Banyak Negara Bidik Investasi PLTN di Indonesia, BKPM Seleksi Lokasi dan Mitra
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
- visibility 270
- comment 1 komentar
- print Cetak

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir sebagai opsi energi rendah emisi di Indonesia
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, kabaristana.com | PLTN di Indonesia kembali menarik perhatian publik setelah pemerintah mengungkap meningkatnya minat investor asing di sektor energi nuklir. Isu ini menyentuh kepentingan luas masyarakat karena berkaitan langsung dengan keselamatan, lingkungan hidup, dan arah kebijakan energi nasional.
Kebutuhan listrik nasional terus meningkat seiring pertumbuhan industri dan kawasan perkotaan. Pada saat yang sama, pemerintah menghadapi tuntutan untuk menurunkan emisi karbon dan mengurangi ketergantungan pada batu bara. Pemerintah mendorong percepatan agenda transisi energi nasional yang juga dibahas dalam laporan dan kebijakan energi terbaru.
Tautan internal:
https://www.pikiranjakarta.com/tag/transisi-energi
Nuklir Kembali Masuk dalam Opsi Kebijakan Energi
Dalam kerangka transisi energi, pemerintah kembali mempertimbangkan pembangkit listrik tenaga nuklir sebagai opsi jangka panjang. Pemerintah menilai nuklir mampu memasok listrik dalam skala besar dengan emisi rendah. Namun, teknologi ini membawa risiko tinggi yang menuntut pengelolaan ketat dan pengawasan berlapis.
BKPM Membuka Peluang Investasi Secara Selektif
Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat ketertarikan dari sejumlah negara untuk menanamkan modal di sektor pembangkit nuklir. Deputi Bidang Hilirisasi Investasi Strategis BKPM, Heldy Satrya Putera, menyatakan pemerintah terbuka terhadap investasi tersebut dengan pendekatan selektif.
Heldy menegaskan pemerintah ingin memilih mitra dan lokasi yang paling sesuai dengan kondisi Indonesia. Pemerintah mempertimbangkan faktor keselamatan, kesiapan infrastruktur, dan risiko kebencanaan sebelum mengambil keputusan lanjutan. Ia menyampaikan hal ini dalam forum Energy Outlook 2026.
Tautan ke luar:
https://www.cnbcindonesia.com/news
Respons Publik dan Catatan Kritis
Rencana pembangunan pembangkit nuklir memicu perhatian kritis dari pengamat energi dan masyarakat sipil. Mereka menyoroti risiko kecelakaan serta kondisi geografis Indonesia yang rawan gempa. Sejumlah kalangan mendorong pemerintah membuka kajian teknis secara transparan dan melibatkan warga sejak tahap awal.
Tautan internal:
https://www.pikiranjakarta.com/tag/isu-lingkungan
Dampak Potensial bagi Daerah
Jika pemerintah melanjutkan proyek ini, daerah calon lokasi berpeluang memperoleh pasokan listrik stabil dan investasi jangka panjang. Pemerintah daerah dapat mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pembangunan infrastruktur pendukung. Namun, pemerintah juga perlu mengantisipasi dampak lingkungan dan sosial.
Tautan ke luar:
https://www.bapeten.go.id
Kajian Masih Berlangsung
Hingga kini, pemerintah masih menjalankan kajian menyeluruh terkait PLTN di Indonesia. Pemerintah menegaskan belum menetapkan lokasi maupun jadwal pembangunan. Pemerintah menyatakan akan menempatkan keselamatan publik dan perlindungan lingkungan sebagai pertimbangan utama sebelum mengambil keputusan final.



m4q8ct
17 Februari 2026 7:20 pm