Hantavirus MV Hondius: Dua Warga Singapura Negatif usai Pemeriksaan
- account_circle Retanto
- calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
- visibility 32
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto : Ilustrasi sampel Hantavirus MV Hondius yang menjadi perhatian otoritas kesehatan dunia setelah muncul kasus pada penumpang kapal pesiar internasional di Ankara, Turki, 6 Mei 2026.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, (Kabaristana.com) — Kasus Hantavirus MV Hondius kembali menjadi perhatian setelah dua warga Singapura dinyatakan negatif dari infeksi hantavirus Andes. Meski hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi aman, otoritas kesehatan tetap menjalankan pengawasan ketat terhadap keduanya.
Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular Singapura (CDA) menyebut dua pria berusia 65 dan 67 tahun itu sempat mengikuti pelayaran menggunakan kapal pesiar MV Hondius. Mereka juga berada dalam penerbangan yang sama dengan pasien hantavirus pada 25 April dari St. Helena menuju Johannesburg, Afrika Selatan.
Pasien tersebut kemudian meninggal dunia akibat infeksi hantavirus Andes. Namun, pasien itu tidak pernah melakukan perjalanan ke Singapura.
Pemeriksaan Hantavirus MV Hondius Tidak Temukan Infeksi
CDA memastikan hasil uji laboratorium terhadap kedua pria tersebut tidak menemukan tanda infeksi hantavirus, termasuk varian Andes yang tengah menjadi perhatian dunia kesehatan.
Meski demikian, petugas kesehatan tetap menempatkan keduanya di Pusat Nasional untuk Penyakit Menular sebagai langkah pencegahan. Kedua pria itu tiba di Singapura pada 2 Mei dan 6 Mei sebelum menjalani isolasi medis.
Pemerintah Singapura juga menerapkan masa karantina selama 30 hari sejak paparan terakhir terhadap virus. Setelah masa karantina selesai, petugas akan kembali melakukan pemeriksaan lanjutan.
Selain itu, otoritas kesehatan akan memantau kondisi keduanya melalui sambungan telepon selama 45 hari. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi masa inkubasi maksimum hantavirus.
WHO Pantau Kasus Hantavirus MV Hondius
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan wabah Hantavirus MV Hondius telah menyebabkan lima kasus terkonfirmasi. Tiga di antaranya meninggal dunia.
MV Hondius membawa sekitar 150 penumpang dan awak dari 23 negara. Kapal itu berangkat dari Argentina dan menyeberangi Samudra Atlantik sebelum muncul laporan gangguan pernapasan saat berada di sekitar perairan Tanjung Verde.
CDA menilai risiko penularan kepada masyarakat umum di Singapura masih rendah. Meski begitu, pemerintah tetap memantau perkembangan wabah internasional secara intensif untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.
- Penulis: Retanto
- Editor: Wilda

Saat ini belum ada komentar