Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Sosok Sarjito, Terpilih Jadi Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral OJK

Sosok Sarjito, Terpilih Jadi Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral OJK

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
  • visibility 130
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, (kabaristana.com) — Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menetapkan Sarjito sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) periode 2026–2031.

Komisi XI mengambil keputusan tersebut setelah menjalankan fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan terhadap Sarjito.

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Muhammad Haekal membenarkan keputusan tersebut saat memberikan keterangan kepada wartawan di Jakarta, Senin (24/8/2026).

“Ya betul (menetapkan Sarjito), untuk periode 2026–2031,” ujar Haekal.

Sarjito Punya Pengalaman di Sektor Keuangan

Sarjito memiliki pengalaman panjang di sektor jasa keuangan dan pengawasan pasar modal. Ia menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI).

Pada 1998, Sarjito meraih gelar Master of Business Administration (MBA) Finance dari Saint Louis University, Missouri, Amerika Serikat.

Karier Sarjito di sektor jasa keuangan terus berkembang. Pada 2008, ia memimpin Biro Pemeriksaan dan Penyidikan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) sebagai pelaksana tugas.

Sarjito kemudian ikut menyiapkan pembentukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dalam proses tersebut, ia menjabat Wakil Koordinator Tim Kerja Bidang Pengawasan.

Pada 2015, Sarjito mendapat kepercayaan sebagai Deputi Komisioner Pengawasan Pasar Modal I OJK. Dua tahun kemudian, ia menjalankan tugas sebagai Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK.

Pada 2023, Sarjito kembali dipercaya memimpin bidang perlindungan konsumen sebagai Deputi Komisioner Perlindungan Konsumen OJK.

Ia juga memimpin Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) pada November 2023 hingga Juli 2024.

Sarjito Siapkan Delapan Kebijakan Strategis

Dalam fit and proper test Komisi XI DPR RI, Sarjito memaparkan delapan kebijakan strategis untuk membangun BMKS yang likuid, terpercaya, dan mampu memperkuat kedaulatan pasar Indonesia.

Sarjito menilai Indonesia perlu meningkatkan peran dalam perdagangan mineral dan komoditas strategis global. Menurutnya, Indonesia tidak boleh terus berada pada posisi sebagai price taker atau penerima harga.

Sarjito, ingin Indonesia secara bertahap naik menjadi price influencer hingga price maker di pasar mineral dan komoditas strategis dunia.

“Ini amanat yang sangat berat mengingat waktunya juga sudah sangat sempit, tinggal beberapa bulan. Oleh karena itu, kita harus membangun kepercayaan,” kata Sarjito.

Menurut Sarjito, kepercayaan menjadi modal penting dalam membangun BMKS. Karena itu, ia ingin membangun sistem yang mampu memberikan kepastian dan kredibilitas kepada pelaku pasar.

DPR Bawa Nama Sarjito ke Rapat Paripurna

Komisi XI DPR RI selanjutnya akan membawa keputusan tersebut ke Rapat Paripurna DPR RI pada Kamis, 27 Agustus 2026.

Rapat Paripurna akan menentukan persetujuan resmi DPR RI terhadap penetapan Sarjito sebagai Kepala Eksekutif Pengawas BMKS periode 2026–2031.

Jika mendapat persetujuan, Sarjito akan menghadapi tantangan besar dalam membangun fondasi BMKS. Lembaga tersebut diharapkan mampu membentuk harga yang dapat menjadi referensi pasar mineral dan komoditas strategis.

Sarjito berharap BMKS dapat memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan komoditas global. Ia juga menekankan bahwa pengembangan BMKS harus tetap berpedoman pada amanat konstitusi.

Menurutnya, pengelolaan kekayaan alam harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat Indonesia.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Korupsi batu bara menjadi perhatian KPK setelah Asep Guntur Rahayu menyatakan KPK dapat mengambil alih perkara yang mandek.

