Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Tan Malaka: Pemikir Revolusioner yang Terlalu Maju untuk Zamannya

Tan Malaka: Pemikir Revolusioner yang Terlalu Maju untuk Zamannya

  • account_circle Retanto
  • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
  • visibility 173
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Rahman

Kabaristana.com – Nama Tan Malaka selalu memunculkan perdebatan. Sebagian orang mengenalnya sebagai tokoh kiri karena keterlibatannya dalam gerakan komunis internasional pada awal perjuangannya. Sebagian lainnya menilai Tan Malaka sebagai pejuang kemerdekaan sekaligus pemikir bangsa yang belum memperoleh tempat yang layak dalam sejarah Indonesia. Terlepas dari berbagai penilaian tersebut, Tan Malaka merupakan salah satu intelektual paling berpengaruh yang pernah dimiliki Indonesia.

Tan Malaka tidak hanya bergerak di dunia politik. Ia mengajar, menulis, dan menyebarkan gagasan yang mendorong rakyat menggunakan akal sehat. Dalam berbagai karyanya, ia mengajak masyarakat berpikir kritis, menguji setiap gagasan secara logis, serta tidak menerima informasi tanpa pertimbangan rasional.

Tan Malaka Merumuskan Visi Republik

Pemikiran Tan Malaka melampaui zamannya. Pada 1925, ia menerbitkan buku Naar de Republiek Indonesia. Melalui buku tersebut, ia menawarkan gagasan mengenai Indonesia sebagai negara republik yang merdeka dan berdaulat. Ketika banyak organisasi pergerakan masih memperjuangkan perubahan di bawah pemerintahan kolonial, Tan Malaka justru merumuskan visi Indonesia yang berdiri di atas kedaulatan rakyat.

Gagasan itu menunjukkan keberanian intelektualnya. Ia memandang kemerdekaan sebagai tujuan yang harus diperjuangkan melalui kesadaran politik, pendidikan, dan persatuan rakyat.

Perjuangan Tan Malaka Penuh Tantangan

Perjalanan hidup Tan Malaka tidak pernah mudah. Pemerintah kolonial Belanda memburunya sehingga ia harus hidup berpindah-pindah di berbagai negara. Ia juga berbeda pandangan dengan sejumlah tokoh pergerakan nasional mengenai strategi perjuangan.

Setelah Indonesia merdeka, dinamika politik membuat posisinya semakin rumit. Konflik politik pada masa revolusi ikut mewarnai perjalanan hidupnya hingga akhirnya ia meninggal pada 1949. Selama bertahun-tahun, masyarakat jarang membahas pemikiran Tan Malaka dalam sejarah resmi Indonesia.

Madilog dan Pentingnya Berpikir Kritis

Salah satu karya terbesar Tan Malaka ialah Madilog (Materialisme, Dialektika, Logika). Buku ini mengajak masyarakat memahami persoalan melalui ilmu pengetahuan, logika, dan cara berpikir yang sistematis. Tan Malaka menilai kemampuan berpikir rasional sebagai fondasi kemajuan bangsa.

Pandangan tersebut tetap relevan hingga sekarang. Masyarakat menghadapi banjir informasi, disinformasi, polarisasi politik, dan menurunnya budaya literasi. Karena itu, kemampuan berpikir kritis menjadi kebutuhan yang semakin penting.

Kutipan yang sering dikaitkan dengannya, “Mereka tidak takut rakyat miskin, mereka takut rakyat terlalu kritis dan cerdas,” belum memiliki sumber primer yang dapat dipastikan berasal dari tulisan Tan Malaka. Meski demikian, isi kutipan tersebut sejalan dengan semangat pemikirannya yang menempatkan pendidikan dan kesadaran sebagai kekuatan utama rakyat.

Warisan Pemikiran Tan Malaka

Bagi Tan Malaka, kemerdekaan tidak hanya berarti bebas dari penjajahan. Kemerdekaan juga berarti bebas dari kebodohan, rasa takut, dan ketidakmampuan berpikir secara mandiri. Ia percaya bangsa yang kuat memiliki rakyat yang berani bertanya, berani menguji setiap gagasan, dan berani memperjuangkan kebenaran.

Hingga kini, banyak akademisi, mahasiswa, dan masyarakat umum masih mempelajari pemikiran Tan Malaka. Terlepas dari berbagai kontroversi yang menyertai perjalanan hidupnya, gagasannya terus memberi inspirasi dalam pembahasan mengenai pendidikan, demokrasi, dan masa depan Indonesia.

