Jakarta, (kabaristana.com)-Kurs rupiah turun pada pembukaan perdagangan Rabu pagi. Mata uang domestik melemah 32 poin atau 0,19 persen ke Rp17.275 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp17.243. Tekanan ini muncul seiring meningkatnya ketidakpastian global.
Kurs Rupiah Tertekan Ketegangan Global
Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menilai kebuntuan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran menjadi pemicu utama. Selain itu, kenaikan harga minyak sejak awal pekan memperbesar tekanan pasar. Akibatnya, pelaku pasar mulai mengantisipasi peningkatan inflasi global.
Di sisi lain, Iran mengajukan proposal baru untuk meredakan konflik. Namun demikian, banyak pihak di Washington meragukan usulan tersebut. Pasalnya, proposal itu tidak membahas program nuklir secara langsung. Sebaliknya, Iran menekankan penghentian konflik serta stabilitas jalur pelayaran di kawasan Teluk.
Kurs Rupiah dan Dampak Harga Minyak
Sementara itu, Presiden AS, Donald Trump, menolak pendekatan tersebut. Oleh sebab itu, peluang tercapainya kesepakatan damai semakin kecil.
Selanjutnya, harga minyak dunia terus naik karena kekhawatiran gangguan pasokan, terutama di Selat Hormuz. Kondisi ini mendorong ekspektasi inflasi global. Bahkan, situasi tersebut turut memengaruhi arah kebijakan The Federal Reserve.
Tidak hanya itu, keputusan Uni Emirat Arab keluar dari OPEC dan OPEC+ menambah tekanan di pasar energi global. Kebijakan ini mulai berlaku pada 1 Mei 2026.
Prospek Kurs Rupiah
Dengan berbagai tekanan tersebut, kurs rupiah diperkirakan masih bergerak fluktuatif dalam jangka pendek. Pelaku pasar terus mencermati perkembangan geopolitik serta arah kebijakan global. Selain itu, faktor domestik seperti inflasi dan respons Bank Indonesia juga akan memengaruhi stabilitas nilai tukar.
Di samping faktor eksternal, kondisi fundamental ekonomi Indonesia tetap menjadi perhatian investor. Stabilitas sektor keuangan dan kinerja ekspor dapat membantu meredam tekanan. Oleh karena itu, arah pergerakan rupiah ke depan akan sangat bergantung pada kombinasi faktor global dan domestik.
Tautan Internal
Baca juga:
- Perkembangan kurs rupiah hari ini dan analisis pasar
- Dampak kenaikan harga minyak terhadap ekonomi Indonesia
- Kebijakan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar
Saat ini belum ada komentar