Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » Dugaan Suap Izin Prodi di IAI Rawa Aopa, Komersialisasi Pendidikan Terbongkar!!!

Dugaan Suap Izin Prodi di IAI Rawa Aopa, Komersialisasi Pendidikan Terbongkar!!!

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
  • visibility 67
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, (kabaristana.com) – Dugaan praktik suap dalam pengurusan izin Program Studi (Prodi) Ekonomi Syariah di Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa, Sulawesi Tenggara, mencuat ke publik. Kasus ini tak hanya menyorot dugaan pelanggaran hukum, tetapi juga membuka kembali isu lama komersialisasi pendidikan di perguruan tinggi Islam.

Laporan ini disampaikan oleh Robby Anggara Koordinator PUSKOM Indonesia yang juga kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sulawesi Tenggara. Ia mengungkap adanya indikasi “uang pelicin” dalam proses pengurusan izin operasional prodi, yang diduga melibatkan pihak yayasan hingga komunikasi dengan oknum di lingkungan Kementrian Agama (Kemenag RI).

“Jika izin prodi bisa diperoleh dengan uang pelicin, maka yang lahir bukan sarjana, tetapi produk transaksi,” tegas Robby.

Menurutnya, dugaan ini diperkuat dengan adanya rekaman percakapan, keterangan saksi, serta sejumlah dokumen pendukung yang telah dihimpun. Ia menilai, praktik tersebut tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mencederai integritas pendidikan tinggi, khususnya perguruan tinggi berbasis keagamaan.

Lanjut robby, bahwa kasus ini tidak hanya menyangkut dugaan tindak pidana korupsi, tetapi juga menyentuh aspek yang lebih luas karena menunjukkan bahwa dampak dari praktik semacam ini bersifat multidimensional merusak kepercayaan publik, menurunkan kualitas lulusan, dan mencederai nilai-nilai keislaman yang seharusnya menjadi fondasi institusi.

Dalam kerangka etika Islam, praktik suap (risywah) dan manipulasi proses pendidikan jelas bertentangan dengan prinsip keadilan dan amanah. Pendidikan dalam Islam bukan sekadar transfer ilmu, tetapi juga proses pembentukan moral. Ketika institusi pendidikan sendiri terlibat dalam praktik yang tidak etis, maka terjadi kontradiksi fundamental antara nilai yang diajarkan dan praktik yang dijalankan.

Kasus dugaan suap di sektor pendidikan bukan kali pertama terjadi. Data dari KPK menunjukkan bahwa sektor pendidikan masih rentan terhadap praktik korupsi, mulai dari penerimaan mahasiswa hingga pengelolaan anggaran dan perizinan.

Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan yang dirilis KPK juga menempatkan sektor ini dalam kategori “rentan”, dengan berbagai celah pada aspek tata kelola dan pengawasan.

Pengamat menilai, fenomena ini berkaitan erat dengan semakin kuatnya orientasi bisnis dalam pengelolaan perguruan tinggi, khususnya swasta. Akibatnya, standar akademik berpotensi dikompromikan demi kepentingan finansial.

Selain dugaan suap, Robby juga menyoroti sikap pengelola kampus yang dinilai tidak sehat dalam merespons kritik publik. Ia menyebut, terdapat indikasi bahwa pihak kampus justru berupaya membungkam kritik dengan pendekatan represif, termasuk dugaan kriminalisasi terhadap pihak-pihak yang bersuara.

“Pengelola kampus terkesan cengeng menghadapi kritik. Alih-alih berbenah, justru ada upaya mengkriminalisasi pihak yang mengkritik. Ini menunjukkan adanya ketakutan yang berlebihan,” tegasnya.

Ia menilai, sikap tersebut semakin memperkuat dugaan adanya persoalan serius dalam tata kelola internal kampus yang tidak ingin terbuka ke publik.

Dalam pernyataannya, Robby juga mendesak pimpinan kampus untuk bertanggung jawab secara moral dan institusional. Ia secara tegas meminta agar rektor IAI Rawa Aopa segera mengundurkan diri.

“Ini bentuk tanggung jawab moral. Rektor seharusnya mundur saja, tidak perlu mondar mandir ke polda buat lapor pihak pengkritik dengan alibi untuk menjaga marwah institusi, ” ujarnya.

Robby juga menegaskan bahwa saat ini pihaknya sedang mengajukan pengawalan kasus ini ke Indonesia Corruption Watch ICW di Jakarta. Dalam waktu dekat, kasus ini juga akan dilaporkan secara resmi ke Komisi Pemberantasan Korupsi.

