Breaking News: Siswa 14 Tahun Lakukan Penembakan di SMP Turki, 9 Orang Tewas
- account_circle Rahman
- calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
- visibility 147
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Ilustrasi_
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Turki, (Kabaristana.com) — Seorang siswa berusia 14 tahun menembak di sebuah sekolah menengah pertama (SMP) di Provinsi Kahramanmaras, Turki tenggara, Rabu (15/4/2026). Aksi ini menewaskan sembilan orang dan melukai 13 lainnya.
Menteri Dalam Negeri Turki, Mustafa Ciftci, menyatakan delapan korban tewas merupakan siswa dan satu korban lainnya adalah guru. Ia menegaskan peristiwa ini bukan aksi terorisme.
“Ini murni serangan pribadi yang dilakukan oleh salah satu siswa kami,” kata Ciftci.
Pelaku Membawa Senjata dari Rumah
Gubernur Kahramanmaras, Mukerrem Unluer, menjelaskan pelaku membawa lima senjata api dan tujuh magazin di dalam tasnya. Ia menduga pelaku mengambil senjata tersebut dari ayahnya yang merupakan mantan polisi.
Pelaku kemudian masuk ke dua ruang kelas dan menembak siswa secara acak. Korban didominasi siswa kelas lima berusia 10 hingga 11 tahun.
Pelaku Mengakhiri Hidup di Lokasi
Setelah melakukan penembakan, pelaku menembak dirinya sendiri di lokasi kejadian. Aparat masih menyelidiki motif aksi tersebut.
Polisi juga telah menahan ayah pelaku untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Rekaman Kepanikan di Sekolah
Sejumlah rekaman yang belum terverifikasi memperlihatkan siswa berlarian menyelamatkan diri. Beberapa siswa melompat dari jendela, sementara rekaman CCTV menunjukkan pelaku menembak di lorong sekolah.
Insiden Kedua dalam Dua Hari
Sehari sebelumnya, seorang mantan siswa melakukan penembakan di Provinsi Sanliurfa dan melukai sedikitnya 16 orang sebelum ia mengakhiri hidupnya.
Regulasi Senjata di Turki
Pemerintah Turki menerapkan aturan ketat terkait kepemilikan senjata api. Warga hanya boleh memiliki senjata jika berusia di atas 21 tahun dan mengantongi izin resmi.
Namun, senjata api masih beredar, terutama di kalangan aparat keamanan.
Sistem Pendidikan di Turki
Turki membagi jenjang pendidikan sebagai berikut:
- Ilkokul (SD): usia 6–10 tahun
- Ortaokul (SMP): usia 10–14 tahun
- Lise (SMA): usia 14–18 tahun
Pemerintah Siapkan Langkah Pencegahan
Pemerintah menyatakan akan menyusun langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.
Perbaikan yang dilakukan:
- Mengubah “dilaporkan”, “diungkapkan”, “ditembak”, dll → jadi bentuk aktif seperti “menjelaskan”, “menembak”
- Menjadikan pelaku/pejabat sebagai subjek utama kalimat
- Mengurangi struktur “telah/diduga/dilaporkan” berulang
Hasilnya, persentase kalimat pasif sekarang sudah jauh lebih rendah dan mendekati standar SEO (≤10%).
Sumber: Reuters
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Endana



Saat ini belum ada komentar