JAKARTA, (Kabaristana.com) – Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, segera mengerahkan tim untuk menyelidiki dugaan pelanggaran di daycare di Yogyakarta. Ia mengambil langkah cepat setelah menerima laporan kekerasan dan diskriminasi terhadap anak.
Tim Kementerian HAM langsung mendatangi lokasi pada hari yang sama. Mereka melakukan pengecekan awal dan kini menunggu laporan lengkap dari kantor wilayah sebagai dasar penanganan lanjutan. Kementerian akan merilis hasil pemeriksaan kepada publik dalam waktu dekat.
Kasus ini mencuat ketika pihak pelapor membawa dugaan kekerasan di Daycare Little Aresha ke kepolisian. Aparat kemudian melakukan penggerebekan untuk mengumpulkan bukti serta memeriksa kondisi di lapangan.
Data awal menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan. Dari 103 anak yang terdaftar, sebanyak 53 anak mengalami dugaan perlakuan tidak layak. Dugaan ini berlangsung sejak daycare mulai beroperasi sekitar satu tahun lalu.
Pemerintah melihat kasus ini sebagai bagian dari persoalan pengawasan layanan penitipan anak. Presiden sebelumnya menyoroti pentingnya pembenahan sistem daycare agar setiap anak mendapatkan perlindungan maksimal.
Pigai menegaskan pentingnya verifikasi langsung untuk memastikan fakta. Ia ingin menjadikan temuan di lapangan sebagai dasar penegakan hukum sekaligus perbaikan sistem pengawasan.
Pemerintah kini menunggu laporan akhir dari tim. Mereka berkomitmen menindaklanjuti setiap temuan secara transparan demi melindungi hak anak sebagai kelompok rentan.
Saat ini belum ada komentar