“Langkah ini penting agar ada penegakan hukum yang objektif dan transparan. Kami ingin memastikan bahwa dugaan praktik suap dalam sektor pendidikan tidak dibiarkan begitu saja,” tutup Robby

Kasus di IAI Rawa Aopa kini dinilai sebagai skandal berlapis yang terus bergulir. Sebelumnya, kampus ini juga sempat menjadi sorotan publik secara nasional terkait dugaan kasus pelecehan yang prosesnya masih berjalan. Kini, muncul kembali dugaan suap dalam pengurusan izin prodi yang semakin memperkuat indikasi krisis tata kelola di internal institusi.

Situasi ini juga menempatkan Kementerian Agama Republik Indonesia dalam posisi krusial untuk segera mengambil langkah tegas. dan terukur.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Thailand hentikan ekspor minyak untuk menjaga cadangan energi nasional

    Thailand Hentikan Sementara Ekspor Minyak untuk Amankan Cadangan Energi Nasional

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 120
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Pemerintah Thailand menghentikan sementara ekspor minyak mentah dan produk minyak bumi. Langkah ini bertujuan menjaga cadangan energi nasional di tengah meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah. Ketegangan geopolitik memicu kekhawatiran terhadap jalur distribusi minyak global. Gangguan lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz menjadi salah satu faktor utama yang mendorong keputusan tersebut. […]

  • narkoba Konawe Utara semakin marak di masyarakat

    Narkoba Tumbuh Subur, Ampuh Sultra Desak Kapolres Konut Dicopot

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 110
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || Peredaran narkoba di Kabupaten Konawe Utara (Konut) semakin mengkhawatirkan. Jaringan pengedar sabu-sabu diduga telah menyusupi hampir seluruh kecamatan. Kondisi ini menarik perhatian Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sulawesi Tenggara (Sultra). Kritik terhadap Kinerja Polres Konut Direktur Ampuh Sultra, Hendro Nilopo, menilai Polres Konawe Utara belum mampu mengungkap aktor utama di balik peredaran […]

  • inovasi KPI Plaju dalam budidaya ikan berkelanjutan oleh masyarakat

    Inovasi Lingkungan KPI RU III Plaju: Program Belida Musi Lestari Dorong Ekonomi dan Kelestarian

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 105
    • 2Komentar

    JAKARTA, Kabaristana.com – PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU III Plaju menghadirkan program Belida Musi Lestari: Berdikari sebagai solusi terpadu bagi ekonomi dan lingkungan. Program ini melibatkan 307 masyarakat dari berbagai kelompok rentan dan berhasil meningkatkan penjualan ikan hingga 809% atau sekitar Rp760 juta. Selain itu, masyarakat mengolah 36 ton sampah makanan menjadi pakan ikan. […]

  • Bahlil Lahadalia jelaskan pasokan minyak Indonesia saat Selat Hormuz ditutup

    Bahlil Ungkap Kondisi Pasokan Minyak Indonesia di Tengah Ketegangan Timur Tengah

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 134
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan kondisi pasokan minyak Indonesia di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Penutupan Selat Hormuz akibat konflik Iran dan Israel yang melibatkan Amerika Serikat turut memicu kekhawatiran terhadap distribusi energi global. Bahlil menegaskan Selat Hormuz memiliki peran penting dalam perdagangan minyak dunia. […]

  • Trofi Piala Dunia 2026 di Jakarta, Dipamerkan di JICC

    Trofi Piala Dunia 2026 di Jakarta, Dipamerkan di JICC

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 191
    • 0Komentar

      Jakarta, kabaristana.com -Trofi Piala Dunia 2026 di Jakarta menarik perhatian besar pecinta sepak bola nasional sejak hari pertama pameran. Panitia menampilkan trofi paling prestisius di dunia sepak bola tersebut di Jakarta International Convention Centre (JICC). Sejak pagi, masyarakat dari berbagai kalangan memadati lokasi untuk menyaksikan langsung ikon kejayaan sepak bola dunia. (22/01/2026). Kehadiran trofi […]

  • aktivitas tambang nikel terkait janji smelter PT SCM di Routa Konawe

    Fokus Nambang dan Lupa Pada Janji Bangun Smelter, Ampuh Sultra Minta Pemerintah Hentikan Aktivitas PT. SCM di Konawe.

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 154
    • 0Komentar

    KONAWE, (Kabaristana.com) — PT. Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) kembali menuai sorotan dari berbagai elemen masyarakat. Perusahaan ini belum merealisasikan komitmennya untuk membangun pabrik pemurnian bijih nikel (smelter) di Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe. Ampuh Sultra Tagih Komitmen Perusahaan Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sulawesi Tenggara (Sultra) terus menagih realisasi pembangunan smelter tersebut. Direktur Ampuh Sultra, Hendro […]

expand_less