Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sejarah » Tragedi Lebaran 1932 di Batavia: Permintaan Baju Baru Berujung Pembunuhan

Tragedi Lebaran 1932 di Batavia: Permintaan Baju Baru Berujung Pembunuhan

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
  • visibility 227
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, (Kabaristana.com) | Tradisi membeli pakaian baru menjelang Lebaran telah lama melekat dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Namun, pada masa kolonial, kebiasaan ini pernah memicu peristiwa tragis. Pada Idul Fitri 1350 Hijriah atau Januari 1932, warga Batavia kini Jakarta dikejutkan oleh pembunuhan seorang istri oleh suaminya di kawasan Tanjung Priok.

Seorang pria bernama Telo bin Saleh menusuk istrinya setelah terjadi pertengkaran rumah tangga. Perselisihan itu bermula dari permintaan sang istri yang ingin membeli baju baru untuk merayakan Lebaran.

Permintaan Baju Lebaran Picu Pertengkaran

Beberapa hari sebelum 1 Syawal, sang istri meminta uang kepada Telo agar bisa membeli satu set pakaian baru. Ia ingin merayakan hari raya dengan mengenakan pakaian baru seperti kebiasaan banyak orang saat Lebaran.

Namun, Telo menolak permintaan tersebut. Ia mengaku tidak memiliki cukup uang karena kondisi ekonomi keluarga sedang sulit. Saat itu, Hindia Belanda memang mengalami tekanan ekonomi yang cukup berat.

Telo lalu menyarankan agar mereka merayakan Lebaran secara sederhana dengan memakai pakaian lama. Akan tetapi, sang istri terus mendesak agar suaminya menyediakan uang untuk membeli pakaian baru.

Surat kabar Belanda De Indische Courant edisi 9 Mei 1932 mencatat bahwa masyarakat pribumi sudah lama menjadikan pakaian baru sebagai bagian dari perayaan Lebaran. Bahkan keluarga miskin pun berusaha tampil dengan pakaian baru saat hari raya.

Emosi Memuncak Berujung Kekerasan

Perdebatan antara pasangan tersebut semakin memanas. Telo tetap menolak permintaan istrinya. Sang istri terus mendesak dan melontarkan kata-kata yang menyinggung perasaan suaminya.

Kemudian, emosi Telo memuncak. Ia mengambil pisau dan menusuk istrinya. Serangan itu membuat korban meninggal di tempat.

Polisi kemudian menangkap Telo bin Saleh. Ia harus menjalani hukuman penjara setelah melakukan tindakan tersebut.

Tradisi Baju Baru Saat Lebaran Sudah Lama Ada

Terlepas dari tragedi itu, kebiasaan membeli pakaian baru menjelang Lebaran memang sudah berlangsung lama di Nusantara. Penasehat urusan Islam pemerintah kolonial Belanda, Snouck Hurgronje, pernah mencatat fenomena tersebut dalam tulisannya tentang masyarakat Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa masyarakat di berbagai daerah memiliki kebiasaan membeli pakaian baru sebelum Lebaran. Di Aceh, misalnya, warga lebih memprioritaskan membeli pakaian baru daripada membeli daging untuk hidangan hari raya.

Hal yang sama juga terjadi di Batavia. Warga kota menghabiskan banyak uang untuk membeli pakaian baru, petasan, dan makanan. Mereka memandang Lebaran sebagai hari istimewa yang harus dirayakan dengan penuh kegembiraan.

Perdebatan tentang Perayaan Lebaran

Sejumlah pejabat kolonial pernah mengkritik kebiasaan tersebut. Mereka menilai banyak pegawai pribumi merayakan Lebaran secara besar-besaran meskipun harus meminjam uang.

Namun, Snouck Hurgronje tidak sepakat dengan pandangan itu. Ia menilai larangan terhadap tradisi Lebaran tidak akan otomatis membuat masyarakat menjadi lebih hemat.

Menurutnya, kebiasaan masyarakat dalam merayakan hari raya merupakan bagian dari budaya yang telah mengakar lama.

