Demonstrasi Besar di Australia Tolak Kunjungan Presiden Israel
- account_circle Brian Putra
- calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
- visibility 144
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gambar, Ilustrasi Demonstrasi Besar-besaran Masyarakat Australia, atas penolakan kedatangan Presiden Israel ke Australia.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, kabaristana.com | Demonstrasi besar di Australia terjadi secara serentak di sejumlah kota utama setelah masyarakat menyatakan penolakan terhadap rencana kunjungan Presiden Israel. Sejak pagi, massa mulai berkumpul dan bergerak menuju pusat-pusat kota. Karena itu, aksi ini langsung menyedot perhatian publik nasional dan internasional. (10/02/2026).
Aksi Massa Meluas di Kota-Kota Besar
Ribuan warga memenuhi jalan utama Sydney, Melbourne, Brisbane, dan Canberra. Selain aktivis kemanusiaan, mahasiswa dan organisasi masyarakat sipil turut memimpin barisan aksi. Mereka membawa spanduk, poster, dan bendera Palestina sambil menyuarakan tuntutan keadilan.
Di sisi lain, demonstran secara terbuka menolak kedatangan Presiden Israel. Mereka menilai kunjungan tersebut tidak sejalan dengan nilai kemanusiaan. Oleh sebab itu, massa terus menyuarakan kritik terhadap kebijakan Israel di wilayah konflik.
Penolakan Kunjungan Presiden Israel
Para peserta aksi menegaskan bahwa kunjungan kepala negara Israel berpotensi melukai rasa keadilan publik Australia. Selain itu, mereka menilai agenda kenegaraan tersebut dapat mengaburkan isu pelanggaran hak asasi manusia di Gaza.
Karena alasan itu, demonstran menyerukan agar pemerintah tidak memberikan ruang legitimasi politik. Mereka juga mengajak masyarakat luas untuk tetap kritis dan aktif menyuarakan solidaritas kemanusiaan.
Tuntutan Langsung kepada Pemerintah Australia
Dalam setiap orasi, massa menyampaikan tuntutan secara tegas kepada pemerintah Australia. Pertama, mereka meminta peninjauan ulang agenda kunjungan Presiden Israel. Kedua, mereka mendesak pemerintah mengambil sikap lebih berimbang terhadap konflik Palestina–Israel.
Lebih lanjut, para orator menekankan bahwa solidaritas terhadap Palestina merupakan tanggung jawab moral global. Oleh karena itu, demonstrasi besar di Australia terus berlanjut sebagai bentuk tekanan publik.
Pengamanan Aparat dan Situasi Lapangan
Sementara itu, kepolisian Australia mengerahkan personel tambahan di sejumlah titik strategis. Aparat mengatur arus lalu lintas dan memastikan jalannya aksi tetap kondusif. Meskipun massa memadati jalan utama, demonstrasi berlangsung tertib tanpa bentrokan.
Namun demikian, kepadatan massa sempat menyebabkan penutupan sementara beberapa jalur transportasi. Petugas kemudian mengalihkan arus kendaraan untuk mengurangi gangguan aktivitas warga.
Gelombang Solidaritas Diprediksi Berlanjut
Selanjutnya, pengamat politik menilai demonstrasi besar di Australia mencerminkan meningkatnya kesadaran publik terhadap isu kemanusiaan global. Selain itu, aksi ini sejalan dengan gelombang protes serupa di berbagai negara Barat.
Oleh karena itu, banyak pihak memperkirakan tekanan publik terhadap pemerintah Australia akan terus menguat. Hingga kini, para demonstran menyatakan siap menggelar aksi lanjutan sambil menunggu respons resmi pemerintah.
- Penulis: Brian Putra
- Editor: Muh. Nur Alim

Saat ini belum ada komentar