Delegasi Iran bertolak ke Swiss, desak AS patuhi kesepakatan
- account_circle Rahman
- calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
- visibility 84
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Teheran, (kabaristana.com) – Iran kirim delegasi ke Swiss untuk membahas pelaksanaan kesepakatan dengan Amerika Serikat. Langkah itu menjadi upaya terbaru Teheran dalam melanjutkan jalur diplomasi dan memastikan kedua negara menjalankan komitmen yang telah mereka sepakati.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ismail Baghaei, mengumumkan bahwa delegasi Iran segera bertolak menuju Swiss pada Sabtu (20/6). Menurutnya, tim negosiasi akan memfokuskan pembahasan pada pelaksanaan kesepakatan yang telah dibahas sebelumnya bersama Amerika Serikat.
“Dalam beberapa menit, delegasi negosiasi Iran akan berangkat ke Swiss,” kata Baghaei.
Iran mendesak Amerika Serikat segera memenuhi seluruh komitmen dalam nota kesepahaman. Selain itu, Teheran meminta Washington menjelaskan langkah konkret untuk melaksanakan isi kesepakatan tersebut.
Baghaei menegaskan bahwa Amerika Serikat harus segera mengambil tindakan. Ia menilai penundaan pelaksanaan komitmen dapat menggagalkan proses diplomasi yang sedang berlangsung.
“AS harus mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesegera mungkin. Jika tidak, seluruh kesepakatan akan berada dalam bahaya,” tegasnya.
Iran Dorong Amerika Serikat Bertindak
Pemerintah Iran menganggap pelaksanaan komitmen sebagai kunci untuk menjaga kepercayaan kedua negara. Karena itu, Teheran meminta Washington membuktikan komitmennya melalui tindakan nyata, bukan sekadar pernyataan politik.
Selama berada di Swiss, delegasi Iran akan membahas berbagai persoalan teknis dan politik. Pemerintah Iran berharap pembahasan tersebut dapat mempercepat implementasi kesepakatan sekaligus mengurangi ketegangan hubungan bilateral.
Amerika Serikat Siapkan Delegasi
Media Axios melaporkan bahwa Utusan Khusus Amerika Serikat Steve Witkoff berangkat menuju Swiss untuk mengikuti putaran awal perundingan. Media itu juga menyebut Jared Kushner telah tiba lebih dahulu di Swiss.
Hingga kini, Iran dan Amerika Serikat belum mengumumkan jadwal resmi maupun agenda rinci pertemuan tersebut. Meski demikian, kedua negara terus membuka peluang dialog untuk mencari titik temu dalam berbagai isu yang masih menjadi perbedaan.
Sejumlah pengamat menilai pertemuan di Swiss dapat menjadi momentum penting bagi Iran dan Amerika Serikat. Jika kedua pihak menunjukkan komitmen yang kuat, perundingan tersebut berpeluang memperbaiki hubungan diplomatik sekaligus membuka ruang kerja sama yang lebih luas pada masa mendatang.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: Tim redaksi



Saat ini belum ada komentar