Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » International » Perang AS-Iran Jadi “Laboratorium” Militer China, Beijing Dinilai Pelajari Celah Pertahanan AS

Perang AS-Iran Jadi “Laboratorium” Militer China, Beijing Dinilai Pelajari Celah Pertahanan AS

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
  • visibility 28
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, (Kabaristana.com) – Konflik Amerika Serikat dan Iran yang memasuki bulan ketiga kini menarik perhatian China. Beijing tidak lagi melihat perang itu sebagai konflik kawasan Timur Tengah semata. China mulai mempelajari perang tersebut sebagai gambaran konflik modern masa depan, termasuk kemungkinan bentrokan dengan AS terkait Taiwan.

Serangan drone murah Iran menjadi sorotan utama. Drone itu mampu menekan sistem pertahanan udara Amerika Serikat. Di sisi lain, AS menunjukkan kekuatan senjata presisi dan teknologi tempur modernnya di medan perang.

Mantan kolonel Angkatan Udara China, Fu Qianshao, mengatakan perang Iran memberi pelajaran penting bagi Beijing. Menurut dia, China harus memperkuat sistem pertahanan dalam negeri dan mencari kelemahan sebelum menghadapi perang besar.

“Kita perlu mencurahkan upaya signifikan untuk mengidentifikasi kelemahan di sisi pertahanan kita guna memastikan kita tetap tak terkalahkan dalam perang di masa depan,” ujar Fu, Senin (11/5/2026).

China Percepat Penguatan Militer

Dalam beberapa tahun terakhir, Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) terus meningkatkan kekuatan ofensifnya. Beijing mengembangkan rudal hipersonik yang sulit dicegat. China juga mempercepat produksi jet tempur siluman generasi kelima J-20.

Lembaga pemikir Inggris Royal United Services Institute (RUSI) memperkirakan China bisa memiliki sekitar 1.000 unit J-20. Pesawat itu akan mendukung operasi serangan presisi jarak jauh.

Selain itu, China sedang mengembangkan pembom siluman jarak jauh. Kemampuan pesawat itu disebut mirip dengan B-2 dan B-21 milik Amerika Serikat.

Meski begitu, sejumlah analis masih meragukan kemampuan pertahanan China. Iran membuktikan bahwa drone murah dan rudal balistik berbiaya rendah tetap efektif menghadapi pertahanan udara modern.

Amerika Serikat sendiri menyerang target Iran dengan kombinasi F-35, B-2, B-1, B-52, dan F-15. Washington memakai amunisi berpemandu untuk menghancurkan peluncur rudal, kapal perang, dan jembatan strategis.

Fu Qianshao menilai pola serangan seperti itu harus menjadi perhatian serius Beijing. China perlu memperkuat perlindungan terhadap pelabuhan, pangkalan udara, dan lokasi penting lainnya.

Taiwan Jadi Fokus Utama

Taiwan menjadi perhatian utama dalam pembelajaran militer China. Beijing mempelajari cara memakai perang presisi dan serangan drone massal dalam kemungkinan konflik di Selat Taiwan.

Peneliti Institute for National Defense and Security Research Taiwan, Chieh Chung, mengatakan roket jarak jauh dan kawanan drone akan memegang peran penting jika China menyerang Taiwan.

“Roket jarak jauh dan kawanan drone pasti akan memainkan peran kunci dalam operasi militer gabungan China melawan Taiwan,” katanya.

China saat ini menjadi produsen drone terbesar di dunia. Laporan War on the Rocks tahun 2025 menyebut industri sipil China mampu memproduksi hingga satu miliar drone bersenjata per tahun jika pemerintah mengalihkannya untuk kebutuhan perang.

Sebaliknya, Taiwan masih menghadapi kelemahan dalam sistem penangkal drone. Laporan pengawas pemerintah Taiwan menyebut sistem pertahanan drone negara itu belum efektif dan masih berisiko bagi infrastruktur penting.

Amerika Serikat Ikut Belajar

Amerika Serikat juga mengambil pelajaran penting dari perang Iran. Washington melihat drone murah mampu meningkatkan biaya perang bagi pihak penyerang.

Komandan Indo-Pacific Command AS, Laksamana Samuel Paparo, sebelumnya mengatakan drone bisa menghambat pergerakan militer lawan dengan biaya yang jauh lebih murah.

Jika konflik Taiwan terjadi, AS dan Taiwan kemungkinan akan memakai drone untuk menyerang kapal dan pesawat China yang membawa pasukan PLA melintasi Selat Taiwan.

Strategi itu dianggap lebih murah dibanding nilai aset militer yang dapat dihancurkan. Pendekatan serupa muncul dalam konflik Iran ketika AS berhati-hati mengirim kapal perang ke Selat Hormuz.

Minim Pengalaman Tempur Jadi Tantangan

Meski memiliki teknologi canggih, China masih menghadapi masalah besar. PLA minim pengalaman tempur nyata.

China terakhir kali terlibat perang besar saat konflik melawan Vietnam pada 1979. Sebaliknya, militer AS memiliki pengalaman panjang di Irak, Afghanistan, Kosovo, hingga Panama.

Analis militer China Song Zongping mengatakan perang Iran menunjukkan gambaran perang modern yang sebenarnya. Menurut dia, kemampuan beradaptasi menjadi faktor penting dalam konflik besar.

