Bus AMPB Sempat Dihadang Polisi, Massa Pati Tetap Berangkat ke DPR RI
- account_circle Rahman
- calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
- visibility 169
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Aksi unjuk rasa masyarakat Pati di DPR, Senayan, Jakarta, pekan lalu.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PATI, (kabaristana.com) — Keberangkatan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menuju Jakarta, Rabu siang, sempat memanas. Polisi menghentikan tiga bus AMPB ketika rombongan hendak melintasi kawasan Alun-Alun Simpang Lima Pati.
Polisi melarang tiga bus tersebut masuk ke kawasan alun-alun. Akibatnya, massa AMPB memprotes keputusan tersebut. Kemudian, massa dan petugas lalu lintas terlibat adu dorong di lokasi.
Sementara itu, situasi tersebut membuat arus kendaraan di sekitar alun-alun tersendat. Petugas lalu mengatur kendaraan agar lalu lintas kembali berjalan lancar.
AMPB Pindahkan Bus ke Jalan Turut
Setelah itu, pengurus AMPB memilih lokasi parkir baru di sepanjang Jalan Turut, Desa Kalianyar. Mereka mengambil keputusan tersebut setelah polisi melarang bus memasuki kawasan alun-alun.
Selanjutnya, massa yang sebelumnya berkumpul di alun-alun menggunakan mobil pikap untuk menuju lokasi parkir bus.
Namun, kondisi jalan yang sempit kembali membuat arus kendaraan padat. Karena itu, rombongan memindahkan titik keberangkatan ke kawasan depan Plaza Pragola.
Setelah seluruh persiapan selesai, tiga bus AMPB meninggalkan Pati menuju Jakarta sekitar pukul 15.10 WIB.
Massa AMPB Bawa Aspirasi ke DPR RI
Dalam perjalanan tersebut, sekitar 250 orang AMPB mengikuti rombongan menuju Jakarta. Mereka membawa aspirasi terkait pengesahan RUU Perampasan Aset dan tuntutan hukuman mati bagi pelaku korupsi.
Terkait kejadian itu, Koordinator AMPB Pati Utara, Sutikno, mengecam tindakan polisi yang menurutnya menghambat keberangkatan rombongan.
Menurut Sutikno, tindakan tersebut menunjukkan pembungkaman terhadap masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi.
“Seperti yang kalian lihat sendiri, kami tadi dihadang dan tidak boleh masuk. Ini pembungkaman. Mereka penegak hukum, tetapi melanggar hukum,” ujar Sutikno.
Koordinator AMPB Minta Aspirasi Tidak Dihambat
Di sisi lain, Koordinator AMPB Pati Barat, Novi Adrianta, membenarkan polisi sempat menghentikan bus yang membawa anggota AMPB.
Menurut Novi, kejadian tersebut sangat ia sayangkan. Karena itu, ia berharap aparat tidak lagi menghambat masyarakat ketika menyampaikan aspirasi secara terbuka.
“Kami tadi sempat dihalangi oknum polisi. Tapi intinya, kami tetap mau berangkat. Kami mohon doanya untuk kita semua,” kata Novi.
Lima Bus Bawa Massa Menuju Jakarta
Berdasarkan informasi dari lapangan, sekitar 250 orang AMPB menggunakan lima armada bus untuk menuju Jakarta.
Tiga bus meninggalkan Pati pada Rabu siang. Sementara itu, dua bus lainnya berangkat lebih dahulu pada Rabu dini hari.
Selanjutnya, rombongan AMPB melanjutkan perjalanan menuju Jakarta untuk mengikuti aksi di depan Gedung DPR RI.
Dalam aksi tersebut, massa AMPB akan menyampaikan tuntutan agar DPR segera mengesahkan RUU Perampasan Aset.
Selain itu, mereka juga menyuarakan tuntutan penerapan hukuman mati bagi pelaku korupsi.
Dengan demikian, massa AMPB tetap melanjutkan perjalanan menuju Jakarta setelah menghadapi sejumlah kendala saat keberangkatan dari Pati.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Endana
- Sumber: Syd



Saat ini belum ada komentar