Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » pendidikan » Aksi Jilid IV di Depan Kemendiksaintek, KPIT Kembali Soroti Sistem Desil dalam Syarat KIP Kuliah

Aksi Jilid IV di Depan Kemendiksaintek, KPIT Kembali Soroti Sistem Desil dalam Syarat KIP Kuliah

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 5 Okt 2026
  • visibility 130
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, (KABARISTANA.COM) — Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Pemuda Indonesia Timur (KPIT) kembali menggelar aksi di depan Gedung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiksaintek), Senin (5/10/2026). Aksi tersebut merupakan aksi jilid IV yang kembali menyoroti penggunaan sistem desil dalam persyaratan penerimaan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

Dalam aksi tersebut, KPIT mendesak Kemendiksaintek menghapus sistem desil sebagai salah satu syarat penerimaan KIP Kuliah. Mereka menilai kategori desil 5–6 tidak selalu menggambarkan kondisi ekonomi keluarga calon mahasiswa secara faktual.

Sebelumnya, KPIT telah melakukan audiensi dan menyampaikan tuntutan dalam aksi jilid I, II, hingga III. Namun, mereka mengaku belum mendapatkan kejelasan terkait tuntutan penghapusan desil dalam persyaratan penerimaan KIP Kuliah.

KPIT menyoroti adanya calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang masuk dalam kategori desil 5–6. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membuat calon mahasiswa kehilangan kesempatan memperoleh bantuan pendidikan melalui program KIP Kuliah.

Ketua Umum KPIT, Sehan Watimena, mengatakan sistem desil seharusnya tidak menjadi penghambat bagi calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh akses pendidikan tinggi.

“Seharusnya desil dihapus saja karena desil tersebut hanya menghambat teman-teman calon mahasiswa untuk mendapatkan pendidikan kuliah. Padahal, mereka juga orang yang tidak mampu, tetapi masuk dalam kategori desil 5–6,” ujar Sehan Watimena kepada awak media, Senin (5/10/).

KPIT juga menyoroti kondisi keluarga calon mahasiswa yang secara ekonomi tergolong kurang mampu, tetapi tidak pernah menerima bantuan dari pemerintah daerah maupun bantuan sosial lainnya. Meski demikian, data mereka masih tercatat dalam kategori desil 5–6.

Foto. Aksi didepan Kemendiksaintek_(dok.istimewa) 

Atas kondisi tersebut, KPIT kembali mendesak Kemendiksaintek untuk mengevaluasi penggunaan desil dalam persyaratan KIP Kuliah. Mereka berharap pemerintah dapat mempertimbangkan kondisi ekonomi keluarga secara lebih menyeluruh agar calon mahasiswa yang benar-benar membutuhkan tidak kehilangan akses terhadap bantuan pendidikan.

“Kami mendesak Kemendiksaintek agar segera menghapus desil dalam syarat penerimaan KIP Kuliah,” tegas Sehan.

Sementara itu, Koordinator Lapangan KPIT, Edrian Saputra, menilai sistem desil dalam persyaratan KIP Kuliah perlu dievaluasi. Menurutnya, masih banyak orang tua calon mahasiswa yang berada dalam kondisi ekonomi kurang mampu, tetapi tidak pernah menerima bantuan dari pemerintah daerah maupun bantuan lainnya.

“Saya menilai desil tersebut dalam syarat penerimaan KIP Kuliah benar-benar menghambat mahasiswa baru untuk mendapatkan bantuan pendidikan tersebut,” kata Edrian.

Ia menambahkan, para calon mahasiswa yang mereka perjuangkan memiliki kemampuan akademik dan prestasi yang baik. Karena itu, menurutnya, kondisi ekonomi keluarga seharusnya menjadi salah satu pertimbangan agar mereka tetap memiliki kesempatan memperoleh bantuan pendidikan.

“Jangan sampai mahasiswa yang benar-benar membutuhkan justru kehilangan haknya hanya karena masuk dalam kategori desil 5–6,” ujar Edrian.

Dalam aksi jilid IV tersebut, KPIT kembali meminta Kemendiksaintek segera memberikan solusi dan kejelasan atas persoalan penggunaan desil dalam persyaratan KIP Kuliah. Mereka berharap evaluasi tersebut dapat memastikan calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu tetap memiliki akses terhadap pendidikan tinggi melalui program KIP Kuliah.

