Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Pemerintah Siapkan Langkah Benahi Tata Niaga Gula, Meski Produksi Masih Kurang

Pemerintah Siapkan Langkah Benahi Tata Niaga Gula, Meski Produksi Masih Kurang

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
  • visibility 203
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, (Kabaristana.com) || Pemerintah kini mempercepat pembenahan tata niaga gula nasional. Langkah ini diambil karena pasokan dalam negeri masih belum memenuhi kebutuhan.

Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menegaskan pemerintah tetap mempertahankan kebijakan batas harga. Menurutnya, kebijakan ini menjaga keseimbangan antara petani dan konsumen.

Ia menjelaskan, pemerintah menetapkan harga batas bawah untuk melindungi petani. Sementara itu, pemerintah juga menetapkan harga batas atas agar daya beli masyarakat tetap terjaga. Dengan demikian, pemerintah berupaya menjaga stabilitas pasar secara menyeluruh.

Selain Harga, Produktivitas Jadi Faktor Penentu

Selain harga, Sudaryono menilai produktivitas memegang peran penting. Oleh karena itu, pemerintah tidak hanya fokus pada harga jual.

Ia mencontohkan sektor padi. Saat pemerintah menaikkan harga dasar dan meningkatkan produktivitas, pendapatan petani ikut meningkat. Karena itu, pemerintah ingin menerapkan pendekatan yang sama pada tebu.

Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap produksi gula nasional bisa meningkat secara signifikan.

Namun, Masalah Serapan Gula Masih Terjadi

Namun demikian, Sudaryono menemukan masalah di lapangan. Ia melihat gula hasil produksi petani belum terserap secara optimal.

Padahal, Indonesia masih mengalami kekurangan gula. Kondisi ini dinilai sebagai paradoks.

“Barang kurang, tetapi tidak terserap. Karena itu, masalah ini harus segera kita benahi,” ujarnya.

Selanjutnya, pemerintah akan fokus pada solusi jangka pendek dan jangka panjang. Selain itu, pemerintah juga akan memperbaiki distribusi dan sistem produksi tebu.

Di Sisi Lain, Petani Soroti Harga yang Kurang Menarik

Di sisi lain, Ketua Umum APTRI, Soemitro Samadikoen, menilai harga gula belum menarik bagi petani.

Ia menyebut biaya produksi sudah cukup tinggi. Namun, pemerintah masih membatasi harga jual. Akibatnya, petani hanya memperoleh margin tipis.

Karena kondisi tersebut, banyak petani beralih ke padi. Mereka menilai padi memberikan keuntungan yang lebih stabil.

Oleh sebab itu, APTRI mendorong pemerintah memberi ruang lebih besar kepada mekanisme pasar. Dengan begitu, petani diharapkan kembali tertarik menanam tebu.

  • Penulis: Rahman
  • Editor: Nur Wayda

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dugaan Penyimpangan Pertanahan Konawe menjadi sorotan dalam aksi mahasiswa di depan KPK RI

    Aksi di Depan KPK RI dan Kejaksaan Agung RI: Desak Pengusutan Dugaan Penyalahgunaan Wewenang di BPN Konawe Selatan serta Dugaan Kongkalikong Pengukuran Lahan Bersengketa

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 246
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Adi Mangidi memimpin sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI pada 17 Juni 2026. Massa aksi mendesak KPK dan Kejaksaan Agung mengusut dugaan penyalahgunaan wewenang, pungutan liar, serta penyimpangan administrasi pertanahan di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Mahasiswa menggelar aksi tersebut setelah masyarakat melaporkan dugaan permintaan […]

  • Selat Hormuz Iran saat Iran dan Oman membahas keamanan navigasi Keterangan gambar

    Iran, Oman bahas situasi Hormuz setelah kembali ditutup

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Teheran, (kabaristana.com) — Iran dan Oman sepakat melanjutkan konsultasi mengenai situasi di Selat Hormuz. Kedua negara akan memperkuat dialog politik, hukum, dan teknis untuk menjaga keselamatan pelayaran di jalur laut strategis tersebut. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menyampaikan kesepakatan itu pada Minggu. Menurut Baghaei, Iran dan Oman ingin membangun pemahaman bersama mengenai keamanan […]

  • PLTS 100 gigawatt Prabowo untuk percepat elektrifikasi nasional

    Prabowo Targetkan Pembangunan PLTS 100 Gigawatt untuk Percepat Elektrifikasi Nasional

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 235
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt untuk mempercepat elektrifikasi nasional. Langkah ini juga bertujuan memperkuat ketahanan energi Indonesia. Prabowo menyampaikan rencana tersebut saat menghadiri acara 1 Tahun Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (11/3/2026). Menurut Prabowo, pemerintah ingin mempercepat pengembangan energi […]

  • Nadiem Makarim Pleidoi saat menjalani sidang kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.

    Nadiem Makarim Bacakan Pleidoi atas Tuntutan 18 Tahun Penjara di Kasus Chromebook

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, akan membacakan nota pembelaan atau pleidoi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM), Selasa (2/6/2026). Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjadwalkan sidang tersebut pukul 10.00 WIB. Hakim Ketua Purwanto Abdullah akan memimpin jalannya persidangan di […]

  • Prabowo kritik direksi BUMN saat meresmikan proyek RDMP Balikpapan

    Prabowo Sentil Direksi BUMN Dablek, Minta Bonus Meski Perusahaan Rugi

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 408
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyoroti kinerja jajaran direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ia menilai sebagian direksi tidak menunjukkan etika kepemimpinan yang layak. Menurutnya, beberapa direksi tetap meminta tantiem atau bonus meski perusahaan merugi. “Sudah rugi, minta tantiem lagi. Enggak tahu malu. Dablek menurut saya,” kata Prabowo saat meresmikan proyek Refinery […]

  • Prabowo Subianto rapat kabinet membahas krisis pangan energi air di Istana Presiden Jakarta

    Prabowo Soroti Ancaman Krisis Global: Pangan, Energi, dan Air Jadi Fokus Utama

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 251
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || Presiden Prabowo Subianto mengingatkan potensi krisis global yang mengancam banyak negara. Ia menyoroti tiga sektor utama, yaitu pangan, energi, dan air. Pernyataan itu disampaikan dalam rapat kerja Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu. Prabowo menegaskan bahwa ketiga sektor tersebut sangat menentukan keselamatan bangsa. Ia menjelaskan bahwa pandangan itu sejalan dengan […]

expand_less