Prabowo Sentil Eksportir Sawit dan Batu Bara yang Simpan Devisa di Luar Negeri
- account_circle Rahman
- calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
- visibility 105
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto : Presiden Prabowo Subianto menghadiri penyerahan hasil denda administratif dan penyelamatan keuangan negara di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, (Kabaristana.com) – Presiden Prabowo Subianto menyoroti eksportir sawit dan batu bara yang menyimpan devisa hasil ekspor (DHE) di luar negeri. Menurut Prabowo, dana hasil ekspor seharusnya memperkuat ekonomi nasional dan mendukung pembangunan dalam negeri.
Prabowo menyampaikan pernyataan itu saat menghadiri agenda Penyerahan Denda Administratif dan Lahan Kawasan Hutan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu. Dalam pidatonya, ia menilai banyak hasil ekspor Indonesia belum memberi dampak maksimal bagi ekonomi nasional.
“Kelapa sawit kita diekspor, hasil ekspornya tidak ditaruh di Indonesia. Batu bara kita dijual, hasilnya juga tidak disimpan di Indonesia,” ujar Prabowo.
Pemerintah Wajibkan Penyimpanan DHE
Karena itu, pemerintah mewajibkan eksportir sumber daya alam menyimpan DHE di dalam negeri. Pemerintah menetapkan aturan tersebut melalui Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2025 tentang Kewajiban Penyimpanan DHE SDA.
Selain menjaga stabilitas ekonomi nasional, pemerintah juga ingin meningkatkan manfaat kekayaan alam bagi negara. Prabowo menilai Indonesia selama ini menjual banyak komoditas ke luar negeri tanpa memperoleh nilai tambah maksimal.
Ia mencontohkan sawit, batu bara, timah, dan emas. Komoditas tersebut menghasilkan keuntungan besar. Namun, banyak eksportir justru menempatkan dana hasil ekspor di luar negeri.
“Kita harus berani melangkah untuk kemajuan bangsa,” kata Prabowo.
Pemerintah Dorong Hilirisasi
Selain memperkuat aturan DHE, pemerintah terus mendorong hilirisasi sumber daya alam. Melalui langkah itu, pemerintah ingin meningkatkan nilai tambah komoditas Indonesia.
Prabowo menegaskan pemerintah akan berpihak kepada rakyat. Di sisi lain, pemerintah juga akan menindak praktik yang merugikan negara.
Meski menghadapi tantangan, Prabowo tetap optimistis Indonesia mampu menunjukkan kemajuan ekonomi dalam beberapa tahun ke depan. Karena itu, ia meminta seluruh pihak mendukung pembangunan nasional.
“Kita akan terus memberi bukti kepada rakyat lewat langkah yang kita ambil,” ujarnya.
Nilai Ekspor Sawit dan Batu Bara
Data ANTARA menunjukkan nilai ekspor sawit Indonesia pada 2025 mencapai sekitar 35,87 miliar dolar AS atau setara Rp590 triliun. Angka tersebut naik sekitar 29,23 persen dibanding 2024.
Sementara itu, nilai ekspor batu bara Indonesia pada 2025 mencapai sekitar 24,48 miliar dolar AS atau sekitar Rp409 triliun hingga Rp411 triliun.
Namun, nilai ekspor batu bara turun sekitar 19,7 persen dibanding tahun sebelumnya. Selain itu, volume ekspor batu bara juga turun sekitar 3,6 persen menjadi 390,9 juta ton sepanjang 2025.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda



Saat ini belum ada komentar