Jakarta, (Kabaristana.com)-Bantuan banjir Sultra senilai Rp10 miliar disalurkan pemerintah pusat untuk warga terdampak di delapan kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyerahkan bantuan tersebut saat meninjau lokasi banjir di Kendari, Selasa.
Banjir sejak 8 Mei 2026 merendam permukiman, sawah, dan fasilitas umum di Kota Kendari, Konawe, Konawe Utara, Konawe Selatan, Konawe Kepulauan, Kolaka, Kolaka Timur, dan Buton Utara. Ribuan warga terdampak akibat cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Sultra.
Amran mengatakan pemerintah bergerak cepat setelah menerima arahan Presiden untuk membantu masyarakat yang terkena dampak banjir. Pemerintah pusat kemudian mengirim bantuan pangan dan dukungan pertanian guna mempercepat pemulihan kondisi warga.
Bantuan Banjir Sultra untuk Pangan dan Pertanian
Pemerintah menyalurkan 30 ton beras dan 1,5 ton minyak goreng dalam program bantuan banjir Sultra. Pemerintah juga mengirim benih padi untuk lahan seluas 2.000 hektare.
Petani yang sawahnya rusak akibat banjir menjadi prioritas penerima bantuan benih. Selain itu, pemerintah mengerahkan 20 unit traktor tangan dan lima unit mesin panen combine harvester untuk membantu pemulihan sektor pertanian.
“Kami datang membawa solusi untuk masyarakat Sultra, terutama petani terdampak banjir,” kata Amran saat meninjau lokasi banjir.
Bantuan Banjir Sultra Diperkuat Tambahan Anggaran
Amran menyebut pemerintah pusat siap memperkuat pemulihan pertanian melalui program optimalisasi lahan sawah. Pemerintah juga membuka peluang tambahan dukungan anggaran hingga Rp30 miliar.
Menurut dia, pemerintah daerah perlu segera mengajukan dokumen pengembangan lahan pertanian agar program tersebut dapat berjalan. Konawe Utara telah mengusulkan optimalisasi lahan seluas 1.200 hektare.
Perbaikan Infrastruktur Pascabanjir
Selain menyalurkan bantuan, Amran juga meninjau Desa Amohalo di Konawe Selatan dan Kelurahan Lepo-Lepo di Kendari. Dalam kunjungan itu, ia meminta percepatan perbaikan tanggul yang jebol.
Ia meminta Balai Wilayah Sungai menyelesaikan perbaikan dalam waktu satu minggu. Langkah tersebut bertujuan agar petani dapat kembali menggarap sawah mereka.
Saat ini, pemerintah daerah bersama aparat gabungan masih mendata jumlah warga terdampak dan kerusakan akibat banjir di Sulawesi Tenggara.
https://shorturl.fm/j3B9U
12 Mei 2026 5:27 pm