Tragedi yang terjadi di Batavia pada 1932 menunjukkan bahwa tekanan ekonomi dan konflik rumah tangga dapat memicu tindakan fatal. Di sisi lain, kisah ini juga menggambarkan bahwa tradisi mengenakan pakaian baru saat Lebaran sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia sejak masa lampau.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prabowo dan PM Jepang bertemu bahas RI Jepang stabilitas global di Tokyo

    RI Jepang Stabilitas Global: Prabowo Dorong Peran Strategis di Dunia

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 186
    • 0Komentar

    TOKYO, (Kabaristana.com) || RI Jepang stabilitas global menjadi fokus dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi di Istana Akasaka, Selasa (31/3/2026). Prabowo menegaskan Indonesia dan Jepang harus mengambil peran nyata dalam menjaga stabilitas dunia. Ia menilai situasi geopolitik global semakin kompleks dan penuh tantangan. “Indonesia dan Jepang harus menjadi bagian penting […]

  • Copot Kajati Sultra desakan FAMHI Sultra Jakarta

    FAMHI Sultra Jakarta Desak Jaksa Agung Copot Kajati Sultra Terkait Mandeknya Kasus Dugaan Korupsi Bupati Bombana

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 466
    • 1Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) | Forum Advokasi Mahasiswa Hukum Indonesia Sulawesi Tenggara–Jakarta (FAMHI Sultra Jakarta) mendesak Kejaksaan Agung Republik Indonesia segera mencopot Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara (Kajati Sultra). Desakan ini muncul karena FAMHI menilai Kejati Sultra lambat menangani dugaan korupsi yang menyeret Bupati Bombana, Burhanuddin. Selain itu, FAMHI Sultra Jakarta juga menilai Kejati Sultra belum menunjukkan […]

  • pramudi mikrotrans jakarta melayani penumpang di armada mikrotrans transjakarta

    Pemkot Jakbar Buka Jalan 1.000 Lowongan Pramudi Mikrotrans, Prioritaskan Warga Lokal

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 255
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || Pemerintah Kota Jakarta Barat memfasilitasi rekrutmen 1.000 pramudi Mikrotrans yang diinisiasi oleh PT Transportasi Jakarta. Program ini menargetkan warga Jakarta Barat sebagai prioritas utama untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja. Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, menegaskan bahwa program ini menjadi langkah konkret untuk memperluas lapangan kerja sekaligus meningkatkan kualitas layanan transportasi publik. […]

  • Jan Maringka kurban sapi di Masjid Raya Banten saat Idul Adha 1447 H

    Ketum AAAFI Dr. Jan Maringka Tebar Kepedulian Sosial Lewat Kurban Idul Adha 1447 H di Masjid Raya Banten

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 157
    • 2Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) – Ketua Umum Asosiasi Advokat dan Akuntan Forensik Indonesia (A3FI), Dr. Jan S. Maringka, S.H., M.H., CGCAE, menyerahkan satu ekor sapi kurban kepada pondok pesantren di Masjid Raya Banten, Serang, Rabu (27/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi wujud kepedulian sosial Jan Maringka dalam menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Selain itu, panitia kurban dan […]

  • Thailand Open 2026 comeback Leo Daniel bersama 17 wakil Indonesia di Bangkok

    Thailand Open 2026 Jadi Ajang Comeback Leo/Daniel Bersama 17 Wakil Indonesia

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 183
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) – Indonesia membawa 17 wakil ke Thailand Open 2026 yang berlangsung di Nimibutr Stadium, Bangkok, pada 12–17 Mei 2026. Turnamen BWF World Tour Super 500 itu menjadi sorotan karena menandai comeback pasangan ganda putra Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin. Leo/Daniel kembali bermain bersama setelah PBSI sempat memisahkan keduanya pada 2024. Saat itu, […]

  • Gedung KPK di Jakarta sebagai kantor Komisi Pemberantasan Korupsi terkait imbauan KPK tolak gratifikasi.

    KPK soal Amplop Raja Juli: Pemberian Harusnya Ditolak Sejak Awal

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 88
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta seluruh penyelenggara negara menolak setiap pemberian yang berpotensi menjadi gratifikasi. Imbauan itu muncul setelah publik menyoroti penerimaan amplop oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dari Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan bahwa pejabat negara harus menolak setiap bentuk pemberian sejak awal. […]

expand_less