    Deputi: KPK bisa ambil alih kasus terkait eks Jampidsus jika mandek

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka peluang mengambil alih penanganan dugaan korupsi batu bara yang menyeret nama mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus). KPK akan menempuh langkah itu apabila penyidik tidak lagi menunjukkan perkembangan yang signifikan. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu mengatakan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 memberi […]

  • Dugaan Laporan Mandek Puriala Disorot Keluarga di Konawe

    Laporan Dugaan Penganiayaan Diduga Mandek, Keluarga Korban Pertanyakan Kinerja Kapolsek Puriala

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 344
    • 0Komentar

    KONAWE, (kabaristana.com) – Keluarga korban dugaan penganiayaan di Kecamatan Puriala, Kabupaten Konawe, mempertanyakan penanganan kasus oleh Polsek Puriala. Mereka menilai polisi belum menunjukkan perkembangan yang jelas sejak menerima laporan pada April 2026. Korban bernama Sire melaporkan dugaan penganiayaan tersebut melalui Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor: STPL/02/IV/YAN.2.5/2026/SPKT-C/Sultra/Res Knw/Sek Puriala. Peristiwa itu terjadi pada 4 April […]

  • Apriyani/Lanny Malaysia Masters 2026 saat menghadapi Isyana/Rinjani pada babak pertama di Axiata Arena Kuala Lumpur.

    Apriyani/Lanny Tembus 16 Besar Malaysia Masters 2026 Usai Menang Dramatis atas Isyana/Rinjani

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com)– Apriyani/Lanny Malaysia Masters 2026 menjadi sorotan setelah pasangan ganda putri Indonesia itu meraih kemenangan dramatis di babak pertama. Apriyani Rahayu/Lanny Tria Mayasari menundukkan Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine lewat pertandingan tiga gim dengan skor 22-20, 19-21, 21-17 di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Selasa. Apriyani/Lanny langsung menekan sejak awal pertandingan. Mereka sempat memimpin perolehan […]

  • Skuad Timnas Indonesia 2026 kapten Jay Idzes memimpin pemain saat laga di Stadion Gelora Bung Karno

    41 Pemain Dipanggil ke Skuad Sementara Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026 di Jakarta

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 285
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Timnas Indonesia memanggil 41 pemain untuk masuk dalam skuad sementara menghadapi FIFA Series 2026. Turnamen ini berlangsung pada 23–31 Maret 2026 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Pelatih kepala Timnas Indonesia, John Herdman, memilih para pemain tersebut sebagai bagian dari tahap persiapan tim. Nantinya, tim pelatih akan menyeleksi kembali daftar ini sebelum […]

  • Menlu Indonesia kecam Israel di Tepi Barat terkait perluasan permukiman ilegal

    Menlu kecam Israel atas Aneksasi Ilegal di Tepi Barat

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 430
    • 0Komentar

    Jakarta, kabaristana.com | Menlu kecam Israel atas langkah sepihak yang memaksakan kedaulatan tidak sah di Tepi Barat. Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, menegaskan bahwa kebijakan tersebut mempercepat aneksasi ilegal wilayah Palestina dan melanggar hukum internasional. Sugiono menyampaikan kecaman itu melalui pernyataan bersama dengan menteri luar negeri Mesir, Yordania, Pakistan, Arab Saudi, Turkiye, Uni Emirat Arab, […]

  • Pendidikan kritis di sekolah Indonesia masih lemah, terlihat dari suasana ruang kelas yang menekankan kepatuhan dan kelulusan dibandingkan kemampuan berpikir kritis siswa.

    Sekolah Rajin Meluluskan, Tapi Tak Mengajarkan Berpikir

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 572
    • 3Komentar

    Sekolah Rajin Meluluskan, Tapi Tak Mengajarkan Berpikir, Artinya: sekolah menekankan kelulusan dan kepatuhan, sementara kemampuan berpikir kritis dan mandiri kurang dibangun. Jakarta, kabaristana.com | Pendidikan kritis di sekolah Indonesia belum menjadi fondasi utama pembelajaran, karena sistem pendidikan masih lebih menekankan kelulusan dan kepatuhan dibandingkan kemampuan berpikir mandiri dan reflektif. Ruang Kelas yang Menuntut Kepatuhan Di […]

expand_less