(Rm)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penertiban parkir liar Setiabudi oleh petugas Dishub Jakarta Selatan dengan mengangkut sepeda motor di Jalan Epicentrum Selatan

    Parkir Liar Setiabudi Ditertibkan, 24 Motor Diamankan di Epicentrum Selatan

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 324
    • 1Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – parkir liar Setiabudi kembali menjadi perhatian publik setelah Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan menertibkan 24 sepeda motor di Jalan Epicentrum Selatan, Selasa. Warga sebelumnya melaporkan gangguan arus lalu lintas di sekitar Gedung Nyi Ageng Serang sehingga petugas segera menindaklanjuti laporan tersebut. Pengendali Operasional Sudinhub Jakarta Selatan, Ebenezer Lumban Tobing, menyatakan tim gabungan […]

  • Prabowo perkuat DHE SDA nasional di DPR RI

    Prabowo Perkuat Kebijakan DHE SDA untuk Dorong Pemerataan Ekonomi Nasional

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmennya memperkuat kebijakan devisa hasil ekspor (DHE) sumber daya alam atau SDA. Pemerintah menyiapkan regulasi baru untuk mengoptimalkan pengelolaan hasil ekspor Indonesia. Prabowo perkuat DHE sebagai strategi menjaga stabilitas ekonomi nasional dan meningkatkan manfaat kekayaan alam bagi masyarakat. Ia menyampaikan hal itu saat memaparkan Kerangka Ekonomi Makro […]

  • Petugas money changer memegang dolar AS dan rupiah di Jakarta sebagai ilustrasi pengurangan ketergantungan dolar

    Perluasan Transaksi Antarnegara Tanpa Dolar

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 257
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com)//Indonesia mulai mengurangi ketergantungan dolar AS melalui berbagai langkah strategis di sektor keuangan. Untuk itu, pemerintah bersama otoritas moneter mendorong diversifikasi transaksi sekaligus memperluas kerja sama internasional. Langkah ini tidak berarti Indonesia meninggalkan dolar sepenuhnya. Sebaliknya, pemerintah berupaya menyeimbangkan penggunaan mata uang agar ekonomi nasional tetap stabil saat tekanan global meningkat. Pemanfaatan Swap Mata […]

  • dugaan kekerasan daycare Yogya ilustrasi anak di tempat penitipan

    Dugaan Kekerasan di Daycare Yogya Diselidiki, Menteri HAM Turunkan Tim

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 242
    • 1Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) – Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, segera mengerahkan tim untuk menyelidiki dugaan pelanggaran di daycare di Yogyakarta. Ia mengambil langkah cepat setelah menerima laporan kekerasan dan diskriminasi terhadap anak. Tim Kementerian HAM langsung mendatangi lokasi pada hari yang sama. Mereka melakukan pengecekan awal dan kini menunggu laporan lengkap dari kantor wilayah sebagai […]

  • Prabowo panggil Retno Marsudi mantan Menlu ke Istana

    Prabowo Panggil Retno Marsudi dan Marty Natalegawa ke Istana, Isyarat Evaluasi Arah Diplomasi?

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 338
    • 0Komentar

    Jakarta, kabaristana.com | Prabowo panggil mantan Menlu ke Istana Negara pada Rabu (4/2/2026). Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah ini di awal masa pemerintahannya. Publik langsung menyoroti langkah tersebut karena berkaitan dengan arah kebijakan luar negeri Indonesia. Keputusan diplomasi berpengaruh pada stabilitas politik, ekonomi, dan posisi Indonesia di tingkat global. Dinamika Global Dorong Evaluasi Diplomasi Situasi […]

  • Ilustrasi kerja sama RI China Papua di sektor pertanian dan pendidikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat

    Kerja Sama RI–China di Papua Diperkuat untuk Pertanian dan Pendidikan

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 381
    • 5Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) — Kerja sama RI China Papua terus diperkuat pemerintah melalui kolaborasi di sektor pertanian dan pendidikan vokasi guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Kementerian Transmigrasi mendorong pembangunan sekolah menengah kejuruan (SMK) di Merauke, Papua Selatan. Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan pemerintah merancang pendidikan vokasi berbasis kebutuhan industri agar lulusan siap kerja […]

expand_less