Air Sungai PDAM Bumi Etam Keruh, Warga Duga Dampak Erosi Tambang Batu Bara
- account_circle usupriyadi
- calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
- visibility 371
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto : Seorang warga menunjukkan kondisi air sungai yang keruh di Desa Bumi Etam, Kecamatan Kaubun, Kutai Timur, Kalimantan Timur, yang diduga terdampak aktivitas tambang batu bara.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kutai Timur, (Kabaristana.com) | Air sungai Bumi Etam kini terlihat keruh dan tidak lagi layak digunakan. Warga Desa Bumi Etam, Kecamatan Kaubun, mengeluhkan perubahan kondisi air yang sebelumnya jernih.
Air berubah warna menjadi kecokelatan dan membawa lumpur. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bagi kesehatan dan lingkungan sekitar.
Dugaan Dampak Aktivitas Tambang
Warga menduga aktivitas tambang batu bara memicu perubahan tersebut. Aliran air berasal dari Sungai Senimbung di Desa Bukit Permata. Sungai itu melintasi area tambang sebelum mencapai permukiman warga.
Arus sungai membawa material lumpur hingga masuk ke sumber air masyarakat. Warga melihat perubahan ini terjadi secara bertahap dalam beberapa waktu terakhir.
Keluhan Warga Meningkat
Paulus Jama menyampaikan keluhannya kepada awak media. Ia mengatakan kondisi air kini tidak bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
“Air sekarang keruh dan tidak seperti dulu. Kami harus mencari sumber air lain,” ujarnya.
Warga kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih. Sebagian warga membeli air, sementara lainnya mengambil air dari lokasi yang lebih jauh.
Dampak bagi Kehidupan Warga
Kondisi ini menambah beban masyarakat. Kebutuhan air untuk mandi, mencuci, dan memasak menjadi terganggu. Warga juga khawatir kondisi ini berdampak pada kesehatan.
Beberapa warga mulai mengurangi penggunaan air sungai untuk aktivitas rumah tangga. Mereka memilih menggunakan air alternatif meski membutuhkan biaya tambahan. Kondisi ini juga memengaruhi aktivitas harian warga.
Warga Desak Pemerintah Bertindak
Warga meminta pemerintah pusat dan daerah segera turun tangan. Mereka juga mendesak instansi terkait serta aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan di lapangan.
Warga berharap pemerintah menemukan penyebab pasti dan mengambil langkah tegas jika terjadi pelanggaran. Mereka juga menginginkan solusi jangka panjang agar kualitas air tetap terjaga.
Pengawasan rutin di sekitar aliran sungai menjadi langkah penting untuk mencegah kejadian serupa. Warga juga berharap ada penanganan cepat agar kondisi air kembali membaik.
Warga berharap pemerintah segera menangani masalah air sungai Bumi Etam agar kondisi kembali normal dan dapat digunakan seperti sebelumnya. Mereka ingin kualitas air kembali seperti kondisi semula yang jernih dan aman.
Sumber : Paulus Jama (Warga Desa Bumi Etam)
- Penulis: usupriyadi
- Editor: Rahman



Saat ini belum ada komentar