Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » KKJ Sultra Kecam Kepala Dinas Pariwisata Sultra Usai Sebut Wartawan “Idiot”

KKJ Sultra Kecam Kepala Dinas Pariwisata Sultra Usai Sebut Wartawan “Idiot”

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
  • visibility 144
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kendari, (KABARISTANA.COM) – Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengecam pernyataan Kepala Dinas Pariwisata Sultra, Ridwan Badallah, yang menyebut wartawan dengan kata “idiot” melalui akun TikTok pribadinya @eRBe#bersuara.

Koordinator KKJ Sultra, Fadli Aksar, menilai pernyataan tersebut tidak pantas disampaikan seorang pejabat publik karena merendahkan profesi jurnalis. Ia menegaskan, keberatan terhadap kerja jurnalistik seharusnya disampaikan melalui mekanisme yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Sebagai pejabat publik, Ridwan Badallah seharusnya memahami bahwa kerja jurnalistik dilindungi oleh Undang-Undang Pers. Pernyataan yang merendahkan wartawan dapat menjadi bentuk intimidasi verbal terhadap profesi jurnalis,” ujar Fadli melalui keterangan resmi, Sabtu (12/9/2026).

Persoalan ini bermula ketika seorang jurnalis meminta tanggapan Gubernur Sultra Andi Sumangerukka terkait denda administratif Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) terhadap PT Tonia Mitra Sejahtera (TMS) senilai Rp2,09 triliun pada Selasa (8/9/2026).

Pertanyaan tersebut berkaitan dengan pernyataan Gubernur Sultra yang mendukung penegakan hukum di bidang lingkungan dan sumber daya alam (SDA), termasuk melalui pemulihan aset selain proses pidana.

Pada hari yang sama, Ridwan Badallah mengunggah video melalui akun TikTok pribadinya. Dalam video tersebut, ia menyebut pertanyaan jurnalis itu salah sasaran dan menggunakan kata “idiot” untuk menyebut wartawan yang mengajukan pertanyaan.

Fadli menegaskan, jurnalis memiliki hak untuk mengajukan pertanyaan, termasuk pertanyaan kritis, sebagai bagian dari proses verifikasi dan klarifikasi informasi kepada pejabat publik.

“Jurnalis bekerja untuk kepentingan publik. Bertanya, melakukan konfirmasi, dan menggali informasi merupakan bagian dari tugas jurnalistik yang tidak boleh dihalangi dengan cara-cara yang merendahkan,” ujarnya.

Menurut Fadli, narasumber memang memiliki hak untuk mengoreksi pertanyaan yang dianggap keliru atau memilih tidak menjawab. Namun, hak tersebut tidak semestinya digunakan untuk menghina atau menyerang pribadi jurnalis.

“Kalau ada keberatan terhadap pemberitaan atau pertanyaan wartawan, tersedia mekanisme hak jawab, hak koreksi, maupun pengaduan ke Dewan Pers. Bukan dengan menyebut wartawan idiot,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa tekanan terhadap jurnalis tidak selalu berbentuk kekerasan fisik. Ancaman, intimidasi, penghinaan, dan tekanan verbal juga dapat memengaruhi kebebasan pers.

Menurut Fadli, pernyataan yang merendahkan jurnalis berpotensi menimbulkan chilling effect, yakni kondisi ketika wartawan menjadi enggan mengajukan pertanyaan kritis karena khawatir mendapat tekanan atau penghinaan.

Atas persoalan tersebut, KKJ Sultra menyatakan mengecam pernyataan Ridwan Badallah dan meminta Kepala Dinas Pariwisata Sultra itu menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada media dalam waktu 3×24 jam.

Fadli mengatakan KKJ Sultra akan mempertimbangkan langkah hukum apabila permintaan maaf tersebut tidak disampaikan dalam batas waktu yang telah ditentukan.

“Kami meminta Kadis Pariwisata Sultra meminta maaf secara terbuka. Jika tidak dilakukan, KKJ Sultra akan mempertimbangkan langkah hukum,” pungkas Fadli.

