Prabowo Hormati Pemulung dan Pekerja Kecil
- account_circle Brian Putra
- calendar_month Senin, 12 Jan 2026
- visibility 395
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketegasan Bapak Prabowo Subianto Lebih hormat kepada pekerja keras daripada koruptor.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, kabaristana.com – Prabowo hormati pemulung dan pekerja kecil yang mencari nafkah secara jujur. Oleh karena itu, Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan sikap tersebut saat ia meresmikan 166 titik Sekolah Rakyat di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).
Dalam sambutannya, Prabowo secara terbuka menilai kerja keras rakyat kecil sebagai sikap hidup yang bermartabat. Selain itu, ia menegaskan bahwa kejujuran para pemulung dan tukang becak jauh lebih bernilai daripada kecerdasan yang disalahgunakan. Dengan demikian, ia menolak keras praktik pencurian uang negara oleh orang-orang berpendidikan.
“Saya lebih hormat sama pemulung dan tukang becak yang bekerja dengan keringat daripada orang pintar yang mencuri uang rakyat,” kata Prabowo melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Selanjutnya, Prabowo menyampaikan pesan langsung kepada para siswa Sekolah Rakyat. Ia meminta anak-anak untuk tidak merasa rendah diri, meskipun orang tua mereka bekerja sebagai petani, buruh, atau pemulung.
Menurut Prabowo, pekerjaan tersebut tetap memiliki nilai mulia. Bahkan, pekerjaan itu mencerminkan kejujuran dan tanggung jawab. Oleh sebab itu, ia menilai para orang tua telah memberi teladan yang kuat bagi anak-anaknya.
“Karena itu, jangan kecil hati dan jangan malu. Orang tuamu bekerja dengan keringat untuk masa depanmu,” ujarnya.
Selain itu, Prabowo juga mengajak para siswa untuk selalu menghormati orang tua mereka. Dengan cara tersebut, ia berharap nilai bakti dan penghargaan terhadap keluarga terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari.
Di sisi lain, Prabowo membandingkan kerja keras rakyat kecil dengan perilaku para koruptor. Menurutnya, tindakan korupsi justru merusak kepercayaan publik dan melemahkan bangsa.
Oleh karena itu, Prabowo menegaskan bahwa pekerjaan orang tua murid Sekolah Rakyat jauh lebih terhormat daripada perbuatan para pelaku korupsi. Bahkan, ia menyebut korupsi sebagai bentuk pengkhianatan terhadap negara.
“Jangan pernah malu. Mereka lebih mulia daripada orang-orang pintar yang berkhianat kepada negara,” tegasnya.
Sementara itu, Prabowo mengakui bahwa masih banyak keluarga yang hidup dalam keterbatasan ekonomi. Namun demikian, ia menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan kesalahan orang tua.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Prabowo menyatakan pemerintah akan terus bekerja keras memperbaiki keadaan. Dengan kata lain, ia menargetkan pemerataan kesejahteraan agar seluruh rakyat dapat menikmati kekayaan negara.
“Karena itu, kita akan berjuang keras supaya kekayaan negara benar-benar dirasakan seluruholeh rakyat Indonesia,” Pungkasnya.



Saat ini belum ada komentar