Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukrim » Jaksa Batam Akui Kekeliruan Tangani Kasus ABK Sea Dragon saat RDP dengan DPR

Jaksa Batam Akui Kekeliruan Tangani Kasus ABK Sea Dragon saat RDP dengan DPR

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
  • visibility 271
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARAT, (Kabaristana.com) | Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Batam, Muhammad Arfian, mengakui kesalahan saat menangani perkara penyelundupan narkotika yang melibatkan anak buah kapal (ABK) Sea Dragon. Ia menyampaikan pengakuan itu dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Arfian juga meminta maaf kepada publik atas penanganan perkara tersebut. Kasus ini sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial.

Kasus tersebut melibatkan Fandi Ramadhan bersama lima ABK lainnya. Jaksa sebelumnya menuntut mereka dengan hukuman mati. Penyidik menduga para ABK itu membawa sabu hampir dua ton menggunakan kapal tersebut.

Arfian Jalani Pemeriksaan Jamwas

Arfian menjelaskan bahwa Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) Kejaksaan Agung memeriksa dirinya terkait perkara ini.

Ia mengatakan pihak pengawasan kemudian memberi sanksi atas kesalahan tersebut. Namun Arfian tidak menjelaskan jenis sanksi yang ia terima.

Arfian menyampaikan permintaan maaf itu setelah polemik muncul dalam sidang lanjutan perkara Fandi Ramadhan di Pengadilan Negeri Batam.

DPR Minta Jadi Pembelajaran

Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, meminta Arfian menjadikan peristiwa ini sebagai pembelajaran dalam kariernya.

Ia menilai aparat penegak hukum harus bekerja lebih cermat dan profesional. Menurutnya, setiap aparat perlu menjaga integritas saat menangani perkara besar.

DPR Soroti Penanganan Kasus

Komisi III DPR juga menyoroti perkara tersebut. Dalam rapat dengar pendapat umum pada 26 Februari 2026, Habiburokhman meminta Jamwas memberi teguran kepada jaksa yang menangani kasus ini.

Sorotan itu muncul karena penanganan perkara ABK Sea Dragon menarik perhatian publik.

Peristiwa ini mengingatkan aparat penegak hukum agar lebih teliti saat menangani perkara besar yang berdampak luas bagi masyarakat.

  • Penulis: Rahman
  • Editor: Nur Wayda

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Barcelona vs Newcastle 7-2 Raphinha merayakan gol di Camp Nou Liga Champions

    Barcelona Menggila! Hajar Newcastle 7-2, Tiket Perempat Final di Tangan

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 235
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Barcelona memastikan tiket perempat final Liga Champions setelah menghancurkan Newcastle United dengan skor 7-2 pada leg kedua babak 16 besar di Camp Nou, Rabu waktu setempat. Hasil ini membuat Blaugrana unggul agregat 8-3. Barcelona langsung menekan sejak menit awal. Raphinha membuka keunggulan pada menit ke-6 setelah menerima umpan matang dari Fermin Lopez. […]

  • Ajudan Wapres Gibran Pecah Bintang Satu

    Ajudan Wapres Gibran Pecah Bintang Satu

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Brian putra
    • visibility 369
    • 0Komentar

    Jakarta, kabaristana.com – Ajudan Wapres Gibran pecah bintang setelah Panglima Tentara Nasional Indonesia, Mengutip, Keputusan Nomor 159/II/2026. Dengan keputusan tersebut, Kolonel Devy resmi naik pangkat menjadi perwira tinggi bintang satu. Oleh karena itu, perhatian publik pun tertuju pada kebijakan ini. (09/02/2026). Kolonel Devy dikenal sebagai ajudan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Selain itu, ia merupakan […]

  • petani menanam varietas padi tahan kekeringan di lahan sawah

    Kementan Dorong Petani Gunakan Varietas Padi Tahan Kekeringan Hadapi Kemarau 2026

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 300
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) | Kementerian Pertanian (Kementan) mengajak petani memanfaatkan varietas padi adaptif untuk menghadapi potensi musim kemarau yang diperkirakan datang lebih cepat pada 2026. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah antisipasi. Ia menekankan pentingnya pemetaan wilayah rawan kekeringan dan penguatan sistem peringatan dini. Menurut Amran, petani perlu menanam varietas padi […]

  • kondisi Kali Konaweeha akibat penambangan pasir ilegal

    Ampuh Sultra Resmi Melaporkan Dugaan Penambangan Pasir Ilegal Di Kali Konaweeha, Desak Polisi Segera Bertindak.

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 210
    • 1Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) – Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sultra melaporkan dugaan penambangan pasir ilegal di Kali Konaweeha, Desa Tuoy, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe. Sejak awal, Ampuh Sultra mengumpulkan informasi dari lapangan. Kemudian, mereka menyampaikan laporan tersebut kepada aparat penegak hukum secara resmi. Enam Nama Terduga Mulai Terungkap Dalam laporannya, Ampuh Sultra menyebut enam orang yang […]

  • Menhub Ajak Warga Laporkan Pungli Transportasi via Medsos, Siapkan Bukti Kuat

    Menhub Ajak Warga Laporkan Pungli Transportasi via Medsos, Siapkan Bukti Kuat

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 519
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || Pungli transportasi kini menjadi perhatian serius pemerintah. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meminta masyarakat segera melaporkan setiap dugaan pungutan liar. Selain itu, ia mengajak warga mengunggah bukti melalui media sosial agar petugas bisa bergerak cepat. Dengan demikian, pemerintah dapat menindak pelanggaran secara lebih efektif. Oleh karena itu, peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan. Kasus […]

  • Ruben Onsu tersangka investasi dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan

    Kronologi Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan Investasi

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) — Polisi mengungkap kronologi kasus dugaan penipuan dan/atau penggelapan dana investasi yang menyeret artis Ruben Samuel Onsu (RSO). Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi Wibowo menjelaskan awal perkara tersebut. Menurut dia, Ruben menawarkan investasi kepada korban pada 2025. “Bahwa si terlapor (Ruben Onsu) ini mempunyai usaha, kemudian menawarkan kepada si korban […]

expand_less