Maka dari itu, kami menegaskan kepada Kepala Dinas Pariwisata Sultra agar segera menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada insan pers dan media atas pernyataan yang telah disampaikannya. Pernyataan tersebut kami nilai tidak pantas karena dapat merendahkan dan mencederai profesi jurnalis dalam menjalankan tugas jurnalistik.

(RM)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anton Timbang Kadin Sultra saat memimpin kegiatan organisasi

    LP2D Uraikan Capaian Anton Timbang, Dinilai Layak Lanjutkan Kepemimpinan Kadin Sultra 2026–2031.

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 587
    • 0Komentar

    KENDARI, kabaristana.com | Ketua Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Daerah (LP2D), Dr. Eni Samayati, menyampaikan apresiasi atas capaian dan kontribusi Anton Timbang selama memimpin Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara. LP2D menilai rekam jejak tersebut sebagai dasar kuat untuk mendukung pencalonan Anton Timbang sebagai calon tunggal Ketua Kadin Sultra periode 2026–2031. Selain itu, LP2D melihat […]

  • Pengawasan siswa Jaksel oleh polisi saat memberikan pembinaan kepada pelajar di dalam kelas untuk mencegah tawuran dan perundungan.

    Jaksel Gencarkan Pengawasan Pelajar Demi Cegah Tawuran dan Perundungan

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 236
    • 1Komentar

    Jakarta, {kabaristana.com} – Pengawasan siswa Jaksel kini menjadi fokus utama pemerintah daerah. Pemerintah menjalankan pengawasan siswa Jaksel untuk menekan tawuran dan perundungan di kalangan pelajar, terutama pada jam rawan sepulang sekolah. Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan meningkatkan pengawasan di berbagai wilayah. Mereka melibatkan sekolah, orang tua, dan aparat keamanan agar upaya pencegahan berjalan efektif. Selain […]

  • Pembangunan PSEL Indonesia untuk mengolah sampah menjadi energi listrik

    Menko Zulhas: Pemerintah percepat pembangunan fasilitas PSEL

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 178
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) – Pemerintah mempercepat pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di sejumlah daerah prioritas. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan tiga proyek PSEL akan segera memasuki tahap peletakan batu pertama atau groundbreaking. “Dalam waktu dekat, tiga lokasi PSEL akan memulai pembangunan. Setelah itu, 12 lokasi lainnya masuk tahap pemilihan mitra dengan […]

  • Presiden Prabowo meninjau pembangunan desa nelayan Miangas

    Presiden Prabowo Targetkan Desa Nelayan Miangas Rampung dalam Lima Bulan

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 152
    • 1Komentar

    Manado, (Kabaristana.com) – Presiden Prabowo Subianto memastikan pemerintah membangun satu desa nelayan di Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, pada 2026. Program itu masuk dalam target nasional pembentukan 1.386 desa nelayan di Indonesia. Presiden menyampaikan hal tersebut saat mengunjungi Miangas, Sabtu. Ia meminta kementerian terkait segera memulai pembangunan pada Juni 2026. “Pokoknya tahun ini […]

  • Kasus pemerasan Camat Pajo oleh tiga oknum jaksa sudah di meja Jamwas

    Kasus pemerasan Camat Pajo oleh tiga oknum jaksa sudah di meja Jamwas

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) Kejaksaan Agung RI kini menangani kasus dugaan pemerasan terhadap Camat Pajo, Kabupaten Dompu. Kasus itu melibatkan tiga oknum jaksa yang sebelumnya bertugas di Kejaksaan Negeri (Kejari) Dompu. Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Barat (NTB), Wahyudi, memastikan Jamwas telah memproses laporan tersebut. “Sudah di Jamwas,” kata […]

  • Guru SD Temukan Harta VOC di Madura

    Guru SD Temukan Harta VOC di Madura

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Porondosi
    • visibility 442
    • 0Komentar

    Jakarta, kabaristana.com – Peristiwa guru Sekolah dasar (SD), temukan harta VOC di Madura langsung menarik perhatian publik. Selain karena nilai temuan koin dan artefak kuno, yang mencapai 13 kilogram, penemuan ini juga membuka kembali diskusi tentang jejak kolonial Belanda di Jawa Timur. Oleh karena itu, banyak pihak menilai peristiwa ini penting bagi sejarah dan edukasi […]

expand_less