Pengamat dari S. Rajaratnam School of International Studies Singapura, Drew Thompson, menilai pengalaman tempur tetap menjadi faktor penentu kemenangan.

“Pilot andal dengan pesawat biasa-biasa saja akan selalu mengalahkan pilot biasa-biasa saja dengan pesawat yang sangat bagus,” ujarnya.

Konflik Lokal Bisa Memicu Krisis Dunia

Analis Foundation for Defense of Democracies, Craig Singleton, mengatakan perang Iran membuktikan kemenangan militer tidak selalu menghasilkan kemenangan politik.

Menurut dia, Iran mampu memanfaatkan Selat Hormuz untuk menekan perdagangan dan rantai pasokan global. Kondisi itu menunjukkan konflik lokal bisa berubah menjadi krisis internasional dalam waktu cepat.

“Bagi Beijing, itu adalah peringatan bahwa skenario Taiwan apa pun akan segera melibatkan perdagangan global, aliran energi, dan aktor pihak ketiga,” kata Singleton.

Perang AS-Iran kini menjadi perhatian banyak negara besar. Konflik itu tidak hanya memperlihatkan kekuatan senjata modern, tetapi juga pentingnya strategi, pengalaman tempur, dan kemampuan beradaptasi di medan perang.

  • Penulis: Rahman
  • Editor: Nur Wayda

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan bendera Indonesia, simbol upaya pencegahan korupsi dalam partai politik melalui transparansi, pembatasan masa jabatan ketua umum, dan sistem kaderisasi yang lebih baik.

    Kajian KPK: Upaya Pencegahan Korupsi di Partai Politik untuk Meningkatkan Transparansi

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 171
    • 2Komentar

    Jakarta, {kabaristana.com}-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menegaskan peranannya dalam melakukan kajian pencegahan korupsi dalam partai politik. Kajian ini bertujuan memperbaiki tata kelola partai politik dan mengurangi potensi korupsi. KPK berharap kajian ini dapat menghasilkan sistem yang lebih transparan dan akuntabel di dalam tubuh parpol. Selain itu, kajian ini mendorong regenerasi kepemimpinan yang lebih efektif dan […]

  • China Iran konflik dibahas dalam sidang Dewan Keamanan PBB

    China Desak AS dan Israel Hentikan Operasi Militer di Iran, Peringatkan Risiko Konflik Meluas

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 139
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | China mendesak Amerika Serikat dan Israel segera menghentikan operasi militer terhadap Iran. Beijing menilai langkah itu penting untuk mencegah konflik di kawasan Teluk berkembang menjadi krisis yang lebih luas di Timur Tengah. China Soroti Eskalasi Konflik di Timur Tengah Perwakilan tetap China untuk PBB, Fu Cong, menyampaikan kekhawatiran atas meningkatnya ketegangan di […]

  • Ilustrasi OTT KPK Tulungagung kasus korupsi

    KPK Amankan 16 Orang dalam OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Turut Ditangkap

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 122
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || Kasus OTT KPK Tulungagung kembali menarik perhatian publik setelah Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap sejumlah pihak di Jawa Timur. Dalam operasi tersebut, tim KPK mengamankan 16 orang, termasuk Bupati Gatut Sunu Wibowo. Langkah ini menunjukkan keseriusan KPK dalam menindak dugaan korupsi di daerah. Kronologi OTT KPK Tulungagung Tim KPK bergerak pada April 2026 […]

  • rupiah melemah terhadap dolar as

    Rupiah Melemah ke Rp16.930 per Dolar AS, Tekanan Geopolitik dan Sikap The Fed Jadi Pemicu

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 170
    • 1Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Nilai tukar rupiah melemah pada pembukaan perdagangan Rabu di Jakarta. Rupiah turun 58 poin atau 0,34 persen ke level Rp16.930 per dolar AS. Pada penutupan sebelumnya, rupiah masih berada di Rp16.872 per dolar AS. Tekanan Geopolitik Dorong Dolar AS Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Taufan Dimas Hareva menilai […]

  • Momen Prabowo cium bayi keluarga prajurit TNI gugur

    Prabowo Hibur Keluarga Prajurit Gugur, Cium Kepala Bayi di Tengah Suasana Duka

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 54
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || Momen Prabowo cium bayi prajurit TNI gugur menjadi perhatian publik. Presiden Prabowo Subianto hadir langsung dalam prosesi takziah di Bandara Soekarno-Hatta untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga. Momen Haru di Tengah Duka Keluarga Prajurit Suasana duka terasa kuat saat Presiden menghampiri keluarga prajurit. Ia mendekati istri Sersan Kepala Anumerta Muhammad Nur Ichwan yang […]

  • KPK sita kontainer di Pelabuhan Tanjung Emas

    KPK Sita Kontainer Suku Cadang Impor di Pelabuhan Tanjung Emas, Diduga Terkait Kasus Korupsi Bea Cukai

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 94
    • 1Komentar

    Jakarta, (kabaristana,com) – Komisi Pemberantasan Korupsi menemukan kontainer berisi suku cadang kendaraan di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah. Temuan itu menjadi bagian dari pengembangan kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan tim penyidik menggeledah lokasi pada 12 Mei 2026. Setelah itu, tim penyidik mengamankan […]

expand_less