Tan Malaka bukan sekadar tokoh sejarah. Ia menjadi simbol penting bahwa perubahan besar selalu berawal dari keberanian untuk berpikir secara merdeka.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • hauling batu bara di jalan umum Barito Utara Desa Sikui

    Hauling Batu Bara di Jalan Umum, Warga Desa Sikui Desak Pemkab Barito Utara Bertindak Tegas

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Usupriyadi
    • visibility 1.919
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Warga Desa Sikui, Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, memprotes aktivitas angkutan batu bara di jalan umum. Truk pengangkut batu bara melintas hampir setiap hari. Akibatnya, debu beterbangan di sekitar permukiman. Selain itu, kondisi jalan mulai rusak. Karena itu, warga merasa khawatir terhadap keselamatan pengguna jalan. Hendriwon T.K., warga Desa […]

  • Pham Nhat Vuong orang terkaya ASEAN 2026 dari Vingroup Vietnam

    Taipan Vietnam Salip Prajogo Pangestu, Rebut Posisi Orang Terkaya di ASEAN

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 279
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || Orang terkaya ASEAN 2026 kini resmi berubah setelah pengusaha Vietnam Pham Nhat Vuong berhasil menggeser Prajogo Pangestu dari posisi puncak. Data terbaru Forbes menunjukkan kekayaan Vuong mencapai sekitar US$ 24,5 miliar, menempatkannya di peringkat 100 dunia. Sementara itu, kekayaan Prajogo Pangestu turun signifikan menjadi sekitar US$ 18,6 miliar. Penurunan ini terjadi dalam […]

  • Ilustrasi peretas dunia maya terkait Serangan Siber Singapura terhadap operator telekomunikasi

    Serangan Siber Singapura Sasar Operator Telekomunikasi, RI Diminta Waspada

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 255
    • 0Komentar

    JAKARTA, kabaristana.com | Serangan Siber Singapura menjadi sorotan kawasan setelah kelompok peretas UNC3886 menyerang empat operator telekomunikasi utama negara tersebut. Pemerintah Singapura memastikan layanan publik tetap berjalan normal dan tidak menemukan kebocoran data pelanggan, meski pelaku sempat menembus sebagian sistem internal. Empat operator yang terdampak ialah Singtel, StarHub, M1, dan Simba Telecom. Para peretas mengincar […]

  • Gugatan Patriot Bond: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan terkait gugatan Patriot Bond di Mahkamah Konstitusi.

    Gugatan Patriot Bond Bergulir di MK, Purbaya Siapkan Tim Ahli Hukum

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 131
    • 0Komentar

    JAKARTA,(Kabaristana.com)– Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah siap menghadapi gugatan uji materi terkait Patriot Bond di Mahkamah Konstitusi (MK). Karena itu, pemerintah membentuk tim yang berisi para ahli hukum untuk mengawal proses persidangan. Purbaya menjelaskan pemerintah ingin memastikan setiap kebijakan memiliki landasan hukum yang kuat. Selain itu, pemerintah berkomitmen mempertanggungjawabkan kebijakan tersebut sesuai ketentuan […]

  • Korupsi Pematangsiantar KPK menjadi tuntutan aksi DPP GARANSI dan AMPPUH di Jakarta

    DPP GARANSI dan AMPPUH Geruduk KPK, Massa Aksi Sebut Wesly Silalahi Wali Kota Terkorup di Indonesia

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Ratusan massa dari Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Rakyat Anti Diskriminasi (DPP GARANSI) dan Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Hukum (AMPPUH) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia, Jakarta, Kamis (4/6/2026). Massa menyampaikan berbagai tuntutan terkait dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan Pemerintah Kota Pematangsiantar. Selain itu, […]

  • Hotman Paris Prabowo menjadi sorotan setelah PP GPA menilai pernyataannya berpotensi mengadu domba Presiden Prabowo dengan Polri.

    GPA: Hotman Paris Jangan Adu Domba Presiden Prabowo dengan Polri

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) — Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Al-Washliyah (PP GPA), Aminullah Siagian, mengecam pernyataan advokat Hotman Paris Hutapea terkait penyitaan aset dalam perkara dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Menurutnya, pernyataan itu tidak memiliki dasar hukum dan berpotensi menyesatkan masyarakat. Aminullah menegaskan penyidik menjalankan penyitaan berdasarkan ketentuan hukum. Karena itu, penyidik tidak memerlukan […]

expand_less