Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » International » Krisis Utang Acak-Acak Negara, Presiden Pecat Perdana Menteri

Krisis Utang Acak-Acak Negara, Presiden Pecat Perdana Menteri

  • account_circle Rahman
  • calendar_month 9 jam yang lalu
  • visibility 25
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, (kabaristana.com) – Presiden Senegal Bassirou Diomaye Faye memecat Perdana Menteri Ousmane Sonko akibat perbedaan pandangan dalam menangani krisis utang negara. Konflik politik tersebut muncul saat Senegal menghadapi tekanan ekonomi yang semakin berat.

Peneliti Tamu Program Afrika di Carnegie Endowment for International Peace, Lesley Anne Warner, menilai Senegal kini memiliki dua pusat kekuasaan yang saling bersaing. Kondisi itu berpotensi menghambat pengambilan kebijakan pemerintah.

“Rivalitas ini kemungkinan besar akan menghasilkan kombinasi antara stagnasi kebijakan dan volatilitas politik. Efek buruknya bahkan mengancam untuk merembet hingga ke luar perbatasan wilayah Senegal,” tulis Warner dalam laporannya yang dikutip Jumat (12/6/2026).

Krisis Utang Memperburuk Situasi

Skandal utang tersembunyi senilai US$7 miliar atau sekitar Rp125,3 triliun memperburuk kondisi ekonomi Senegal. Pemerintahan sebelumnya diduga tidak mencatat utang tersebut secara transparan.

Akibatnya, rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) melonjak hingga 132 persen. Lembaga pemeringkat Moody’s dan S&P kemudian menurunkan peringkat utang Senegal karena meningkatnya risiko gagal bayar.

Presiden Faye memilih jalur negosiasi dengan Dana Moneter Internasional (IMF). Ia berharap langkah itu dapat membantu memulihkan stabilitas fiskal negara.

Sebaliknya, Sonko menolak rencana restrukturisasi utang. Ia menyebut kebijakan tersebut sebagai bentuk penghinaan terhadap kedaulatan Senegal.

Warner menjelaskan bahwa Sonko juga menentang usulan kenaikan harga bahan bakar. Pemerintah mengusulkan kebijakan itu untuk menutup kekurangan subsidi sekitar US$2 miliar atau Rp35,8 triliun.

Selain itu, Sonko mendorong negosiasi ulang kontrak minyak dan gas. Sikap tersebut memicu kekhawatiran di kalangan investor.

Sonko Perkuat Posisi Politik

Pemecatan dari jabatan perdana menteri tidak menghentikan pengaruh politik Sonko. Beberapa hari setelah meninggalkan kursi pemerintahan, ia terpilih sebagai Ketua Majelis Nasional.

Partai Pastef yang mendukung Sonko menguasai mayoritas kursi parlemen. Dukungan tersebut memperkuat posisi politiknya menjelang Pemilihan Presiden 2029.

Parlemen juga menyetujui amendemen undang-undang pemilu. Aturan baru itu menghapus hambatan hukum yang sebelumnya dapat menghalangi Sonko maju sebagai calon presiden.

Warner menilai Presiden Faye menghadapi dilema politik. Jika menandatangani amendemen tersebut, Sonko berpeluang maju dalam pilpres. Namun, jika menolaknya, Sonko dapat memanfaatkan situasi itu untuk memperkuat narasi politiknya.

Pemerintah Fokus pada Stabilitas Fiskal

Presiden Faye bergerak cepat mengisi posisi perdana menteri. Pada 25 Mei 2026, ia menunjuk Ahmadou Al Aminou Lo sebagai kepala pemerintahan yang baru.

Lo pernah menduduki jabatan penting di Bank Sentral Negara-Negara Afrika Barat. Penunjukan tersebut menunjukkan fokus pemerintah terhadap upaya stabilisasi fiskal.

Perseteruan politik antara Faye dan Sonko berpotensi melemahkan posisi Senegal di Afrika Barat. Selama ini, Senegal dikenal sebagai salah satu negara demokrasi paling stabil di kawasan tersebut.

Warner menilai pandangan Sonko yang kritis terhadap IMF lebih dekat dengan pendekatan politik di Mali, Burkina Faso, dan Niger. Ketiga negara itu saat ini dipimpin pemerintahan militer.

Pemerintah Senegal juga menghadapi ancaman kebuntuan legislatif. Presiden Faye tidak dapat membubarkan parlemen sebelum Desember 2026.

