Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » KKJ Sultra Kecam Kepala Dinas Pariwisata Sultra Usai Sebut Wartawan “Idiot”

KKJ Sultra Kecam Kepala Dinas Pariwisata Sultra Usai Sebut Wartawan “Idiot”

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 26 menit yang lalu
  • visibility 18
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kendari, (KABARISTANA.COM) – Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengecam pernyataan Kepala Dinas Pariwisata Sultra, Ridwan Badallah, yang menyebut wartawan dengan kata “idiot” melalui akun TikTok pribadinya @eRBe#bersuara.

Koordinator KKJ Sultra, Fadli Aksar, menilai pernyataan tersebut tidak pantas disampaikan seorang pejabat publik karena merendahkan profesi jurnalis. Ia menegaskan, keberatan terhadap kerja jurnalistik seharusnya disampaikan melalui mekanisme yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Sebagai pejabat publik, Ridwan Badallah seharusnya memahami bahwa kerja jurnalistik dilindungi oleh Undang-Undang Pers. Pernyataan yang merendahkan wartawan dapat menjadi bentuk intimidasi verbal terhadap profesi jurnalis,” ujar Fadli melalui keterangan resmi, Sabtu (12/9/2026).

Persoalan ini bermula ketika seorang jurnalis meminta tanggapan Gubernur Sultra Andi Sumangerukka terkait denda administratif Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) terhadap PT Tonia Mitra Sejahtera (TMS) senilai Rp2,09 triliun pada Selasa (8/9/2026).

Pertanyaan tersebut berkaitan dengan pernyataan Gubernur Sultra yang mendukung penegakan hukum di bidang lingkungan dan sumber daya alam (SDA), termasuk melalui pemulihan aset selain proses pidana.

Pada hari yang sama, Ridwan Badallah mengunggah video melalui akun TikTok pribadinya. Dalam video tersebut, ia menyebut pertanyaan jurnalis itu salah sasaran dan menggunakan kata “idiot” untuk menyebut wartawan yang mengajukan pertanyaan.

Fadli menegaskan, jurnalis memiliki hak untuk mengajukan pertanyaan, termasuk pertanyaan kritis, sebagai bagian dari proses verifikasi dan klarifikasi informasi kepada pejabat publik.

“Jurnalis bekerja untuk kepentingan publik. Bertanya, melakukan konfirmasi, dan menggali informasi merupakan bagian dari tugas jurnalistik yang tidak boleh dihalangi dengan cara-cara yang merendahkan,” ujarnya.

Menurut Fadli, narasumber memang memiliki hak untuk mengoreksi pertanyaan yang dianggap keliru atau memilih tidak menjawab. Namun, hak tersebut tidak semestinya digunakan untuk menghina atau menyerang pribadi jurnalis.

“Kalau ada keberatan terhadap pemberitaan atau pertanyaan wartawan, tersedia mekanisme hak jawab, hak koreksi, maupun pengaduan ke Dewan Pers. Bukan dengan menyebut wartawan idiot,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa tekanan terhadap jurnalis tidak selalu berbentuk kekerasan fisik. Ancaman, intimidasi, penghinaan, dan tekanan verbal juga dapat memengaruhi kebebasan pers.

Menurut Fadli, pernyataan yang merendahkan jurnalis berpotensi menimbulkan chilling effect, yakni kondisi ketika wartawan menjadi enggan mengajukan pertanyaan kritis karena khawatir mendapat tekanan atau penghinaan.

Atas persoalan tersebut, KKJ Sultra menyatakan mengecam pernyataan Ridwan Badallah dan meminta Kepala Dinas Pariwisata Sultra itu menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada media dalam waktu 3×24 jam.

Fadli mengatakan KKJ Sultra akan mempertimbangkan langkah hukum apabila permintaan maaf tersebut tidak disampaikan dalam batas waktu yang telah ditentukan.

“Kami meminta Kadis Pariwisata Sultra meminta maaf secara terbuka. Jika tidak dilakukan, KKJ Sultra akan mempertimbangkan langkah hukum,” pungkas Fadli.

