Trump sebut ia bisa bertemu pemimpin Iran jika kesepakatan tercapai
- account_circle Rahman
- calendar_month 8 jam yang lalu
- visibility 17
- comment 0 komentar
- print Cetak
Arsip foto - Presiden AS Donald Trump mengadakan konferensi pers di Gedung Putih (26/4/2026), menyusul insiden penembakan di acara White House Correspondents' Dinner di Washington. Anadolu Agency/pri.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
WASHINGTON, (kabaristana.com) – Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuka peluang bertemu Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, apabila kedua negara berhasil mencapai kesepakatan baru terkait program nuklir dan keamanan kawasan.
Trump menyampaikan pernyataan tersebut saat menjawab pertanyaan wartawan di Gedung Putih pada Kamis (5/6). Menurutnya, pertemuan dengan pemimpin Iran dapat terjadi apabila proses negosiasi berjalan positif.
“Saya akan merasa terhormat untuk bertemu dengannya jika kesepakatan tercapai,” kata Trump.
Fokus utama pemerintahannya saat ini adalah mencapai kesepakatan yang dapat mengurangi ketegangan antara Washington dan Teheran.
Kesepakatan Jadi Prioritas
Peluang pertemuan bergantung pada hasil pembicaraan yang sedang berlangsung antara kedua negara.
Sejumlah pihak telah mengusulkan pertemuan tersebut. Namun, pemerintah AS belum membahas lokasi maupun waktu pelaksanaannya secara resmi.
Menurut Trump, dialog langsung dapat membantu memperkuat upaya diplomasi dan membuka jalan menuju hubungan yang lebih stabil.
Langkah itu juga dinilai dapat mengurangi risiko konflik yang lebih besar di kawasan Timur Tengah.
Program Nuklir Jadi Syarat Utama
Presiden AS itu kembali menegaskan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.
Ketentuan tersebut menjadi bagian terpenting dalam setiap kesepakatan yang sedang dibahas.
“Poin utama kesepakatan adalah Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir,” ujarnya.
Melalui jalur diplomatik, Washington terus mendorong Teheran membatasi program nuklirnya dan meningkatkan transparansi terhadap aktivitas pengembangan nuklir.
Pemerintah AS menilai kesepakatan yang kuat dapat membantu menjaga stabilitas regional dalam jangka panjang.
AS Siap Merespons Ancaman
Trump juga menanggapi kemungkinan serangan Iran terhadap pasukan Amerika Serikat yang bertugas di kawasan Timur Tengah.
Ia menegaskan AS akan memberikan respons cepat apabila Iran menyerang personel militernya.
Menurutnya, keselamatan pasukan Amerika tetap menjadi prioritas utama pemerintahannya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Washington masih mempertahankan sikap tegas terhadap berbagai ancaman keamanan.
Selat Hormuz Mulai Kembali Normal
Selain membahas isu keamanan, Trump turut menyinggung kondisi Selat Hormuz yang sebelumnya terdampak konflik.
Ia mengatakan jalur pelayaran strategis tersebut akan kembali beroperasi secara normal dalam waktu dekat.
Militer AS telah menjalankan berbagai langkah pengamanan, termasuk penyisiran ranjau laut di sejumlah titik penting.
Keamanan Selat Hormuz menjadi perhatian dunia karena jalur itu merupakan salah satu rute utama perdagangan energi global.
Diplomasi Terus Berlanjut
Komentar Trump muncul ketika Washington dan Teheran masih melanjutkan upaya diplomasi setelah konflik berkepanjangan yang melibatkan kedua negara.
Kedua pihak berusaha mengubah gencatan senjata menjadi kesepakatan yang lebih luas dan berkelanjutan.
Meski masih menghadapi sejumlah perbedaan, proses dialog tetap berlangsung untuk mencari titik temu.
Harapan terhadap solusi diplomatik terus menguat karena banyak negara menginginkan stabilitas dan keamanan di kawasan Timur Tengah.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Endana
- Sumber: Anadolu

Saat ini belum ada komentar