Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Pemerintah Siapkan Langkah Benahi Tata Niaga Gula, Meski Produksi Masih Kurang

Pemerintah Siapkan Langkah Benahi Tata Niaga Gula, Meski Produksi Masih Kurang

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
  • visibility 119
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, (Kabaristana.com) || Pemerintah kini mempercepat pembenahan tata niaga gula nasional. Langkah ini diambil karena pasokan dalam negeri masih belum memenuhi kebutuhan.

Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menegaskan pemerintah tetap mempertahankan kebijakan batas harga. Menurutnya, kebijakan ini menjaga keseimbangan antara petani dan konsumen.

Ia menjelaskan, pemerintah menetapkan harga batas bawah untuk melindungi petani. Sementara itu, pemerintah juga menetapkan harga batas atas agar daya beli masyarakat tetap terjaga. Dengan demikian, pemerintah berupaya menjaga stabilitas pasar secara menyeluruh.

Selain Harga, Produktivitas Jadi Faktor Penentu

Selain harga, Sudaryono menilai produktivitas memegang peran penting. Oleh karena itu, pemerintah tidak hanya fokus pada harga jual.

Ia mencontohkan sektor padi. Saat pemerintah menaikkan harga dasar dan meningkatkan produktivitas, pendapatan petani ikut meningkat. Karena itu, pemerintah ingin menerapkan pendekatan yang sama pada tebu.

Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap produksi gula nasional bisa meningkat secara signifikan.

Namun, Masalah Serapan Gula Masih Terjadi

Namun demikian, Sudaryono menemukan masalah di lapangan. Ia melihat gula hasil produksi petani belum terserap secara optimal.

Padahal, Indonesia masih mengalami kekurangan gula. Kondisi ini dinilai sebagai paradoks.

“Barang kurang, tetapi tidak terserap. Karena itu, masalah ini harus segera kita benahi,” ujarnya.

Selanjutnya, pemerintah akan fokus pada solusi jangka pendek dan jangka panjang. Selain itu, pemerintah juga akan memperbaiki distribusi dan sistem produksi tebu.

Di Sisi Lain, Petani Soroti Harga yang Kurang Menarik

Di sisi lain, Ketua Umum APTRI, Soemitro Samadikoen, menilai harga gula belum menarik bagi petani.

Ia menyebut biaya produksi sudah cukup tinggi. Namun, pemerintah masih membatasi harga jual. Akibatnya, petani hanya memperoleh margin tipis.

Karena kondisi tersebut, banyak petani beralih ke padi. Mereka menilai padi memberikan keuntungan yang lebih stabil.

Oleh sebab itu, APTRI mendorong pemerintah memberi ruang lebih besar kepada mekanisme pasar. Dengan begitu, petani diharapkan kembali tertarik menanam tebu.

  • Penulis: Rahman
  • Editor: Nur Wayda

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penderitaan Suku Indian di Amerika: Sejarah Penindasan yang Berlanjut

    Penderitaan Suku Indian di Amerika: Sejarah Penindasan yang Berlanjut

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Porondosi
    • visibility 363
    • 0Komentar

    Jakarta, kabaristana.com– Penderitaan Indian Amerika mencerminkan sejarah panjang penindasan terhadap masyarakat adat di Amerika Serikat. Sejak masa kolonisasi Eropa, berbagai kebijakan negara secara aktif menggusur, melemahkan, dan meminggirkan suku-suku Indian dari tanah serta kehidupan mereka. Oleh karena itu, isu ini tidak bisa dipahami sebagai peristiwa masa lalu semata, melainkan sebagai persoalan struktural yang masih berdampak […]

  • Produksi Minyak Libya 2025 Capai Rekor 12 Tahun

    Produksi Minyak Libya 2025 Capai Rekor 12 Tahun

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 346
    • 0Komentar

    Jakarta, kabaristana.com | Produksi minyak Libya 2025 mencatat capaian tertinggi dalam 12 tahun terakhir. Pemerintah Libya melaporkan produksi minyak nasional mencapai 1,37 juta barel per hari, seiring pemulihan sektor energi dan meningkatnya aktivitas di sejumlah ladang minyak utama. Perdana Menteri Libya, Abdulhamid Dbeibah, menyampaikan capaian tersebut saat membuka Konferensi Tingkat Tinggi Energi dan Ekonomi Libya […]

  • pelantikan pemuda 21 sultra jakarta di gedung KNPI

    Pergantian Kepengurusan Pemuda 21 Resmi Dilantik di Gedung KNPI Jakarta

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Organisasi Pemuda 21 melantik pengurus baru di Gedung KNPI Jakarta, Jumat (16/5/2026). Dalam acara tersebut, Muhammad Julfan Saputra resmi menjabat Ketua Umum. Sementara itu, Alfan Koriama menjabat Wakil Ketua Umum Pemuda 21. Sejumlah tokoh pemuda, mahasiswa, dan tamu undangan menghadiri kegiatan tersebut. Selain itu, berbagai organisasi kepemudaan di Jakarta juga ikut meramaikan […]

  • Martina Ayu Pratiwi menerima bonus SEA Games dari Presiden Prabowo

    Cerita Martina Ayu Usai Prabowo Hitung 7 Medali SEA Games Miliknya

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 361
    • 0Komentar

    (kabaristana.com), JAKARATA | Atlet triathlon putri Indonesia Martina Ayu Pratiwi menceritakan pengalamannya saat bertemu Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara. Pertemuan itu berlangsung dalam acara penyerahan bonus bagi atlet SEA Games 2025, Kamis (8/1/2026). Dalam momen tersebut, Prabowo tampak terkesan dengan prestasi Martina. Ia bahkan menghitung satu per satu medali yang Martina kenakan. Martina meraih […]

  • Krisis Energi Global, Prabowo Dorong Percepatan Energi Alternatif di Indonesia

    Krisis Energi Global, Prabowo Dorong Percepatan Energi Alternatif di Indonesia

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 162
    • 0Komentar

    BOGOR, (Kabaristana.com) || Krisis energi global mendorong Presiden Prabowo Subianto mempercepat pengembangan energi alternatif guna memperkuat ketahanan energi nasional. Ia menyampaikan arahan tersebut dalam rapat terbatas sektor energi di Hambalang, Bogor, Rabu (25/3/2026). Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa pemerintah kini fokus mengoptimalkan seluruh potensi energi dalam negeri. Pemerintah mengembangkan bioetanol dari […]

  • PHK industri otomotif global di pabrik mobil Thailand akibat otomatisasi dan kendaraan listrik

    PHK Industri Otomotif Global di Thailand Masuk Fase Kritis

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 197
    • 1Komentar

    Jakarta, {kabaristana.com}— PHK industri otomotif global kini menjadi ancaman nyata seiring percepatan transisi ke kendaraan listrik (EV) dan otomatisasi produksi. Thailand menjadi salah satu negara yang paling terdampak oleh perubahan besar ini.Transformasi besar sedang mengguncang industri otomotif global. Thailand kini menghadapi tekanan serius akibat peralihan ke kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dan meningkatnya otomatisasi produksi. Kondisi […]

expand_less