Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » International » Mojtaba Khamenei Resmi Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Ini Profil dan Jaringan Kekuasaannya

Mojtaba Khamenei Resmi Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Ini Profil dan Jaringan Kekuasaannya

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
  • visibility 256
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, (kabaristana.com)| Majelis Ahli Iran menetapkan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru. Ia menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan pada akhir Februari 2026.

Majelis Ahli mengambil keputusan itu melalui pemungutan suara dalam rapat tertutup pada Minggu (08/03/2026). Keputusan tersebut mencatat sejarah baru bagi Iran.

Untuk pertama kalinya sejak Revolusi Iran 1979, kekuasaan tertinggi negara itu berpindah langsung dari ayah kepada anak.

Sebelum penunjukan permanen, Iran sempat mengalami masa transisi kepemimpinan. Pemerintah membentuk dewan interim untuk menjalankan tugas sementara.

Dewan itu beranggotakan Presiden Masoud Pezeshkian, Kepala Kehakiman Gholam-Hossein Mohseni-Ejei, dan ulama Alireza Arafi. Mereka menjalankan fungsi kepemimpinan hingga Majelis Ahli menentukan pengganti tetap.

Berikut sejumlah fakta mengenai Mojtaba Khamenei.

Dukungan Garda Revolusi Iran

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memberikan dukungan kuat kepada Mojtaba Khamenei. Lembaga militer ini memiliki pengaruh besar dalam sistem politik Iran.

Sejumlah laporan menyebut para komandan IRGC aktif berkomunikasi dengan anggota Majelis Ahli sebelum pemungutan suara. Mereka mendorong dukungan terhadap Mojtaba.

Langkah tersebut memperkuat peluangnya untuk terpilih sebagai pemimpin tertinggi Iran.

Proses Pemilihan Diwarnai Kontroversi

Beberapa sumber menyebut suasana rapat Majelis Ahli berlangsung tidak biasa. Sejumlah anggota merasakan tekanan selama proses pembahasan.

Kelompok oposisi juga mendapat waktu terbatas untuk menyampaikan pendapat. Kondisi itu memicu kritik dari sebagian anggota majelis.

Meski demikian, pemungutan suara tetap berlangsung hingga keputusan final keluar.

Setelah hasil diumumkan, Garda Revolusi langsung menyatakan dukungan kepada Mojtaba Khamenei.

Dinilai Mampu Menjaga Stabilitas

Kalangan elite keamanan memandang Mojtaba sebagai figur yang mampu menjaga stabilitas politik Iran.

Selama bertahun-tahun, ia membangun hubungan dekat dengan para komandan IRGC. Ia juga berperan sebagai penghubung antara lembaga keamanan dan kantor ayahnya.

Hubungan tersebut membuat banyak pihak percaya bahwa ia mampu menjaga kesinambungan kekuasaan.

Jarang Tampil di Jabatan Publik

Mojtaba Khamenei tidak pernah memegang jabatan publik melalui pemilu. Ia lebih sering bekerja di belakang layar dalam struktur kekuasaan Iran.

Secara keagamaan, ia menyandang gelar ulama Hojjatoleslam. Gelar ini berada di bawah tingkat ulama yang biasanya memimpin Republik Islam Iran.

Meski demikian, pengaruhnya di lingkar kekuasaan tetap kuat.

Pengaruh Politik Sejak 2005

Pengaruh Mojtaba mulai terlihat pada pemilihan presiden Iran tahun 2005. Beberapa rival politik menuduhnya membantu kemenangan Mahmoud Ahmadinejad.

Namanya juga muncul dalam berbagai laporan terkait penanganan protes besar setelah pemilu 2009.

Sejak saat itu, ia memperkuat jaringan dengan aparat keamanan, ulama konservatif, dan elite politik.

Kekuatan dari Jaringan “Bayt”

Mojtaba memiliki akses kuat ke struktur kekuasaan yang dikenal sebagai “Bayt”. Struktur ini mengelola kantor Pemimpin Tertinggi Iran.

Bayt menghubungkan banyak lembaga penting negara. Jaringan ini mencakup badan keamanan, lembaga keagamaan, yayasan ekonomi, hingga organisasi politik.

Melalui jaringan tersebut, kantor Pemimpin Tertinggi dapat memantau berbagai keputusan strategis negara.

