Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » News » Gelar Aksi Jilid II, KKPHT Sultra Desak Kejagung Usut Dugaan Tambang Ilegal di Kolaka

Gelar Aksi Jilid II, KKPHT Sultra Desak Kejagung Usut Dugaan Tambang Ilegal di Kolaka

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
  • visibility 102
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, (KABARISTANA.COM) —Koalisi Kajian Pemerhati Hukum Tambang Sulawesi Tenggara kembali menggelar Seruan Aksi Jilid II di depan Kantor Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI), Rabu (16/9/2026).

Massa mendesak pengusutan menyeluruh atas dugaan pertambangan ilegal, penggunaan dokumen pertambangan tidak sah, serta peredaran nikel bermasalah di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Koordinator Aksi I, Akbar Rasyid, menegaskan bahwa penegakan hukum tidak boleh berhenti pada pekerja lapangan atau perusahaan tertentu. Ia mendesak Kejagung mengusut seluruh rantai pertambangan, termasuk pemilik modal, pengendali perusahaan, dan pihak-pihak yang diduga memperoleh keuntungan dari aktivitas bermasalah tersebut.

“Kami tidak meminta siapa pun dihukum berdasarkan tuduhan. Kami menuntut aparat berani memeriksa siapa pun berdasarkan bukti dan fakta hukum. Jangan sampai jabatan, kekuatan modal, dan jaringan politik menjadi tameng untuk menghindari pemeriksaan,” tegas Akbar.

Masa turut mendesak pemeriksaan terhadap H. Ismail Nushar selaku Direktur Utama PT Wijaya Nikel Nusantara (PT WNN) sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kolaka, apabila ditemukan bukti relevan. PT Babarina Putra Sulung (PT BPS) juga disorot, dengan tuntutan penelusuran asal-usul material, transaksi, hubungan antarperusahaan, serta aliran keuntungan.

Sementara itu, Koordinator Aksi II, Abdi Aditya, menyoroti dugaan keterlibatan PT AMIN dalam penyediaan atau fasilitasi dokumen pertambangan yang tidak sesuai dengan asal-usul material, yang dikenal sebagai “dokumen terbang”. Koalisi meminta penyidik menelusuri penerbit, pengguna, penerima manfaat, serta legalitas dokumen dan material nikel yang dipersoalkan.

Abdi juga mendesak Kejagung menelusuri dugaan aset atau kerugian negara sekitar Rp175 miliar yang disampaikan dalam laporan massa aksi. “Angka sebesar itu harus ditelusuri secara serius. Kami meminta kejelasan status aset, pihak yang bertanggung jawab, dan mekanisme pemulihan apabila terbukti terdapat kerugian negara,” ujarnya.

Tidak berhenti di Kejagung, Koalisi memastikan akan menggelar Aksi Jilid III di depan Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI. Dalam aksi tersebut, massa akan mendesak pemeriksaan dan evaluasi terhadap Wakil Bupati Kolaka yang diduga terlibat dalam persoalan pertambangan ilegal, serta meminta pencopotan dari jabatan apabila keterlibatan dan pelanggaran terbukti melalui proses yang sah.

“Kami akan membawa persoalan ini ke Kemendagri. Pejabat publik tidak boleh kebal hukum. Jika Wakil Bupati Kolaka terbukti terlibat dalam pertambangan ilegal atau melakukan pelanggaran kewenangan, kami mendesak Kemendagri mengambil tindakan tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Akbar.

Koalisi Kajian Pemerhati Hukum Tambang Sulawesi Tenggara menegaskan Bahwa akan terus mengawal perkara tersebut hingga ada kejelasan penanganan dari aparat penegak hukum dan pemerintah pusat. Mereka menuntut pengusutan yang transparan, profesional, dan tidak tebang pilih, dengan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah terhadap seluruh pihak yang disebut dalam laporan.