Maka dari itu, kami menegaskan kepada Kepala Dinas Pariwisata Sultra agar segera menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada insan pers dan media atas pernyataan yang telah disampaikannya. Pernyataan tersebut kami nilai tidak pantas karena dapat merendahkan dan mencederai profesi jurnalis dalam menjalankan tugas jurnalistik.

(RM)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • suap izin prodi IAI Rawa Aopa Sulawesi Tenggara

    Dugaan Suap Izin Prodi di IAI Rawa Aopa, Komersialisasi Pendidikan Terbongkar!!!

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Jakarta, kabaristana.com – Dugaan praktik suap dalam pengurusan izin Program Studi (Prodi) Ekonomi Syariah di Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa, Sulawesi Tenggara, kini mencuat ke publik. Kasus ini tidak hanya menyangkut pelanggaran hukum, tetapi juga mengangkat kembali isu komersialisasi pendidikan. Koordinator PUSKOM Indonesia, Robby Anggara, mengungkap dugaan adanya “uang pelicin” dalam proses perizinan prodi. […]

  • Pergantian Kepala BGN, Sudaryono melanjutkan penguatan Program MBG nasional.

    Bakom tegaskan MBG tetap jadi prioritas usai pergantian Kepala BGN

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 77
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) — Pemerintah menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap menjadi salah satu program prioritas nasional. Pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) tidak mengubah komitmen pemerintah dalam menjalankan program tersebut. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari mengatakan pemerintah terus menjadikan Program Makan Bergizi Gratis sebagai investasi untuk mendukung Indonesia Emas 2045. “Program MBG […]

  • anak muda Sulawesi Tenggara berdiskusi tentang pembangunan daerah

    Membangun Anak Muda Cerdas sebagai Pilar Masa Depan Sulawesi Tenggara

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 589
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) | Anak muda memegang peran strategis dalam menentukan arah pembangunan Sulawesi Tenggara. Oleh karena itu, generasi muda tidak bisa bersikap pasif di tengah perubahan sosial dan kemajuan teknologi yang kian cepat. Sebaliknya, mereka perlu tampil cerdas, berintegritas, dan berani mengambil peran. Pada dasarnya, anak muda bukan sekadar pelengkap pembangunan. Lebih dari itu, mereka […]

  • Netanyahu Timur Tengah dalam konflik Israel di Lebanon yang memicu ketegangan kawasan

    Strategi di Balik Eskalasi: Mengapa Perdamaian Timur Tengah Kian Menjauh?

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com) || Konflik di Timur Tengah kembali memanas setelah Israel meningkatkan operasi militernya di Lebanon. Sejumlah analis melihat langkah ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang, bukan sekadar respons keamanan sesaat. Operasi Militer Bukan Sekadar Taktis Pengamat Timur Tengah menilai Israel tidak hanya menargetkan kekuatan Hizbullah. Mereka melihat adanya upaya sistematis untuk membentuk ulang […]

  • Korupsi Bea Cukai yang diusut KPK

    KPK Dalami Keterlibatan Sekitar 20 Forwarder dalam Kasus Korupsi Bea Cukai

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 122
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com)  – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. Saat ini, penyidik memeriksa sekitar 20 perusahaan forwarder atau jasa pengiriman barang impor yang beroperasi di berbagai pelabuhan di Indonesia. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengatakan penyidik telah meminta keterangan […]

  • UU hukuman mati Israel dikritik Uni Eropa di kantor Komisi Eropa Brussel

    Uni Eropa Soroti UU Hukuman Mati Israel, Dinilai Langkah Mundur dan Berisiko Diskriminatif

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 241
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || UU hukuman mati Israel memicu sorotan internasional setelah Uni Eropa menyampaikan keprihatinan serius. Selain itu, UE menilai kebijakan ini sebagai langkah mundur dalam perlindungan hak asasi manusia dan berpotensi menciptakan diskriminasi. Uni Eropa Soroti UU Hukuman Mati Israel Juru bicara urusan luar negeri UE, Anouar El Anouni, menegaskan bahwa UU hukuman mati […]

expand_less