PBB Desak Hentikan Eskalasi, Konflik Timur Tengah Dinilai Tak Terkendali
- account_circle Rahman
- calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
- visibility 77
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto : Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, (Kabaristana.com) — Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres, menegaskan konflik di Timur Tengah kini berada di luar kendali dan semakin mengkhawatirkan.
Dalam pernyataannya di Dewan Keamanan PBB pada Rabu (25/3/2026), Guterres menyebut konflik tersebut telah melampaui batas yang sebelumnya sulit dibayangkan para pemimpin dunia. Selain itu, ia menilai eskalasi terus meningkat tanpa tanda mereda.
“Perang sudah berada di luar kendali dan eskalasinya semakin berbahaya,” kata Guterres.
Karena itu, ia mendesak semua pihak segera menghentikan eskalasi dan menempuh jalur diplomasi. Ia juga menekankan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional agar konflik tidak meluas.
Sementara itu, Guterres terus menjalin komunikasi intensif dengan berbagai pihak yang berpotensi membantu meredakan ketegangan. Dengan demikian, ia berharap upaya diplomasi dapat segera membuahkan hasil.
Eskalasi Konflik
Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran pada akhir Februari lalu. Serangan itu menimbulkan kerusakan serta korban sipil.
Sebagai respons, Iran membalas dengan menyerang wilayah Israel dan menargetkan fasilitas militer milik Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Akibatnya, konflik semakin meluas dan meningkatkan risiko ketidakstabilan regional.
Dampak Global
Eskalasi konflik di sekitar Iran turut mengganggu aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, jalur utama distribusi minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk.
Akibat gangguan tersebut, arus energi global ikut tertekan. Bahkan, kondisi ini berpotensi memicu kenaikan harga minyak dan gas di pasar internasional.
Seruan Perdamaian
Oleh karena itu, PBB kembali mendorong semua pihak menahan diri dan mengutamakan dialog. Pada akhirnya, organisasi tersebut menilai diplomasi sebagai cara paling efektif untuk meredakan konflik dan menjaga stabilitas global.
Sumber : Reuters
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda

Saat ini belum ada komentar