Di sisi lain, ruang fiskal pemerintah semakin terbatas. Kondisi itu dapat memicu demonstrasi dari kelompok pemuda yang menolak kebijakan penghematan anggaran.

“Senegal kini menjadi uji coba langsung mengenai apakah sebuah pemerintah dapat mengelola persaingan politik dan restrukturisasi utang tanpa merusak institusi yang telah menopang reputasi demokratisnya,” pungkas Warner.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • harga emas Antam 2026 tembus Rp2,6 juta per gram

    Update Harga Emas Di Pasar Domestik Hari Ini

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 636
    • 0Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com) | Harga emas di pasar domestik menunjukkan performa kuat sepanjang pekan kedua Januari 2026. Kenaikan ini terlihat pada logam mulia Antam maupun emas digital di platform Treasury yang sama-sama mengikuti reli harga emas global. Lonjakan tersebut terjadi seiring meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi global. Akibatnya, investor kembali melirik emas […]

  • Bahlil menjelaskan harga patokan mineral kepada awak media di Jakarta

    Bahlil Jelaskan Rumus Baru Harga Patokan Mineral kepada China, Royalti Tambang Ditunda

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 53
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan rumus baru Harga Patokan Mineral (HPM) kepada pengusaha dan Kedutaan Besar China. Penjelasan itu dilakukan setelah investor China menyoroti perubahan regulasi sektor tambang di Indonesia. “Beberapa sudah komunikasi sama saya, dubesnya sudah ngobrol sama saya. Saya sudah memberikan penjelasan dengan baik,” kata […]

  • Pemasangan menara BTS guna memperkuat jaringan internet untuk kebijakan WFH nasional

    Pemerintah Siapkan WFH Nasional, Kemkomdigi Pastikan Infrastruktur Digital Siap Tanpa Gangguan

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 122
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memastikan kesiapan infrastruktur digital untuk mendukung rencana kerja dari rumah (WFH). Pemerintah mendorong langkah ini guna menekan konsumsi energi. Melalui Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital, Kemkomdigi meningkatkan kualitas layanan dan memperluas jaringan internet. Langkah tersebut membantu masyarakat tetap bekerja secara daring tanpa hambatan. Direktur Jenderal Infrastruktur Digital, Wayan […]

  • pasokan minyak Rusia ke RI untuk ketahanan energi nasional Indonesia

    Pasokan Minyak Rusia ke RI Aman, Pemerintah Siapkan LPG Menyusul

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Jakarta, {kabaristana.com}-Pasokan minyak Rusia ke RI kini memperkuat ketahanan energi nasional. Hingga saat ini, pemerintah menjaga suplai minyak mentah tetap stabil melalui komunikasi intensif dengan Rusia. Dalam rapat terbatas di Istana Negara, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melaporkan perkembangan terbaru kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan bahwa kesepakatan pasokan minyak mentah hampir rampung. Dengan demikian, Indonesia […]

  • IHSG anjlok hampir 5 persen pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia

    Purbaya Ungkap Faktor di Balik Anjloknya IHSG Hingga 5 Persen

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 305
    • 0Komentar

    jakarta, kabaristana.com | IHSG anjlok hampir 5 persen pada awal pekan dan kembali menekan pasar saham Indonesia. Koreksi tajam ini memicu kekhawatiran investor terhadap stabilitas pasar modal di tengah ketidakpastian regulasi sektor keuangan. Pada penutupan perdagangan Senin (2/2/2026), Indeks Harga Saham Gabungan melemah 4,88 persen atau turun 406,88 poin ke level 7.922,73. Tekanan jual bahkan […]

  • Pengendalian dengue Indonesia melalui RAN 2026–2029

    Indonesia Finalisasi RAN Dengue 2026–2029, Targetkan Nol Kematian pada 2030

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 257
    • 0Komentar

    JAKARTA, kabaristana.com | Pemerintah mematangkan Rencana Aksi Nasional (RAN) Pengendalian Dengue 2026–2029 untuk mengejar target global nol kematian akibat dengue pada 2030. Kementerian Kesehatan menyusun rencana ini untuk menjawab tekanan urbanisasi, perubahan iklim, dan mobilitas penduduk yang terus meningkat. Tantangan Urbanisasi dan Iklim Dorong Strategi Terpadu Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Murti Utami, menegaskan pemerintah […]

expand_less