Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen, Tertinggi Sejak 2022
- account_circle Rahman
- calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
- visibility 40
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto : Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Jogja Expo Center (JEC) Yogyakarta. Jumat (22/5/2026)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, (kabaristana.com) – Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen secara tahunan. Angka itu menjadi yang tertinggi sejak kuartal III tahun 2022.
Purbaya menyampaikan hal tersebut saat membuka Jogja Financial Festival (Finfest) 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, Jumat.
Konsumsi dan Investasi Jadi Penopang
Purbaya mengatakan konsumsi rumah tangga masih tumbuh kuat. Investasi juga terus meningkat di berbagai sektor ekonomi.
Pemerintah turut menjaga pertumbuhan melalui pengelolaan anggaran yang lebih efisien. Langkah itu membuat sektor swasta tetap bergerak.
“Kami mengelola anggaran lebih efisien dan memastikan sektor swasta tetap hidup,” ujar Purbaya.
Ia menilai kondisi ekonomi nasional masih cukup kuat di tengah tantangan global.
Indikator Ekonomi Terus Menguat
Sejumlah indikator ekonomi menunjukkan tren positif pada awal 2026. Indeks keyakinan konsumen terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
Penjualan kendaraan bermotor juga mengalami kenaikan. Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan penjualan listrik ikut tumbuh.
Selain itu, konsumsi semen domestik menunjukkan aktivitas pembangunan masih berjalan aktif.
Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi dapat terus terjaga hingga akhir tahun.
Sri Sultan Soroti Literasi Keuangan
Sementara itu, Hamengkubuwono X menyoroti pentingnya literasi keuangan di era digital.
Menurut Sri Sultan, tantangan saat ini bukan hanya soal akses keuangan. Masyarakat juga harus mampu menggunakan layanan keuangan secara bijak.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak budaya konsumtif maupun utang digital.
“Uang harus menjadi sarana untuk memuliakan kehidupan,” kata Sri Sultan.
Filosofi Jawa untuk Generasi Muda
Sri Sultan mengajak generasi muda menerapkan filosofi Jawa “Gemi, Nastiti, Ngati-ati”.
Gemi berarti mampu menahan konsumsi demi tujuan jangka panjang. Nastiti berarti cermat dalam mengambil keputusan finansial.
Sementara Ngati-ati berarti waspada terhadap risiko keuangan digital.
Menurut Sri Sultan, kecerdasan finansial tidak cukup hanya mengandalkan teknologi. Masyarakat juga perlu memahami risiko dan mampu mengendalikan diri.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Endana
- Sumber: Tim Redaksi

Saat ini belum ada komentar