Pengabdian Perawat Indonesia Layani Jamaah Haji di Tanah Suci
- account_circle Rahman
- calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
- visibility 175
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto : Fransiska Mainake melayani jamaah haji di Terminal Ka'bah, Makkah, Sabtu (09/05/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAKKAH, (Kabaristana.com) – Terik matahari dan kepadatan jamaah tidak menyurutkan semangat Fransiska Mainake (38) saat bertugas di Terminal Jabal Ka’bah, Makkah. Perawat asal Indonesia itu aktif menjaga kesehatan jamaah haji selama berada di Tanah Suci.
Fransiska sehari-hari bekerja di RSPAD Gatot Soebroto. Saat musim haji tiba, ia bergabung sebagai petugas Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jamaah Haji (PKP2JH) di Sektor Khusus Masjidil Haram.
Ia mengaku ingin membantu jamaah haji Indonesia sekaligus menjalankan ibadah.
“Saya ingin melayani jamaah calon haji dari sisi medis. Selain itu, saya juga berniat beribadah,” kata Fransiska.
Fokus Layani Jamaah Lansia dan Risiko Tinggi
Fransiska dan tim tidak hanya menangani kondisi darurat. Mereka juga rutin memberi edukasi kesehatan kepada jamaah.
Tim PKP2JH memberi perhatian khusus kepada jamaah lanjut usia dan kelompok berisiko tinggi. Mereka mengingatkan jamaah agar menjaga kondisi tubuh sebelum menjalankan ibadah.
Saat ada jamaah sakit mendadak, tim langsung bergerak cepat. Mereka menangani jamaah yang kelelahan, pingsan, hingga mengalami kondisi kritis.
Padatnya aktivitas di sekitar Masjidil Haram membuat tugas petugas kesehatan semakin berat. Suhu panas juga menguras tenaga selama bertugas.
Untuk menjaga keamanan, setiap petugas wajib bekerja bersama rekan lainnya. Mereka tidak boleh melakukan patroli sendirian.
Pengalaman Spiritual yang Membekas
Di balik tugas berat itu, Fransiska mendapat banyak pengalaman menyentuh. Salah satunya terjadi saat ia membantu seorang jamaah lansia di kawasan Dar Al Tawhid.
Jamaah tersebut ingin shalat di depan Ka’bah. Namun, ia takut tersesat karena kondisi sangat padat.
Fransiska kemudian mendampingi jamaah itu hingga tiba di depan Ka’bah.
“Beliau menangis sambil memegang tangan saya erat sekali karena takut hilang. Beliau sangat bersyukur bisa sampai di depan Ka’bah,” ujarnya.
Terinspirasi Semangat Jamaah Haji
Menurut Fransiska, bertemu jamaah lansia memberinya banyak pelajaran tentang kesabaran dan ketulusan.
Ia juga kagum melihat perjuangan para jamaah untuk bisa berangkat haji. Banyak jamaah rela menunggu antrean bertahun-tahun demi beribadah di Tanah Suci.
“Saya kagum melihat tekad mereka. Perjuangan mereka sangat luar biasa untuk bisa datang ke sini,” kata Fransiska.
Dedikasi petugas kesehatan seperti Fransiska membantu jamaah haji Indonesia menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman di Tanah Suci.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda



Saat ini belum ada komentar