Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Tan Malaka: Pemikir Revolusioner yang Terlalu Maju untuk Zamannya

Tan Malaka: Pemikir Revolusioner yang Terlalu Maju untuk Zamannya

  • account_circle Retanto
  • calendar_month 10 jam yang lalu
  • visibility 28
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Rahman

Kabaristana.com – Nama Tan Malaka selalu memunculkan perdebatan. Sebagian orang mengenalnya sebagai tokoh kiri, sementara sebagian lainnya memandangnya sebagai pejuang kemerdekaan yang jasanya kurang mendapat tempat dalam sejarah resmi Indonesia. Namun di balik berbagai label tersebut, satu hal yang sulit dibantah adalah bahwa Tan Malaka merupakan salah satu pemikir paling berpengaruh yang pernah dimiliki bangsa ini.

Tan Malaka bukan hanya seorang aktivis politik. Ia adalah guru, penulis, dan intelektual yang berusaha membangun kesadaran rakyat melalui pendidikan dan pemikiran rasional. Dalam berbagai karya yang ditulisnya, Tan Malaka mendorong masyarakat untuk berpikir kritis, menggunakan akal sehat, dan tidak menerima segala sesuatu tanpa pertimbangan logis.

Pemikirannya bahkan dapat dikatakan melampaui zamannya. Jauh sebelum Indonesia merdeka, Tan Malaka telah menggagas bentuk negara republik yang berdaulat. Melalui karyanya, Naar de Republiek Indonesia, ia menggambarkan Indonesia sebagai negara merdeka yang berdiri di atas kedaulatan rakyat. Gagasan tersebut lahir ketika kemerdekaan masih dianggap sebagai cita-cita yang sulit diwujudkan.

Meski demikian, perjalanan hidup Tan Malaka justru dipenuhi pengasingan, perburuan, dan pertentangan politik. Ia berhadapan dengan pemerintah kolonial Belanda, berbeda pandangan dengan sejumlah tokoh pergerakan, bahkan mengalami konflik politik pada masa awal kemerdekaan. Kondisi tersebut membuat namanya sempat tersisih dari narasi sejarah resmi selama bertahun-tahun.

Di era modern, pemikiran Tan Malaka kembali menemukan relevansinya. Ketika masyarakat menghadapi banjir informasi, polarisasi politik, dan menurunnya budaya literasi, gagasan mengenai pentingnya berpikir kritis menjadi semakin penting. Melalui buku Madilog (Materialisme, Dialektika, dan Logika), Tan Malaka menekankan pentingnya ilmu pengetahuan, logika, dan rasionalitas dalam memahami persoalan sosial.

Kutipan yang sering dikaitkan dengan dirinya, “Mereka tidak takut rakyat miskin, mereka takut rakyat terlalu kritis dan cerdas,” memang belum dapat dipastikan berasal langsung dari tulisan Tan Malaka. Namun, kalimat tersebut menggambarkan semangat pemikirannya yang menempatkan pendidikan dan kesadaran sebagai kekuatan utama rakyat.

Tan Malaka mengajarkan bahwa kemerdekaan tidak hanya berarti terbebas dari penjajahan fisik. Kemerdekaan juga berarti terbebas dari kebodohan, ketakutan, dan ketidakmampuan berpikir secara mandiri. Ia meyakini bahwa bangsa yang kuat adalah bangsa yang rakyatnya berani bertanya, berani berpikir, dan berani memperjuangkan kebenaran.

Di tengah berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan politik yang dihadapi Indonesia saat ini, warisan pemikiran Tan Malaka tetap layak dipelajari. Ia mungkin hidup dalam pengasingan dan meninggal dalam kontroversi, tetapi gagasannya terus hidup dalam diskusi mengenai pendidikan, demokrasi, dan masa depan bangsa.

