JAKARTA, (Kabaristana.com) | Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menolak serangan terhadap ladang gas South Pars di Iran dan meminta semua pihak menghentikan aksi yang menyasar infrastruktur sipil.
Wakil Juru Bicara PBB, Farhan Haq, menyampaikan sikap tersebut dalam konferensi pers pada Rabu (18/3). Ia menegaskan PBB menentang setiap serangan yang menyasar objek non-militer karena tindakan itu meningkatkan risiko bagi warga sipil.
Media Iran sebelumnya melaporkan serangan yang menargetkan ladang gas South Pars serta kawasan industri Asaluyeh. Kawasan ini berperan sebagai pusat pengolahan gas utama di Iran. Serangan tersebut memicu kebakaran di sejumlah fasilitas, termasuk tangki penyimpanan dan unit produksi.
PBB meminta semua pihak menahan diri dan menghindari serangan terhadap fasilitas sipil. Organisasi ini menilai langkah tersebut penting untuk mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.
Ketegangan meningkat sejak akhir Februari ketika serangkaian serangan menghantam beberapa wilayah di Iran. Insiden tersebut menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur. Situasi kemudian berkembang setelah Iran melancarkan serangan balasan ke sejumlah target di kawasan.
Amerika Serikat dan Israel menyebut operasi militer mereka sebagai respons atas ancaman keamanan. Namun, pernyataan lanjutan dari kedua pihak memicu spekulasi terkait tujuan politik yang lebih luas.
Rusia turut menanggapi situasi ini dengan menyerukan penghentian konflik. Pemerintah Rusia juga mendorong semua pihak menempuh jalur diplomasi guna meredakan ketegangan.
PBB menekankan perlindungan warga sipil sebagai prioritas utama. Organisasi itu juga mengajak semua pihak menyelesaikan konflik melalui dialog untuk mencegah krisis yang lebih besar.
Saat ini belum ada komentar