Catatan Redaksi: Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan. Hak jawab dapat disampaikan kepada redaksi untuk diverifikasi dan dimuat secara proporsional sesuai Kode Eti k Jurnalistik.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mediasi Sengketa Lahan Gagal, Perwakilan PT MUTU Tinggalkan Ruang Mediasi

    Mediasi Sengketa Lahan Gagal, Perwakilan PT MUTU Tinggalkan Ruang Mediasi

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle Usupriyadi, Tim
    • visibility 369
    • 0Komentar

    Jakarta, Kabaristana.com — Mediasi sengketa lahan antara Yupelis dan sejumlah pihak dengan PT Multi Tambang Jaya Utama (PT MUTU) belum menghasilkan kesepakatan. Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial (PKS) Kabupaten Barito Timur memfasilitasi pertemuan tersebut pada Jumat, 7 Agustus 2026. Proses mediasi berlangsung dengan melibatkan sejumlah pihak terkait. Mediasi Sengketa Lahan Berakhir Buntu Mediasi memasuki tahap […]

  • OTT Unsoed KPK menetapkan Rektor Akhmad Sodiq dan lima orang lainnya sebagai tersangka dugaan korupsi penerimaan mahasiswa baru.

    OTT Unsoed, KPK Tetapkan Rektor dan Lima Orang sebagai Tersangka

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Akhmad Sodiq sebagai tersangka dugaan korupsi penerimaan mahasiswa baru. Selain Akhmad, penyidik juga menetapkan lima orang lainnya dalam perkara tersebut. Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein menyampaikan keputusan itu di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (21/8/2026). “Berdasarkan kecukupan alat […]

  • Peter Magyar Hungaria saat menghadiri sidang parlemen setelah resmi dilantik menjadi perdana menteri baru Hungaria.

    Peter Magyar Jadi PM Hungaria Baru, Era Viktor Orban Resmi Berakhir

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 133
    • 1Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com)— Peter Magyar resmi memulai tugas sebagai perdana menteri baru setelah mengucapkan sumpah jabatan di gedung parlemen pada Sabtu waktu setempat. Pelantikan itu mengakhiri dominasi politik Viktor Orban yang memimpin Hungaria selama 16 tahun. Tokoh oposisi tersebut menarik perhatian politik Eropa setelah Partai Tisza yang ia pimpin memenangkan pemilu legislatif bulan lalu dengan hasil […]

  • Ashima dan keluarga korban menunggu di kediaman KDM demi memperjuangkan keadilan korban pencabulan

    GASKAN Soroti Kasus Pencabulan Dua Kakak Beradik, Ibu Bawa Korban Datangi Kediaman KDM Mencari Keadilan

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 231
    • 1Komentar

    Subang, (kabaristana.com) – Ashima kembali mendatangi kediaman KDM di Subang pada Minggu (31/5/2026). Kali ini, ia mengajak dua anaknya yang menjadi korban dugaan pencabulan oleh ayah tiri. Ashima berharap KDM bersedia menerima dan mendengar langsung keterangan dari kedua anak tersebut. Ia ingin memastikan perjuangan keluarganya mendapatkan keadilan tidak berhenti di tengah jalan. “Saya sudah beberapa […]

  • Warga Desa Ngurit bahas kasus korupsi Dana Desa Ngurit

    Warga Desa Ngurit Laporkan Dugaan Korupsi Dana Desa ke Presiden, KPK, dan Mabes Polri

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 837
    • 0Komentar

    BARITO SELATAN, kabaristana.com | Kalimantan Tengah  Warga Desa Ngurit, Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kabupaten Barito Selatan, melaporkan dugaan korupsi Dana Desa Tahun Anggaran 2024 ke Presiden RI dan sejumlah lembaga penegak hukum tingkat pusat. Mereka mengambil langkah ini karena menilai penanganan perkara di daerah belum menunjukkan perkembangan yang jelas. Perwakilan warga, Harmito, Mamut, dan Umpul, […]

  • Dugaan pemalsuan restitusi dalam kasus pencabulan anak di Majalengka yang dikawal tim hukum korban dan GASKAN.

    GASKAN KAWAL KASUS PENCABULAN ANAK: DUA KEJANGGALAN SERIUS TERUNGKAP

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 158
    • 0Komentar

    MAJALENGKA, kabaristana.com – Sejumlah kejanggalan kembali mencuat dalam penanganan kasus dugaan pencabulan dan pemerkosaan terhadap dua anak di bawah umur yang merupakan kakak beradik di Kabupaten Majalengka. Sekretaris Jenderal Gerakan Suara Keadilan Netizen (GASKAN), Andi Muhammad Rifaldy, bersama tim kuasa hukum korban terus mengawal perkara tersebut untuk memastikan para korban memperoleh keadilan. Tim Hukum Soroti […]

expand_less