Tan Malaka bukan sekadar tokoh sejarah. Ia adalah pengingat bahwa perubahan besar selalu dimulai dari keberanian untuk berpikir.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Padepokan Padhang Ati di Kabupaten Pekalongan

    Kemenag Tegaskan Padepokan Padhang Ati Bukan Pesantren, Kasus Dugaan Cabul Ditangani Polisi

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 58
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) – Direktur Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said, menegaskan lembaga yang dipimpin terduga pelaku pencabulan di Pekalongan bukan pondok pesantren. Sebaliknya, lembaga itu merupakan padepokan bernama Padepokan Padhang Ati. Basnang mengatakan Kementerian Agama telah memeriksa data Education Management Information System (EMIS). Dari hasil pemeriksaan itu, Kemenag tidak menemukan izin operasional maupun data pendaftaran lembaga […]

  • Kompetisi Baru PSSI 2026 Resmi Disiapkan Erick Thohir

    Erick Thohir Bocorkan Kompetisi Baru Musim 2026/2027, Bakal Jalan Bersamaan dengan Liga

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 111
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || Ketua Umum Erick Thohir membocorkan rencana peluncuran kompetisi baru yang akan hadir pada musim 2026/2027. Ajang ini akan berjalan bersamaan dengan liga utama di semua kasta, mulai dari Super League hingga Liga 4. Ia menyampaikan rencana tersebut saat memimpin rapat Exco PSSI bersama I.League. Dalam pertemuan itu, Erick menegaskan bahwa federasi sedang […]

  • gotong royong RT 07 Bumi Jaya mendirikan pagar TOGA

    Warga RT 07 Bumi Jaya Gotong Royong Dirikan Pagar TOGA, Ketua RT Baru Terharu Lihat Kekompakan

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Usupriyadi
    • visibility 264
    • 0Komentar

    Gotong royong RT 07 menjadi wujud nyata kepedulian warga terhadap lingkungan dan kebersamaan sosial di Desa Bumi Jaya, Kecamatan Kaubun, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Melalui kerja bersama, warga memperkuat hubungan sosial sekaligus menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan tertata. Kutai Timur, duasatunews.com | Kalimantan Timur  Warga RT 07 Dusun 03, Desa Bumi Jaya, Kecamatan […]

  • pelaut India Timur waspada di jalur pelayaran Timur Tengah

    India Peringatkan Pelaut Waspada di Timur Tengah Saat Ketegangan Meningkat

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 210
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Pemerintah India mengimbau seluruh pelaut dan pemangku kepentingan sektor pelayaran untuk meningkatkan kewaspadaan saat beroperasi di kawasan Timur Tengah. Imbauan ini disampaikan seiring meningkatnya ketegangan keamanan regional yang berpotensi memengaruhi keselamatan pelayaran internasional. Selain itu, pemerintah menilai situasi geopolitik di kawasan tersebut terus berkembang cepat. Oleh karena itu, langkah pencegahan sejak dini […]

  • panel surya dinding bangunan pada gedung modern

    Panel Surya di Dinding Bangunan: Solusi Energi Kota yang Hemat Listrik dan Pangkas Emisi

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 145
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || Pemanfaatan panel surya pada dinding bangunan kini semakin menarik perhatian. Selain itu, teknologi ini membuka peluang baru untuk pasokan energi di kota. Peneliti dari China meneliti penggunaan panel surya pada fasad bangunan. Mereka menyebut konsep ini sebagai facade-integrated photovoltaics (FIPV). Selama ini, banyak pihak belum memanfaatkan permukaan vertikal secara optimal. Hasil penelitian […]

  • GPM Jabodetabek Desak Kejagung & Kajati Sulbar Usut Tuntas Kasus Dugaan Makelar Jual Beli Titik yang Melibatkan Beberapa Oknum Ketua Yayasan

    GPM Jabodetabek Desak Kejagung & Kajati Sulbar Usut Tuntas Kasus Dugaan Makelar Jual Beli Titik yang Melibatkan Beberapa Oknum Ketua Yayasan

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) –16 Juni 2026 Gerakan Pemantau Masyarakat (GPM) wilayah Sulawesi Barat secara resmi mendesak Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat (Kajati Sulbar) untuk mengusut secara mendalam, transparan, dan tuntas kasus dugaan praktik makelar jual beli titik SPPG ( Satuan pelayanan pemenuhan Gizi) yang diduga melibatkan sejumlah oknum ketua yayasan di wilayah sulawesi barat. Koordinator GPM Jabodetabek. […]

expand_less