Harga Emas dan Perak Anjlok Tajam, Investor Hadapi Tekanan Pasar Global
- account_circle Redaksi
- calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
- visibility 344
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto: Emas
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, kabaristana.com | Harga emas dunia anjlok tajam dalam 24 jam terakhir. Pada saat yang sama, harga perak mencatat kejatuhan yang lebih dalam. Tekanan pasar global, penguatan dolar Amerika Serikat, serta aksi jual investor menekan logam mulia yang selama ini berfungsi sebagai aset lindung nilai.
Kondisi tersebut muncul ketika dolar AS menguat terhadap mayoritas mata uang dunia. Akibatnya, investor mengurangi eksposur pada komoditas. Situasi ini juga sejalan dengan laporan sebelumnya mengenai penguatan dolar AS yang menekan pasar keuangan global
https://pikiranjakarta.com/dolar-as-menguat-tekan-pasar-keuangan-global
Harga Emas Dunia Tertekan Penguatan Dolar AS
Pada perdagangan Kamis (5/2/2026), harga emas dunia turun 3,13 persen dan menetap di level US$4.860,58 per troy ons. Angka ini menjadi posisi terendah sejak awal Februari 2025. Selanjutnya, pada Jumat (6/2/2026) pagi, harga emas spot kembali melemah hingga ke kisaran US$4.750 per troy ons.
Penguatan dolar AS memegang peran utama dalam tekanan tersebut. Indeks dolar (DXY) naik 0,32 persen ke level 97,93, tertinggi dalam dua pekan. Karena itu, investor menilai emas kurang menarik dalam jangka pendek.
Data pergerakan harga emas dunia dan logam mulia global dapat dipantau melalui situs pasar internasional
https://www.investing.com
Harga Perak Dunia Rontok Lebih Dalam
Sementara itu, harga perak mengalami tekanan yang lebih tajam. Dalam satu hari perdagangan, perak anjlok dua digit dan kembali mendekati level terendah sejak Desember 2025. Selain itu, perak menunjukkan sensitivitas tinggi terhadap perubahan sentimen risiko global.
Tekanan ini muncul seiring pelemahan pasar saham Amerika Serikat. Indeks S&P 500 turun ke level terendah hampir dua minggu. Pada saat yang sama, Nasdaq jatuh ke posisi terendah dalam lebih dari dua bulan. Di dalam negeri, kondisi serupa juga tercermin pada pelemahan IHSG
https://pikiranjakarta.com/ihsg-melemah-di-tengah-sentimen-global
Volatilitas Harga Emas Dunia Picu Aksi Jual Investor
Ahli strategi pasar senior RJO Futures, Bob Haberkorn, menilai tekanan harga muncul karena investor menutup posisi untuk menjaga likuiditas. Kerugian di pasar saham mendorong pelaku pasar menjual emas dan perak guna memenuhi kewajiban margin.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa faktor fundamental emas tidak berubah secara signifikan. Meski begitu, tekanan jangka pendek tetap kuat karena pasar bergerak serempak.
Volatilitas Tinggi Masih Berlanjut
Di sisi lain, analis City Index dan FOREX.com, Fawad Razaqzada, menilai pasar membutuhkan waktu untuk pulih. Menurutnya, pergerakan ekstrem jarang berbalik arah dengan cepat.
Oleh karena itu, ia memperkirakan volatilitas harga emas dunia masih akan bertahan dalam beberapa sesi mendatang sebelum pasar menemukan keseimbangan baru.
Meredanya Geopolitik Tekan Permintaan Safe Haven
Selain faktor pasar, meredanya ketegangan geopolitik global turut menekan permintaan aset aman. Kesepakatan pertukaran tahanan Rusia–Ukraina, komunikasi Amerika Serikat dengan Tiongkok, serta rencana dialog AS–Iran mendorong investor mengurangi kepemilikan emas.
Seiring itu, pergerakan dolar AS yang memengaruhi harga emas dunia dapat dipantau melalui indeks dolar
https://www.marketwatch.com
JP Morgan Ingatkan Risiko Koreksi Harga Perak
Bank investasi JP Morgan menilai emas dan perak masih bergerak searah dalam jangka menengah. Namun, valuasi perak yang relatif tinggi meningkatkan risiko koreksi tajam saat sentimen pasar memburuk.
Karena itu, JP Morgan memperkirakan perak berpotensi bertahan di kisaran US$75–US$80 per troy ons dalam jangka pendek sebelum peluang pemulihan muncul tahun depan.
Dampak Penurunan Harga Emas Dunia ke Masyarakat
Penurunan harga emas dunia berpotensi memengaruhi harga perhiasan, industri logam, serta keputusan investasi rumah tangga. Selain itu, di daerah yang bergantung pada perdagangan emas dan perak, volatilitas ini dapat menekan aktivitas usaha dan daya beli masyarakat.
Ke depan, arah harga emas dan perak akan sangat bergantung pada kebijakan moneter Amerika Serikat, stabilitas pasar saham global, serta dinamika geopolitik internasional.



Saat ini belum ada komentar