respons terhadap laporan warga. Langkah ini bertujuan menciptakan rasa aman yang merata bagi seluruh masyarakat, termasuk pelaku usaha kecil.
https://shorturl.fm/X0KXD
12 April 2026 4:54 pm