Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Pemerintah Siapkan Langkah Benahi Tata Niaga Gula, Meski Produksi Masih Kurang

Pemerintah Siapkan Langkah Benahi Tata Niaga Gula, Meski Produksi Masih Kurang

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
  • visibility 205
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, (Kabaristana.com) || Pemerintah kini mempercepat pembenahan tata niaga gula nasional. Langkah ini diambil karena pasokan dalam negeri masih belum memenuhi kebutuhan.

Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menegaskan pemerintah tetap mempertahankan kebijakan batas harga. Menurutnya, kebijakan ini menjaga keseimbangan antara petani dan konsumen.

Ia menjelaskan, pemerintah menetapkan harga batas bawah untuk melindungi petani. Sementara itu, pemerintah juga menetapkan harga batas atas agar daya beli masyarakat tetap terjaga. Dengan demikian, pemerintah berupaya menjaga stabilitas pasar secara menyeluruh.

Selain Harga, Produktivitas Jadi Faktor Penentu

Selain harga, Sudaryono menilai produktivitas memegang peran penting. Oleh karena itu, pemerintah tidak hanya fokus pada harga jual.

Ia mencontohkan sektor padi. Saat pemerintah menaikkan harga dasar dan meningkatkan produktivitas, pendapatan petani ikut meningkat. Karena itu, pemerintah ingin menerapkan pendekatan yang sama pada tebu.

Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap produksi gula nasional bisa meningkat secara signifikan.

Namun, Masalah Serapan Gula Masih Terjadi

Namun demikian, Sudaryono menemukan masalah di lapangan. Ia melihat gula hasil produksi petani belum terserap secara optimal.

Padahal, Indonesia masih mengalami kekurangan gula. Kondisi ini dinilai sebagai paradoks.

“Barang kurang, tetapi tidak terserap. Karena itu, masalah ini harus segera kita benahi,” ujarnya.

Selanjutnya, pemerintah akan fokus pada solusi jangka pendek dan jangka panjang. Selain itu, pemerintah juga akan memperbaiki distribusi dan sistem produksi tebu.

Di Sisi Lain, Petani Soroti Harga yang Kurang Menarik

Di sisi lain, Ketua Umum APTRI, Soemitro Samadikoen, menilai harga gula belum menarik bagi petani.

Ia menyebut biaya produksi sudah cukup tinggi. Namun, pemerintah masih membatasi harga jual. Akibatnya, petani hanya memperoleh margin tipis.

Karena kondisi tersebut, banyak petani beralih ke padi. Mereka menilai padi memberikan keuntungan yang lebih stabil.

Oleh sebab itu, APTRI mendorong pemerintah memberi ruang lebih besar kepada mekanisme pasar. Dengan begitu, petani diharapkan kembali tertarik menanam tebu.

  • Penulis: Rahman
  • Editor: Nur Wayda

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lima Model SMK tingkatkan kompetensi lulusan vokasi

    Mendikdasmen Abdul Mu’ti Perkuat Kompetensi Lulusan SMK Lewat Lima Model Pendidikan Vokasi

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti memaparkan lima model kebijakan baru untuk memperkuat kompetensi dan daya saing lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Kebijakan itu disiapkan agar lulusan vokasi mampu bersaing di pasar kerja lokal maupun global. Abdul Mu’ti menyampaikan hal tersebut saat peluncuran Program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri (3+1) SMK yang […]

  • hilirisasi SDA nasional dibahas Bahlil Lahadalia usai rapat di Hambalang Bogor

    Prabowo Dorong Hilirisasi dan Optimasi SDA demi Kemandirian Ekonomi Nasional

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 241
    • 0Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com) | Pemerintah mempercepat hilirisasi SDA nasional untuk memperkuat kemandirian ekonomi Indonesia. Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa negara harus mengelola sumber daya alam secara optimal agar menghasilkan nilai tambah maksimal. Oleh karena itu, pemerintah tidak lagi berfokus pada ekspor bahan mentah, melainkan pada pengembangan industri dalam negeri. Selain itu, Presiden juga menekankan pentingnya menjaga […]

  • Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan bendera Indonesia, simbol upaya pencegahan korupsi dalam partai politik melalui transparansi, pembatasan masa jabatan ketua umum, dan sistem kaderisasi yang lebih baik.

    Kajian KPK: Upaya Pencegahan Korupsi di Partai Politik untuk Meningkatkan Transparansi

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 298
    • 2Komentar

    Jakarta, {kabaristana.com}-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menegaskan peranannya dalam melakukan kajian pencegahan korupsi dalam partai politik. Kajian ini bertujuan memperbaiki tata kelola partai politik dan mengurangi potensi korupsi. KPK berharap kajian ini dapat menghasilkan sistem yang lebih transparan dan akuntabel di dalam tubuh parpol. Selain itu, kajian ini mendorong regenerasi kepemimpinan yang lebih efektif dan […]

  • gratifikasi lebaran ASN di gedung KPK Jakarta

    KPK Tegaskan Larangan Gratifikasi Lebaran, ASN Diminta Jaga Integritas

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 225
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | gratifikasi lebaran ASN menjadi perhatian serius Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjelang Idul Fitri 1447 H. KPK menegaskan larangan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menerima hadiah yang berkaitan dengan jabatan. Aturan ini tercantum dalam Surat Edaran Nomor 2 Tahun 2026. Melalui aturan tersebut, KPK ingin memastikan aparatur negara tetap menjaga integritas selama […]

  • Pembukaan Bulan Bung Karno 2026 di Bali dengan Gubernur Wayan Koster dan foto Presiden Soekarno sebagai simbol perjuangan bangsa.

    Mengenang Perjuangan Presiden Soekarno Melalui Bulan Bung Karno di Bali

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Denpasar, (kabaristana.com) – Pemerintah Provinsi Bali membuka rangkaian peringatan untuk mengenang Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, di Denpasar, Senin (1/6/2026). Kegiatan tahunan tersebut menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat kebangsaan serta nilai-nilai yang diwariskan Sang Proklamator. Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan peringatan tahun ini mengusung tema Kawya Atma Kerthi. Tema tersebut mengajak masyarakat untuk menghormati […]

  • Dukung Pemberantasan Korupsi, Ampuh Desak Kejati Sultra Ungkap Dugaan Tipikor Proyek Huntara dan Huntap BPBD Konawe Utara

    Dukung Pemberantasan Korupsi, Ampuh Desak Kejati Sultra Ungkap Dugaan Tipikor Proyek Huntara dan Huntap BPBD Konawe Utara

    • calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Kendari, (KABARISTAN.COM) – Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap upaya pemberantasan korupsi di Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara (Kejati Sultra). Direktur Ampuh Sultra, Hendro Nilopo berharap agar kasus-kasus yang masih mengendap atau belum diungkap oleh Kajati Sultra sebelumnya bisa dituntaskan di kepemimpinan Dr. Sugeng Riyanta. Salah satunya kasus […]

expand_less