Jakarta, (Kabaristana.com)— Kementrans kirim peserta ke China sebagai bagian dari program pengembangan kawasan transmigrasi dan pengentasan kemiskinan di Indonesia. Sebanyak 36 peserta mengikuti pelatihan khusus tentang pembangunan pedesaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan pemerintah memilih China karena negara tersebut berhasil menekan angka kemiskinan dalam beberapa dekade terakhir.
Menurut Iftitah, pemerintah ingin mempelajari praktik terbaik dari China lalu menerapkannya di kawasan transmigrasi Indonesia. Program itu juga mendorong percepatan pembangunan desa dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Kementrans Kirim Peserta ke China untuk Belajar Pembangunan Desa
Pelatihan berlangsung pada 9–22 Mei 2026. Para peserta mengikuti kelas, diskusi, dan kunjungan lapangan di Beijing serta Provinsi Yunnan.
Peserta berasal dari Kementerian Transmigrasi, balai transmigrasi, dan sejumlah perguruan tinggi. Beberapa kampus yang ikut dalam program ini antara lain Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Hasanuddin.
Iftitah menjelaskan peserta nantinya bergabung dalam Tim Ekspedisi Patriot. Tim tersebut akan mendampingi pengembangan 53 kawasan transmigrasi, termasuk 10 kawasan di Papua.
Hasil Pelatihan Dorong Pengembangan Kawasan Transmigrasi
Kementrans meminta akademisi menyusun policy paper dan buku panduan praktis setelah pelatihan selesai. Pemerintah berharap panduan itu membantu pengembangan ekonomi masyarakat desa.
Program ini menargetkan pendampingan langsung kepada keluarga miskin ekstrem. Satu anggota patriot nantinya mendampingi sekitar 10 kepala keluarga agar mampu meningkatkan kesejahteraan.
Kepala Distrik Lamona Kabupaten Sorong, Oktovianus Kolin, berharap pengalaman dari China dapat membantu pengembangan kawasan transmigrasi Klamono-Segun di Papua Barat Daya.
Ia ingin menerapkan strategi pembangunan pedesaan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat yang dipelajari selama pelatihan di China. Program itu juga diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru dan memperkuat ekonomi masyarakat di kawasan transmigrasi.
Selain itu, pemerintah berharap hasil pelatihan ini menjadi model pengentasan kemiskinan yang lebih efektif dan berkelanjutan di berbagai daerah transmigrasi Indonesia.
Saat ini belum ada komentar