Karena lama berada di dalam sistem ini, Mojtaba memiliki dukungan kuat dari banyak tokoh berpengaruh di Iran.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kurikulum Pemuda 21 dibahas dalam rapat pengkaderan Pemuda 21

    Duta Adrian Saputra: Finalisasi Kurikulum Pengkaderan Pemuda 21 Menjadi Prioritas

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 261
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Direktur Pengkaderan Pemuda 21, Duta Adrian Saputra, menjadikan finalisasi kurikulum pengkaderan sebagai prioritas utama organisasi. Langkah ini bertujuan memperkuat sistem kaderisasi dan mencetak generasi muda yang berkualitas. Duta Adrian mengatakan kurikulum pengkaderan harus menjawab tantangan generasi muda saat ini. Kurikulum yang baik akan membantu kader memahami nilai organisasi, meningkatkan kemampuan, dan memperkuat […]

  • Ketua Umum PP Gerakan Pemuda Al-Washliyah H. Aminullah Siagian menyampaikan sikap terkait isu pergantian Kapolri.

    Sikapi Isu Pergantian Kapolri, PP GPA Rilis Tiga Pernyataan Sikap Minta Pemuda Jaga Kondusivitas

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 133
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) — Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Al-Washliyah (PP GPA), H. Aminullah Siagian, menanggapi rumor pergantian Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Aminullah meminta masyarakat tetap tenang. Ia juga mengajak seluruh kader pemuda menjaga soliditas dan tidak mudah terprovokasi oleh spekulasi yang belum memiliki dasar kuat. Menurut Aminullah, isu pergantian Kapolri tidak menunjukkan […]

  • Laba Bank Sultra 2025 mencapai Rp419 miliar dalam RUPS Bank Sultra di Kendari

    Bank Sultra Bukukan Laba Bersih Rp419 Miliar di 2025, Dividen Naik Jadi 75 Persen

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 213
    • 0Komentar

    KENDARI, (Kabaristana.com) | PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara (Bank Sultra) mencatat kinerja keuangan yang positif sepanjang tahun buku 2025. Bank milik pemerintah daerah itu meraih laba bersih Rp419 miliar dan terus memperkuat perannya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Tenggara. Manajemen Bank Sultra memaparkan capaian tersebut dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun […]

  • upah cleaning service RSUD Konawe saat membersihkan ruang medis

    SBKB: RSUD Konawe Diduga Terapkan Praktik “Budak Modern”, Buruh Siap Mogok

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 260
    • 0Komentar

    KONAWE, (Kabaristana.com) – Serikat Buruh Keadilan Bersatu (SBKB) menyoroti dugaan praktik ketenagakerjaan tidak layak yang menimpa puluhan tenaga kebersihan di RSUD Konawe. Sebanyak 44 pekerja cleaning service yang bekerja melalui vendor CV Kampa Jaya menerima upah di bawah Upah Minimum Kabupaten (UMK) Konawe. Ketua Umum SBKB, Ikbal Mbalakia, menilai kondisi ini sebagai bentuk eksploitasi tenaga […]

  • pendataan pendatang baru Kapuk oleh Dukcapil Jakarta Barat di Cengkareng

    142 Warga Terlayani, Dukcapil Jakbar Data Pendatang Baru Pasca-Lebaran di Kapuk

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 230
    • 1Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Sudin Dukcapil) Jakarta Barat mencatat 142 layanan saat mendata pendatang baru pasca-Lebaran 2026 di RW 016, Kelurahan Kapuk, Cengkareng. Kepala Sudin Dukcapil Jakarta Barat, Gentina Arifin, mengatakan pihaknya melakukan pendataan untuk mengetahui jumlah pendatang yang masuk ke Jakarta Barat. Petugas membagi pendatang dalam dua kategori, yaitu […]

  • Limbah PT Mutu Cemari Anak Sungai Muara Malungai dan Janji Bantuan Sumur Bor yang Diabaikan

    Limbah PT Mutu Cemari Anak Sungai Muara Malungai dan Janji Bantuan Sumur Bor yang Diabaikan

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • account_circle Ramni Riyadi
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Barito Selatan, Kabaristana.com — Warga Dusun Muara Malungai, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, mengeluhkan aktivitas PT Mutu di wilayah lingkar tambang ring satu. Warga menyoroti dua persoalan. Pertama, dugaan pembuangan limbah ke aliran sungai. Kedua, belum adanya realisasi sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Keluhan itu disampaikan Awianor, warga asli Muara Malungai. Ia […]

expand_less