Menjaga Stabilitas Nasional di Tengah Dinamika Penguatan Dolar Global
- account_circle Retanto
- calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
- visibility 122
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto :Ikhsan Buyung Kalean (Presiden Mahasiswa Universitas Ibnu Chaldun Jakarta)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Kabaristana.com – BEM UIC Jakarta menilai kenaikan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah terjadi karena tekanan ekonomi global. Menurut mereka, banyak negara berkembang juga menghadapi kondisi serupa.
BEM UIC Jakarta menyebut kebijakan suku bunga tinggi The Fed mendorong penguatan dolar AS. Ketegangan geopolitik dan perlambatan ekonomi global juga membuat arus modal kembali ke aset berbasis dolar.
Meski begitu, BEM UIC Jakarta menegaskan kondisi ekonomi Indonesia saat ini lebih kuat dibanding masa krisis sebelumnya. Mereka menilai fundamental ekonomi nasional masih stabil di tengah tekanan global.
Pemerintah menjaga inflasi tetap terkendali dan mempertahankan pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, Indonesia juga memiliki cadangan devisa yang masih aman.
Pemerintah terus memperkuat sektor produksi dalam negeri. Pemerintah juga menjaga daya beli masyarakat serta memastikan distribusi kebutuhan pokok berjalan lancar.
BEM UIC Jakarta mengajak masyarakat tetap tenang menghadapi gejolak nilai tukar rupiah. Mereka meminta seluruh elemen bangsa menjaga optimisme dan tidak menyebarkan narasi yang memperburuk situasi ekonomi.
“Gejolak nilai tukar merupakan tantangan bersama yang harus kita hadapi dengan persatuan, bukan dengan kepanikan,” tulis BEM UIC Jakarta dalam pernyataannya, Senin (19/5/2026).
Selain itu, BEM UIC Jakarta mendorong pemerintah memperkuat kemandirian ekonomi nasional. Mereka meminta pemerintah mengurangi ketergantungan impor secara bertahap.
Mereka mendukung penguatan industri domestik, peningkatan kualitas produksi dalam negeri, dan perluasan hilirisasi sumber daya alam. Langkah tersebut dapat mengurangi dampak gejolak ekonomi global terhadap Indonesia.
BEM UIC Jakarta optimistis Indonesia mampu menghadapi tekanan ekonomi dunia. Mereka menilai pengalaman menghadapi berbagai krisis menjadi modal penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.
- Penulis: Retanto
- Editor: Wilda



Saat ini belum ada komentar