Seragam Dilepas, Pengabdian Tak Berakhir: Ipda Hipni Pamit Setelah 37 Tahun Berdinas
- account_circle Rahman
- calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
- visibility 88
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kayuagung, (kabaristana.com) — Bukan plakat, bukan pula bingkisan. Sepasang kambing menjadi cenderamata yang diberikan Kapolres Ogan Komering Ilir (OKI) AKBP Eko Rubiyanto kepada Ipda Hipni dalam apel pelepasan purna bakti, Senin, 31 Agustus 2026.
Momen tersebut berlangsung dalam suasana haru dan penuh kekeluargaan. Setelah 37 tahun mengenakan seragam Polri, Ipda Hipni resmi mengakhiri masa tugasnya sebagai anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Sepasang kambing yang diberikan Kapolres OKI menjadi simbol sederhana dari apresiasi atas panjangnya perjalanan pengabdian Ipda Hipni. Cenderamata tersebut juga diharapkan dapat bermanfaat bagi kehidupan Ipda Hipni setelah memasuki masa pensiun.
Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto menyampaikan bahwa purna bakti bukan berarti berakhirnya pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, pengalaman, kedisiplinan, serta nilai-nilai pengabdian yang diperoleh selama bertugas tetap menjadi bekal penting dalam menjalani kehidupan setelah pensiun.
“Purna bakti bukan berarti berakhirnya pengabdian. Ini adalah babak baru dalam kehidupan. Terima kasih atas dedikasi dan loyalitas selama menjalankan tugas sebagai anggota Polri,” kata Eko.
Selama 37 tahun berdinas, Ipda Hipni telah melewati berbagai dinamika dan perubahan dalam institusi Polri. Masa pengabdian yang panjang tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan hidupnya sebagai anggota kepolisian.
Kini, seragam dinas akan menjadi bagian dari kenangan. Rutinitas apel, pelayanan kepada masyarakat, hingga berbagai tugas kepolisian yang selama puluhan tahun dijalani tidak lagi menjadi keseharian.
Namun, berakhirnya masa dinas tidak berarti berakhir pula hubungan kekeluargaan. Rekan-rekan di lingkungan Polres OKI diharapkan tetap menjaga silaturahmi dengan Ipda Hipni.
Pelepasan purna bakti tersebut menjadi pengingat bahwa setiap masa pengabdian memiliki batas. Meski demikian, dedikasi, keteladanan, dan hubungan baik yang terbangun selama bertugas dapat terus dikenang dan diwariskan.
Sepasang kambing itu pun menjadi cenderamata yang tidak biasa. Sederhana, tetapi memiliki makna: sebuah tanda penghargaan atas 37 tahun pengabdian sekaligus bekal untuk membuka babak baru kehidupan setelah mengenakan seragam Polri.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Endana
- Sumber: Tim redaksi



Saat ini belum ada komentar